Selasa, 24 Oktober 2017

Dinkes diminta perketat pengawasan apotek

Selasa, 10 Oktober 2017 21:08

Foto: Aman Hasibuan. Foto: Aman Hasibuan.
Ayo berbagi!

Dinas Kesehatan Provinsi Papua meminta dinas kesehatan yang bertugas di kabupaten dan kota memperketat pengawasan terhadap sejumlah apotek yang ada di wilayah kerja masing-masing. Tujuannya, untuk memberikan perlindungan kepada pasien dan masyarakat dalam penggunaan obat-obatan yang benar, agar aman untuk dikomsumsi masyarakat.

Kepala Seksi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Fonidin, S.Km mengatakan, pihaknya akan selalu mengingatkan dinas kesehatan kabupaten dan kota mengawasi apotek-apotek yang di wilayahnya masing-masing.

“Secara perijinan apotek ini ada pada wilayah kabupaten dan kota. Kalau sudah memberikan ijin maka konsekuensinya harus memberikan pembinaan dan pengawasan,” kata Fonidin, Selasa (10/10) seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Aman Hasibuan. 

Dalam pengawasan ini dinas kesehatan kabupaten dan kota ini harus mengecek langsung apotek-apotek, sehingga tidak ada pasien atau masyarakat yang mengkonsumsi obat itu tidak ada yang salah dan sesuai dengan prosedur. Sebab selama ini kami perhatikan pengawasan terhadap apotek ini belum berjalan secara maksimal.

“Makanya harapan kami kedepan paling tidak mungkin ada pengawasan yang terprogram, sehingga dua, tiga bulan sekali apotek ini bisa di kunjungi. Dan mengecek sumber obat- yang dibeli apotek tersebut,” ujarnya.

Ia mengharapkan, jika apotek ini sudah benar, maka masyarakat bisa mendapatkan obat yang benar, sehingga peredaran obat di masyarakat itu tidak salah apalagi dengan banyaknya obat berbagai merek yang di jual dan mudah di dapatkan oleh pasien di apotek-apotek.

Menurutnya, mengecek langsung apotek-apotek dan sumber obat tersebut dapat memastikan obat yang beredar memang berasal dari perusahaan terdaftar di pemerintah dan terpercaya. Itu juga untuk memastikan keaslian obat yang dijual.

“Selain memastikan obat yang dijual asli, tujuan pengecekan ini juga untuk mengetahui batas kedaluwarsa obat yang dijual. Saat ini batas waktu kedaluwarsa lebih pendek jika dibanding obat sebelumnya,” tegas Fonidi.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar