Sabtu, 16 Desember 2017

'Peretas' Korea Utara curi sejumlah besar data militer Korea Selatan

Selasa, 10 Oktober 2017 20:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Para peretas yang diduga berasal dari Korea Utara dilaporkan mencuri sejumlah besar dokumen militer Korea Selatan, termasuk sebuah rencana untuk membunuh pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Seorang anggota parlemen Korsel, Rhee Cheol-hee, mengatakan informasi tersebut berasal dari Kementrian Pertahanan.

Dokumen yang dicuri juga mencakup rancangan kemungkinan masa perang yang disusun oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat serta laporan-laporan kepada para komandan senior negara-negara sekutu Korsel.

Sejauh ini Kementrian Pertahanan menolak memberi komentar terkait tuduhan tersebut.

Rhee -yang berasal dari partai pemerintah dan merupakan anggota komite pertahanan parlemen- mengatakan 235 gigabyte dokumen militer dicuri dari Pusat Integrasi Data Pertahanan dan sekitar 80% dari dokumen itu masih belum diindetifikasi.

Peretasan berlangsung pada September tahun lalu. Bulan Mei tahun ini, Korea Selatan mengatakan sejumlah data telah dicuri dan Korea Utara kemungkinan memprovokasi 'serangan siber' namun tidak ada rincian tentang data yang dicuri tersebut.

Korea Selatan, Amerika Serikat,
EPA
Korea Selatan dan Amerika Serikat melakukan latihan militer rutin secara berkala dengan yang terbaru pada pertengahan September.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, melaporkan bahwa Seoul sudah menjadi sasaran rentetan serangan siber oleh tetangganya yang komunis selama beberapa tahun belakangan, dan banyak serangan itu yang menjadikan situs dan fasilitas pemerintah Korsel sebagai sasaran.

Korea Utara -yang diasingkan oleh dunia internasional- diyakini memiliki para peretas yang secara khusus dilatih dan tinggal di luar negeri termasuk Cina.

Pemerintah Pyongyang membantah dan menyatakan Seoul 'mengarang-ngarang' tuduhan tersebut.

Laporan tentang bocornya rencana perang yang disusun oleh Seoul dan Washington di Semenanjung Korea jelas tidak membantu meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara.

Kedua negara belakangan ini melancarkan serangan kata-kata terkait dengan serangkaian uji coba nuklir Korea Utara: Amerika Serikat ingin menghentikannya sementara Pyongyang bertekad untuk meneruskannya.

Korea Utara baru-baru ini mengklaim sudah berhasil mengembangkan miniatur bom hidrogen, yang bisa ditempatkan di rudal jarak jauh.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar