Sabtu, 21 Oktober 2017

Deklarasi pemisahan diri Catalunya dari Spanyol 'ditunda'

Rabu, 11 Oktober 2017 02:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!
Carles Puigdemont
Reuters
Carles Puigdemont mengatakan dialog dengan pemerintah pusat diperlukan untuk mendinginkan ketegangan.

Presiden Catalunya Carles Puigdemont mengatakan rakyat di wilayah itu telah memutuskan untuk memisahkan diri dari Spanyol tetapi deklarasi kemerdekaan ditunda untuk memungkinkan dialog dengan pemerintah pusat terlebih dulu.

Ia mengatakan hal itu dalam pidato di parlemen setempat, Selasa (10/10) malam untuk menyampaikan hasil referendum kemerdekaan yang digelar pada 1 Oktober.

Di depan para anggota parlemen, Puigdemont memaparkan hasil referendum kemerdekaan yang oleh pemerintah di Madrid dikatakan tidak sah.

Carles Puigdemont memuji proses referendum dan mengkritik tindakan pemerintah Spanyol. Bagaimanapun ia mengakui kenyataan bahwa warga dari kedua kubu khawatir tentang apa yang akan terjadi.

"Kami semua adalah bagian dari masyarakat yang sama dan kita perlu melangkah maju bersama. Satu-satunya jalan maju adalah demokrasi dan perdamaian," kata Puigdemont kepada anggota parlemen.

Warga Catalunya
ENRIC FONTCUBERTA/EPA
Ribuan warga Catalunya mengikuti pidato Presiden Carles Puigdemont lewat layar raksasa.

Referendum diikuti oleh sekitar 43% dari total pemilih dan dari angka tersebut lebih dari 90% mendukung kemerdekaan Catalunya.

Sebelumnya beredar spekulasi bahwa Puigdemont akan mengumumkan secara sepihak kemerdekaan Catalunya.

Catalunya
EPA
Pengunjuk rasa mengibarkan bendera Catalunya sebagai bentuk dukungan atas upaya kawasan ini berpisah dari Spanyol.

Soalnya Puigdemont dalam beberapa kesempatan sudah menegaskan akan mendeklarasikan kemerdekaan Catalunya meski mendapat penentangan luas, baik dari dalam Spanyol maupun dari sejumlah negara di Eropa.

Spanyol, polisi
Getty Images
Aparat polisi nasional sudah dikerahkan ke Barcelona, ibu kota Catalunya.
Catalunya
BBC

Pidato presiden Catalunya disaksikan oleh ribuan orang melalui layar raksasa yang dipasang di berbagai tempat terbuka.

Sejak awal pemerintah Spanyol pimpinan Perdana Menteri Mariano Rajoy menolak referendum dan akan mengambil langkah apa saja untuk mencegah pemisahan diri Catalunya.

Carles Puigdemont
EPA
Pemimpin Catalunya, Carles Puigdemont (kanan), memimpin rapat kabinet di Barcelona, hari Selasa (10/10).

Diminta berdialog

Polisi bisa diminta untuk melakukan intervensi jika dipandang perlu oleh pemerintah di Madrid.

Spanyol, Catalunya
BBC

Para politikus di Spanyol mendesak agar Puigdemont dan PM Rajoy menggelar dialog untuk menyelesaikan krisis. Keduanya juga diminta menjaga suasana tetap kondusif sehingga mediasi atau dialog bisa digelar.

Seruan antara lain juga datang dari Wali Kota Barcelona, Ada Colau, yang secara khusus meminta Puigdemont dan Rajoy untuk tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang konfrontatif.

Colau juga meminta Rajoy untuk tidak menghilangkan otonomi Catalunya dan mendesak agar ribuan polisi ditarik.

Sebelumnya, pemimpin Partai Sosialis yang beroposisi, Pedro Sanchez, mendesak Puigdemont untuk menggunakan perundingan dan bukan pernyataan kemerdekaan sepihak.

"Jika (Puigdemont) mendengarkan, ikuti saran kami... jangan umumkan kemerdekaan secara sepihak. Kembali ke cara-cara yang legal dan ikuti dialog," kata Sanchez.

Ia mengatakan pernyataan kemerdekaan secara sepihak tak boleh terjadi di negara demokratis, yang menjunjung tinggi tatanan hukum.

Menurut Sanchez, pihaknya mendukung perubahan konstitusional yang akan mengakui Catalunya sebagai 'negara di dalam Spanyol', status yang sempat diberlakukan sebentar di Catalunya sepuluh tahun lalu.

Spanyol, Catalunya
BBC
Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar