Rabu, 20 Juni 2018 | 12:33 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

PM Irak ramalkan kekalahan total ISIS tahun ini

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
PM Irak Haider al-Abadi
PM Irak Haider al-Abadi
<p>Perdana Menteri Irak Haider Al-Abadi pada Selasa (10/10) memperkirakan petempur ISIS di Irak akan sepenuhnya dapat dikalahkan tahun ini.</p><p>Di dalam taklimat yang ditayangkan televisi setelah pertemuan mingguan Kabinet, Al-Abadi memuji kemenangan pasukan keamanan Irak atas kelompok ISIS, terutama dalam serangan terakhir di kantung Hawijah di bagian barat Provinsi Kirkuk, yang memiliki campuran etnik di Irak.</p><p>"Pasukan gabungan Irak membebaskan daerah (di dekat Hawijah) yang tidak terjangkau oleh pasukan lain sejak era rejim lama. Hari ini, ketakutan menyelimuti Daesh (kelompok ISIS) di mana pun juga (di Irak), dan sebagaimana dijanjikan tahun ini akan menjadi akhir dari kelompok teror ISIS di Irak," kata Al-Abadi, sebagaimana dikutip Xinhua.</p><p>Mengenai krisis referendum dengan wilayah semi-otnomi Kurdi, Al-Abadi kembali menegaskan pendirian Baghdad "untuk tidak membahas referendum dengan siapa pun atau berunding sebelum hasil referendum tersebut dibatalkan".</p><p>"Kami tak bisa berdiri dengan tangan terlipat di hadapanupaya untuk memecah persatuan negeri ini. Setiap dialog mesti dilandasi atas persatuan Irak, undang-undang dasar dan penolakan terhadap referendum," kata Al-Abadi.</p><p>Ia juga menyeru pasukan keamanan Kurdi, yang dikenal dengan anam Peshmerga, "agar tidak bentrok dengan pasukan federal di daerah sengketa (yang terutama dikuasi oleh Peshmerga), sebab tanggung jawab keamanan adalah tugas pemerintah federal".</p><p>Pernyataan Al-Abadi dikeluarkan saat pasukan keamanan Irak melancarkan serangan untuk mengusir anggota ISIS dari Kota Hawijah dan daerah sekitarnya di Kirkuk Barat.</p><p>Kota Kirkuk adalah bagian dari daerah sengketa yang diklaim oleh Baghdad dan Wilayah Kurdi. Kebanyakan daerah sengketa berada di bawah kendali Peshmerga.</p><p>Operasi untuk membebaskan Hawijah dilancarkan saat ketegangan tinggi antara Pemerintah Baghdad dan Wilayah Semi-Otonomi Kurdistan setelah wilayah itu menyelenggarakan referendum kontroversial mengenai kemerdekaan Wilayah Kurdistan dan daerah sengketa di Provinsi Kirkuk, yang kaya akan minyak, dan beberapa bagian Provinsi Nineveh, Diyala serta Salahudin.</p><p>Referendum tersebut ditentang banyak pihak sebab itu akan mengancam persatuan Irak dan tindakan tersebut bisa merusak perang melawan ISIS.</p><p>Negara-negara tetangga seperti Turki, Iran dan Suriah juga memandang tindakan semacam itu akan mengancam keutuhan wilayah mereka, sebab banyak orang Kurdi tinggal di ketiga negara tersebut. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 12:18 WIB

Warga perbatasan RI-Malaysia siap sukseskan pilkada

Kecelakaan | 20 Juni 2018 - 12:07 WIB

Tiga jenazah penumpang KM Sinar Bangun ditemukan

Ekonomi | 20 Juni 2018 - 11:55 WIB

Distribusi LPG 3 Kg di Garut kembali normal

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 11:46 WIB

Komjen Iriawan: `Jangan ragukan saya`

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 11:37 WIB

Ribuan surat suara Pilkada Bandung rusak

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com