Sabtu, 22 September 2018 | 13:19 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames
emajels

/

Selidiki Medsos Calon Karyawan, Perusahaan Dianggap Langgar Privasi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) Sebagian rekaman percakapan antara Meegan Evans dengan seorang calon pemberi kerja.
(Courtesy: AustraliaPlus) Sebagian rekaman percakapan antara Meegan Evans dengan seorang calon pemberi kerja.
<p>Jika Anda menjadi salah satu dari kandidat terakhir di sebuah pekerjaan, kemungkinan calon bos Anda telah menemukan Anda di Facebook.</p><p>Jadi adakah yang salah dengan mereka meminta tautan ke profil Facebook Anda?</p><p>Itulah dilema yang dihadapi mantan warga Sunshine Coast, Queensland, yakni Meegan Evans -yang setelah melamar posisi sebagai pengasuh dan pengurus rumah tangga di Melbourne -diminta oleh pihak pemberi kerja untuk berbagi tautan ke halaman Facebook-nya.</p><p>Sebuah cuplikan percakapan di antara keduanya diunggah ke halaman Facebook ABC Brisbane pada hari Selasa (10/10/2017) pagi:</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p><strong>Pemberi kerja</strong>: Silakan kirim resume dan tautan ke Facebook</p> <p><strong>Pencari kerja</strong>: Apakah Anda ingin saya mengirimkan tautan ke akun Facebook saya?</p> <p><strong>Pemberi kerja</strong>: Ya, silahkan</p> <p><strong>Pencari kerja</strong>: Maaf, saya ingin menjaga kehidupan pribadi saya tetap personal di antara teman/keluarga. Semoga berhasil dalam pencarian Anda. Terima kasih.</p> <p><strong>Pencari kerja</strong>: Anda tidak ingin orang asing di rumah Anda merawat anak-anak Anda kecuali Anda memeriksanya dengan benar, kan?</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>Meegan mengatakan bahwa ia telah memberikan resume dan daftar referensi untuk posisi tersebut, mengira hal itu akan cukup.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Awalnya saya sangat terkejut dengan permintaan mereka karena saya pikir itu sangat invasif,&quot; ujar Meegan.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><div class="view-image-embed-full" > <div class="view-richTallCaptionByline linked" > <figure> <div class="component comp-image"> <img src="http://www.australiaplus.com/cm/rimage/9035958-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-sizes="auto" data-src="http://www.australiaplus.com/cm/rimage/9035958-16x9-thumbnail.jpg?v=2" data-srcset="http://www.australiaplus.com/cm/rimage/9035958-16x9-thumbnail.jpg?v=2 160w, http://www.australiaplus.com/cm/rimage/9035958-16x9-small.jpg?v=2 220w, http://www.australiaplus.com/cm/rimage/9035958-16x9-medium.jpg?v=2 460w, http://www.australiaplus.com/cm/rimage/9035958-16x9-large.jpg?v=2 700w " title="Medsos" alt="Berhati-hatilah jika mencampu-adukkan antara media sosial dan pekerjaan." class="lazyload" data-expand="0" /> </div> <figcaption> <div class="caption">Berhati-hatilah jika mencampu-adukkan antara media sosial dan pekerjaan.</div> <div class="comp-rich-text credit clearfix" id="comp-rich-text7" > <p>ABC News</p> </div> </figcaption> </figure> </div> </div><p>"Saya selalu ingin menjaga agar kehidupan pribadi dan pekerjaan saya terpisah dan saya harus diijinkan melakukannya tanpa ditanyai tentang keputusan saya.”</p><p>"Saya juga berpikir bahwa seseorang bisa dengan mudah salah menilai lewat media sosial dan karena itu saya berpikir bahwa memiliki referensi dan surat pemeriksaan polisi adalah indikator yang jauh lebih baik mengenai apakah seseorang akan cocok untuk sebuah pekerjaan atau tidak.”</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Lagian, mereka bisa memasang kamera dan mengawasi setiap gerakan saya, tapi apa yang saya lakukan di luar pekerjaan bukanlah urusan mereka.&quot;</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>Direktur utama Hays Specialist Recruitment Queensland, Darren Buchanan, mengatakan bahwa percakapan tersebut tidak mengejutkannya.</p><p>"Itu memang terjadi di pasar kerja, [tapi] saya kira itu belum begitu lazim," sebutnya.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Saya pikir apa yang lebih umum adalah orang-orang melihat halaman Facebook calon karyawan, tapi menurut saya, belumlah lazim bagi seseorang untuk benar-benar memintanya.”</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>"Tapi sangat mungkin hal itu akan muncul dan menjadi praktik yang lebih umum. Saya pikir pemberi kerja harus berhati-hati, sangat berhati-hati saat menanyakan hal itu."</p><p>Buchanan mengatakan, berbagi halaman Facebook bisa berdampak baik dan buruk terhadap calon karyawan.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Yang positif adalah jika Anda memiliki pemberi kerja yang ingin melihat apakah Anda sesuai secara budaya dengan bisnis mereka, maka halaman Facebook Anda berpotensi membantu dengan hal itu,&quot; sebut Buchanan.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>"Itu bisa merugikan jika ada unggahan di sana yang mungkin tidak menguntungkan Anda.”</p><p>"Jika seseorang menolak dan mengatakan bahwa mereka tidak mempekerjakan Anda karena halaman Facebook Anda, itu berpeluang menciptakan potensi diskriminasi."</p><p>Buchanan mengatakan, begitu penting untuk memeriksa halaman Facebook Anda sebelum melamar pekerjaan.</p><p>"Saya pikir belum banyak orang memikirkan konsekuensinya atau bagaimana dampaknya terhadap kesempatan kerja mereka," utaranya.</p><div class="comp-embedded-float-full" > <a href="#skipcontent8" class="access-hidden access-skip-link" title="Skip Facebook" onclick="WCMS.helpers.skipToContentFocus('skipcontent8')">Skip Facebook</a> <p class="access-hidden access-skip-notice">FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame. </p> <div class="view-facebook-post" id="facebook-embed9"> <iframe src="https://www.facebook.com/plugins/post.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fabcinbrisbane%2Fphotos%2Fa.114296864668.122116.59944789668%2F10155844175254669%2F%3Ftype%3D3&width=500" width="500" height="639" style="border:none;overflow:hidden" scrolling="no" frameborder="0" allowtransparency="true"></iframe> </div> <div id="skipcontent8"></div> <a href="/indonesian/fbfbpage/9035894" title="Jajak Pendapat " class="page-link" > FACEBOOK: Jajak Pendapat </a> </div><h3><strong>Bagaimana hukumnya?</strong></h3><p>Menurut pakar hukum tenaga kerja dari Shine Lawyers, yakni Will Barsby, belum ada undang-undang di Australia yang mencegah calon pemberi kerja untuk melihat halaman media sosial pencari kerja.</p><p>"Ini menunjukkan kekuatan media sosial sebagai proses penyaringan pra-kerja namun tidak ada undang-undang yang mencegah calon pemberi kerja meminta informasi tersebut," kata Barsby.</p><p>"Tentu saja sekarang ini ada kekaburan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan."</p><p>Ia mengatakan bahwa mereka yang sudah dipekerjakan harus berhati-hati dengan bagaimana mereka menyebutkan segala sesuatu tentang pekerjaan di media sosial.</p><p>"Sebagian besar kontrak kerja sekarang memiliki klausul media sosial yang mengatakan bahwa Anda tidak bisa menyebut keburukan perusahaan di Facebook dan platform lainnya," sebut Barsby.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Anda harus sangat berhati-hati jika mencantumkan pekerjaan di profil Anda sehingga pos Anda tidak digunakan sebagai senjata untuk melawan Anda sebagai alasan pemecatan.”</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>"Ada undang-undang yang melarang diskriminasi terhadap orang-orang dengan atribut yang dilindungi seperti jenis kelamin, ras, orientasi seksual, pandangan keagamaan atau politik mereka, yang mungkin menjadi hal yang Anda posting di media sosial.”</p><p>"Namun, saat Anda melamar pekerjaan, Anda perlu memiliki bukti bahwa Anda tidak mendapatkan pekerjaan itu karena apa yang calon atasan anda lihat di Facebook. Itu sulit dibuktikan."</p><h3><strong>Pemilik akun medsos sepakat dengan calon karyawan</strong></h3><p>Di halaman Facebook ABC Brisbane, sebagian besar sepakat bahwa dalam kasus Meegan, si calon pemberi kerja berada dalam posisi yang salah:</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Sikap khas dari pengusaha kecil, saya membayar Anda jadi saya memiliki anda.&quot; - <strong>Robert</strong></p> <p>&quot;Pelanggaran terhadap privasi. Kehidupan profesional dan pribadi benar-benar berbeda dan tidak memiliki refleksi pada individu untuk menjalankan pekerjaan mereka.&quot; - <strong>Andrew</strong></p> <p>&quot;Saya yakin banyak pengusaha melakukan pencarian Facebook dan memeriksa profil karyawan namun itu merupakan pelanggaran privasi dan sangat tidak sopan untuk bertanya seperti itu.&quot; - <strong>Sappy</strong></p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>Ada yang bilang, mungkin tidak ada gunanya membatasi Facebook Anda untuk diri sendiri:</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Pemberi kerja seharusnya tidak bertanya, tapi mereka berhak melakukan pencarian cepat di Google, termasuk di Facebook.&quot; - <strong>Rachel</strong></p> <p>&quot;Jika Anda tidak menyembunyikan apa-apa, mengapa tidak (memberi akun medsos kepada pemberi kerja).&quot; - <strong>Sinclair</strong></p> <p>&quot;Saya akan terkejut jika calon pemberi kerja tidak menguntit FB calon karyawan.&quot; -<strong>Meryl</strong></p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>Yang lain mengatakan mungkin - tapi itu semua tergantung pekerjaannya:</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Jika itu untuk posisi au pair, atau pengasuh yang tinggal di rumah, maka itu cukup adil, karena kehidupan pribadi mereka akan berada di rumah Anda sehingga Anda perlu mengetahuinya.&quot; - <strong>Kristy</strong></p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-10-10/facebook-employers-ask-to-see-profile-page-for-interview/9033722" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 22 September 2018 - 13:13 WIB

Presiden Vietnam meninggal akibat `sakit parah`

Musibah | 22 September 2018 - 12:49 WIB

Seorang janda Simpenan gantung diri akibat depresi

Event | 22 September 2018 - 12:37 WIB

Tiongkok taklukan Thailand di Turnamen Segitiga

Timnas Indonesia | 22 September 2018 - 12:25 WIB

Timnas putri U-16 Indonesia gagal lolos putaran kedua AFC U-16

Timnas Indonesia | 22 September 2018 - 12:13 WIB

Pemain Timnas U-16 Indonesia tak ingin terbuai kemenangan perdana

Pemilihan Presiden 2019 | 22 September 2018 - 11:51 WIB

Hasto: Nomor urut satu sarat pesan sejarah

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com