Selasa, 24 Oktober 2017

Polri dan BNN perketat pengawasan keluar masuk obat ilegal di Papua

Selasa, 10 Oktober 2017 21:17

Foto: Aman Hasibuan. Foto: Aman Hasibuan.
Ayo berbagi!

Polsek Kawasan Bandara Sentani, Jayapura, Papua bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Jayapura dan Otoritas Bandara Sentani serta instansi terkait mempeketat pengawasan barang-barang ilegal maupun obat-obat terlarang yang masuk ke Papua maupun yang dikirim keluar Papua.

“Kami di Bandara Sentani ini sudah melakukan koordinasi dengan BNN, Otoritas Bandara Sentani, Koramil dan TNI AU untuk selalu mengecek atau membongkar barang-barang yang mencurigakan seperti obat-obatan terlarang yang sekarang ini lagi marak,” kata Kapolsek Kawasan Bandar Udara Sentani Iptu Baharuddin, Selasa (10/10) seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Aman Hasibuan. 

Baharuddin mengaku, pihaknya hingga saat ini belum ada menemukan atau mendapatkan obat-obatan terlarang, namun untuk jenis Narkoba pihaknya sering menangkap. Bahkan  belum lama ini pihaknya bersama Otoritas Bandara berhasil menemukan narkoba jenis sabu-sabu dan sudah di serahkan ke pihak BNN.

Lebih lanjut kata Baharuddin, pihaknya terus meningkatkan sweeping secara berkala dengan otoritas bandara dan juga PT. Pajajaran sebegai pengelolah X-Ray cargo selalu melakukan pengecekan terhadap semua barang kiriman yang masuk ke Papua dan harus melalii X-Ray.

Sementara untuk pengiriman barang melalui penerbangan missionaris yang beroperasi di Bandara Sentani, kami lakukan pengawasan secara manual karena mereka belum menggunakan X-Ray.

“Kalau pengawasan pada penerbangan missionari ini kita lakukan secara manual, kita pada saat melakukan sweping kita bawa alat-alat seperti kater, lakban, kita bongkar barang-barangnya secara manual karena di penerbangan tersebut belum ada X-Ray,” akunya.

Baharuddin menghimbau pada pihak airlines maupun jasa ekspedisi apabila mendapatkan barang-barang cargo dari luar Papua yang mencurigakan agar melaporkanya kepada pihak kepolisian maupun petugas otoritas bandara yang ada di ruang kedatangan dan keberangkatan.

“Kita bersama stakeholder lainya terus rutin melakukan sweping di cargo-cargo di wilayah bandara, apalagi saat ini sudah mendekati bulan Desember pengiriman barang-barang akan mengalami peningkatan, sehingga di kuatirkan akan ada penyeludupan barang-barang terlarang seperti ke daerah pedalaman Yahukimo, Pegunungan Bintang, Wamena dan kabupaten lainnya,” ungkapnya.

Baharuddin mengajak semua pengguna jasa pengiriman barang agar melaporkan isi barang yang di kirimya untuk memudahkan petugas keamanan melakukan pemeriksaan dan memudahkan pengirimanya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar