Sabtu, 21 Oktober 2017

iLotte hadir meramaikan belantara bisnis e-commerce Indonesia

Selasa, 10 Oktober 2017 18:18

Foto layanan delivery iLotte (sumber: iLotte) Foto layanan delivery iLotte (sumber: iLotte)
Ayo berbagi!

Sebagai salah satu negara yang diproyeksikan menjadi ekonomi digital besar di dunia, Indonesia akan segera menempati posisi atas mendekati negara seperti Tiongkok dan India. Meramaikan belantara bisnis e-commerce yang semakin marak di negeri ini, maka iLotte (PT. Indo Lotte Makmur) yang merupakan perusahaan joint venture antara Salim Group dari Indonesia dan Lotte Group dari Korea Selatan resmi diluncurkan hari ini (Selasa 10/10). iLotte mengklaim berikan pengalaman online mall yang pertama di Indonesia.  

Melihat variasi dari merk yang menjajakan produk-produknya terdapat keragaman yang luas: dari kebutuhan sehari-hari, hingga aksesoris fashion dan barang konsumsi lainnya dan bahkan produk otomotif pun tersedia, sehingga klaim tersebut bisa dibilang bukan merupakan sekedar suatu tagline saja, namun didukung oleh akses merk terpercaya dan ekosistem e-commerce yang memadai.

Menurut Ardi Sudarto, Chief Marketing Officer iLotte, titik berat produk-produk yang ditawarkan sangat sederhana, yaitu fokus  pada fashion, beauty, electronics, sports and hobbies dan groceries dengan tambahan produk-produk Korea termasuk kuliner, fashion dan K-Pop yang mewabah di seluruh dunia. iLotte menjanjikan Flash delivery (yaitu pengiriman dalam waktu 3 jam) untuk mengantar pesanan di dalam kawasan Jakarta.  Selain menghadirkan delivery kilat, dan penggunaan sistem poin untuk dapat ditukar dengan diskon produk, selama bulan promosi di Oktober ini, iLotte melakukan sejumlah kampanye yang bahkan menawarkan kesempatan meraih hadiah liburan ke Korea Selatan, negara asal Lotte Group.

Philip Lee yang merupakan Chief Executive Officer iLotte, melihat kontribusi nyata bagi pasar e-commerce di Indonesia dengan hadirnya pemain baru ini, karena sinergi yang tercipta. “Perpaduan antara jaringan distribusi yang luas dan infrastruktur logistik yang kuat dari Salim Group dengan kekuatan bisnis ritel yang dimiliki oleh Lotte Group, menjadikan iLotte sebagai salah satu kontributor terkuat dalam industri e-commerce Indonesia,” katanya.

Image title

Direksi dan manajemen senior iLotte / PT Indo Lotte Makmur (sumber: iLotte)

Image title

Phillip Lee, CEO iLotte (sumber: Elshinta.com)

Dalam kata sambutannya, Franciscus Welirang mewakili Salim Group, melihat adanya potensi pertumbuhan ekonomi digital yang luar biasa. Contohnya,  Ernst & Young telah menganalisa bahwa pertumbuhan nilai bisnis online setiap tahun meningkat empat puluh persen. Sementara dari konsultan manajemen McKinsey & Co., diperkirakan dampak ekonomi dari revolusi digital di Indonesia akan mencapai 150 milyar USD/tahun pada tahun 2025.

“Potensi tersebut tentunya terlalu besar untuk dilewatkan, dan dinamika ini disikapi dengan positif oleh Salim Group, karena Salim Group selalu mendukung perubahan yang positif bagi Indonesia. Bentuk dukungan bagi dinamika perubahan itu diwujudkan dalam kolaborasi dengan Lotte Group yang merupakan group global dari Korea Selatan,” kata Franciscus, hingga selanjutnya diyakini akan membawa nilai tambah bagi masyarakat Indonesia.

Menanggapi pertanyaan dari media atas rencana bisnis e-commerce terbaru ini secara umum, Vice President PT. Indo Lotte Makmur, Steven Calvin melihat kerjasama dan kolaborasi sebagai bagian dari strategi yang dijalankan.

“Secara besar Salim Group punya mimpi punya suatu digital ecosystem di Indonesia. Karena kita punya tujuan itu, maka nggak hanya bisa sendirian. Jadi kita harus punya banyak community, kita harus punya banyak tools untuk itu. iLotte salah satu tools yang kita pakai juga mewujudkan digital sistem di Indonesia lewat Salim Group,” katanya.  

Menanggapi komentar dari wartawan adanya anggapan bahwa kondisi ritel yang dikabarkan tengah lesu, Steven menegaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi alasan melakukan ekspansi ke bisnis e-commerce, seperti yang sudah dilakukan dengan akuisisi atas Elevenia oleh Salim Group, yang juga merupakan ritel online, melainkan untuk memberdayakan aset-aset yang dimiliki oleh kelompok usaha tersebut.

"Salim Group kuat di FMCG, kita punya juga fleet management, kita juga punya banyak sekali infrastruktur yang baik; itu semua akan kita pakai untuk tujuannya itu, bagaimana berkontribusi di dalam membangun ekonomi digital Indonesia,” lanjutnya.

Sementara menanggapi pertanyaan dari reporter Elshinta.com, Yani Suryani akan kiat-kiat bersaing dengan peritel lain dalam konstelasi bisnis e-commerce yang banyak pemainnya, Ardi Sudarto mengatakan bahwa “Memang salah satu challenge utama e-commerce di promo. Jadi iLotte juga akan banyak memberikan promo, tapi promo yang kami berikan harusnya lebih reasonable.” Lanjutnya, konsumen dipersilahkan melihat promosi yang  akan dihadirkan dalam platform yang tersedia baik di situs online, termasuk versi mobile, maupun di aplikasi berbasis Android dan iOS.

Diketahui bahwa Salim Group sedang serius mempersiapkan perubahan menghadapi era digital. Melalui berbagai lini usaha seperti Indofood (produk FMCG), Indomaret dan Indomarco (convenience store dan “mom and pop store”) , Indomobil (management system delivery fleet), Fiber Star (akses serat optik), Rintis Sejahtera (teknologi switching solusi pembayaran) dan CBN Group (internet dan layanan digital terkait), maka Salim Group memiliki aset-aset yang dapat berkontribusi memberi dukungan untuk kesuksesan kerjasama terbarunya dengan Lotte Group ini. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar