Minggu, 22 Juli 2018 | 13:41 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

'Peretas' Korea Utara curi sejumlah besar data militer Korea Selatan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Para peretas yang diduga berasal dari Korea Utara dilaporkan mencuri sejumlah besar dokumen militer Korea Selatan, termasuk sebuah rencana untuk membunuh pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.</p><p>Seorang anggota parlemen Korsel, Rhee Cheol-hee, mengatakan informasi tersebut berasal dari Kementrian Pertahanan. </p><p>Dokumen yang dicuri juga mencakup rancangan kemungkinan masa perang yang disusun oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat serta laporan-laporan kepada para komandan senior negara-negara sekutu Korsel.</p><p>Sejauh ini Kementrian Pertahanan menolak memberi komentar terkait tuduhan tersebut. </p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-39931548">Serangan virus Wannacry diduga terkait Korea Utara</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-38221677">Komando Siber militer Korsel 'diretas oleh Korut'</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/indonesia-40629003">Korsel usulkan perundingan militer dengan Korea Utara</a></li> </ul><p>Rhee -yang berasal dari partai pemerintah dan merupakan anggota komite pertahanan parlemen- mengatakan 235 gigabyte dokumen militer dicuri dari Pusat Integrasi Data Pertahanan dan sekitar 80% dari dokumen itu masih belum diindetifikasi. </p><p>Peretasan berlangsung pada September tahun lalu. Bulan Mei tahun ini, Korea Selatan mengatakan sejumlah data telah dicuri dan Korea Utara kemungkinan memprovokasi 'serangan siber' namun tidak ada rincian tentang data yang dicuri tersebut.</p><figure> <img alt="Korea Selatan, Amerika Serikat," src="http://c.files.bbci.co.uk/14203/production/_98253428_041817700-1.jpg" height="549" width="976" /> <footer>EPA</footer> <figcaption>Korea Selatan dan Amerika Serikat melakukan latihan militer rutin secara berkala dengan yang terbaru pada pertengahan September.</figcaption> </figure><p>Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, melaporkan bahwa Seoul sudah menjadi sasaran rentetan serangan siber oleh tetangganya yang komunis selama beberapa tahun belakangan, dan banyak serangan itu yang menjadikan situs dan fasilitas pemerintah Korsel sebagai sasaran. </p><p>Korea Utara -yang diasingkan oleh dunia internasional- diyakini memiliki para peretas yang secara khusus dilatih dan tinggal di luar negeri termasuk Cina. </p><p>Pemerintah Pyongyang membantah dan menyatakan Seoul 'mengarang-ngarang' tuduhan tersebut. </p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-41386903">Krisis Korea Utara: Amerika Serikat bantah umumkan perang </a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-41045689">Korea Utara tak sengaja ungkap rudal baru</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-41370754">Cina memberlakukan sanksi dagang terhadap Korea Utara </a></li> </ul><p>Laporan tentang bocornya rencana perang yang disusun oleh Seoul dan Washington di Semenanjung Korea jelas tidak membantu meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara. </p><p>Kedua negara belakangan ini melancarkan serangan kata-kata terkait dengan serangkaian uji coba nuklir Korea Utara: Amerika Serikat ingin menghentikannya sementara Pyongyang bertekad untuk meneruskannya. </p><p>Korea Utara baru-baru ini mengklaim sudah berhasil mengembangkan miniatur bom hidrogen, yang bisa ditempatkan di rudal jarak jauh. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Luar Negeri | 22 Juli 2018 - 13:34 WIB

Pilot WNI tewas ditabrak di Madinah

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 13:29 WIB

1.000 nelayan Kota Kupang dilindungi asuransi

Asia Pasific | 22 Juli 2018 - 13:16 WIB

CIA: Tiongkok ingin gantikan AS sebagai adidaya dunia

Aktual Sepakbola | 22 Juli 2018 - 12:53 WIB

Marckho Sandy bakal akhiri kontrak di Sriwijaya FC

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 12:37 WIB

HSU stop iklan rokok demi anak

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 12:25 WIB

Arab Saudi kirim 17.000 domba kurban ke Indonesia

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com