Kamis, 14 Desember 2017

Selidiki Medsos Calon Karyawan, Perusahaan Dianggap Langgar Privasi

Rabu, 11 Oktober 2017 10:40

(Courtesy: AustraliaPlus) Sebagian rekaman percakapan antara Meegan Evans dengan seorang calon pemberi kerja. (Courtesy: AustraliaPlus) Sebagian rekaman percakapan antara Meegan Evans dengan seorang calon pemberi kerja.
Ayo berbagi!

Jika Anda menjadi salah satu dari kandidat terakhir di sebuah pekerjaan, kemungkinan calon bos Anda telah menemukan Anda di Facebook.

Jadi adakah yang salah dengan mereka meminta tautan ke profil Facebook Anda?

Itulah dilema yang dihadapi mantan warga Sunshine Coast, Queensland, yakni Meegan Evans -yang setelah melamar posisi sebagai pengasuh dan pengurus rumah tangga di Melbourne -diminta oleh pihak pemberi kerja untuk berbagi tautan ke halaman Facebook-nya.

Sebuah cuplikan percakapan di antara keduanya diunggah ke halaman Facebook ABC Brisbane pada hari Selasa (10/10/2017) pagi:

Pemberi kerja: Silakan kirim resume dan tautan ke Facebook

Pencari kerja: Apakah Anda ingin saya mengirimkan tautan ke akun Facebook saya?

Pemberi kerja: Ya, silahkan

Pencari kerja: Maaf, saya ingin menjaga kehidupan pribadi saya tetap personal di antara teman/keluarga. Semoga berhasil dalam pencarian Anda. Terima kasih.

Pencari kerja: Anda tidak ingin orang asing di rumah Anda merawat anak-anak Anda kecuali Anda memeriksanya dengan benar, kan?

Meegan mengatakan bahwa ia telah memberikan resume dan daftar referensi untuk posisi tersebut, mengira hal itu akan cukup.

"Awalnya saya sangat terkejut dengan permintaan mereka karena saya pikir itu sangat invasif," ujar Meegan.

Berhati-hatilah jika mencampu-adukkan antara media sosial dan pekerjaan.
Berhati-hatilah jika mencampu-adukkan antara media sosial dan pekerjaan.

ABC News

"Saya selalu ingin menjaga agar kehidupan pribadi dan pekerjaan saya terpisah dan saya harus diijinkan melakukannya tanpa ditanyai tentang keputusan saya.”

"Saya juga berpikir bahwa seseorang bisa dengan mudah salah menilai lewat media sosial dan karena itu saya berpikir bahwa memiliki referensi dan surat pemeriksaan polisi adalah indikator yang jauh lebih baik mengenai apakah seseorang akan cocok untuk sebuah pekerjaan atau tidak.”

"Lagian, mereka bisa memasang kamera dan mengawasi setiap gerakan saya, tapi apa yang saya lakukan di luar pekerjaan bukanlah urusan mereka."

Direktur utama Hays Specialist Recruitment Queensland, Darren Buchanan, mengatakan bahwa percakapan tersebut tidak mengejutkannya.

"Itu memang terjadi di pasar kerja, [tapi] saya kira itu belum begitu lazim," sebutnya.

"Saya pikir apa yang lebih umum adalah orang-orang melihat halaman Facebook calon karyawan, tapi menurut saya, belumlah lazim bagi seseorang untuk benar-benar memintanya.”

"Tapi sangat mungkin hal itu akan muncul dan menjadi praktik yang lebih umum. Saya pikir pemberi kerja harus berhati-hati, sangat berhati-hati saat menanyakan hal itu."

Buchanan mengatakan, berbagi halaman Facebook bisa berdampak baik dan buruk terhadap calon karyawan.

"Yang positif adalah jika Anda memiliki pemberi kerja yang ingin melihat apakah Anda sesuai secara budaya dengan bisnis mereka, maka halaman Facebook Anda berpotensi membantu dengan hal itu," sebut Buchanan.

"Itu bisa merugikan jika ada unggahan di sana yang mungkin tidak menguntungkan Anda.”

"Jika seseorang menolak dan mengatakan bahwa mereka tidak mempekerjakan Anda karena halaman Facebook Anda, itu berpeluang menciptakan potensi diskriminasi."

Buchanan mengatakan, begitu penting untuk memeriksa halaman Facebook Anda sebelum melamar pekerjaan.

"Saya pikir belum banyak orang memikirkan konsekuensinya atau bagaimana dampaknya terhadap kesempatan kerja mereka," utaranya.

Skip Facebook

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

FACEBOOK: Jajak Pendapat

Bagaimana hukumnya?

Menurut pakar hukum tenaga kerja dari Shine Lawyers, yakni Will Barsby, belum ada undang-undang di Australia yang mencegah calon pemberi kerja untuk melihat halaman media sosial pencari kerja.

"Ini menunjukkan kekuatan media sosial sebagai proses penyaringan pra-kerja namun tidak ada undang-undang yang mencegah calon pemberi kerja meminta informasi tersebut," kata Barsby.

"Tentu saja sekarang ini ada kekaburan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan."

Ia mengatakan bahwa mereka yang sudah dipekerjakan harus berhati-hati dengan bagaimana mereka menyebutkan segala sesuatu tentang pekerjaan di media sosial.

"Sebagian besar kontrak kerja sekarang memiliki klausul media sosial yang mengatakan bahwa Anda tidak bisa menyebut keburukan perusahaan di Facebook dan platform lainnya," sebut Barsby.

"Anda harus sangat berhati-hati jika mencantumkan pekerjaan di profil Anda sehingga pos Anda tidak digunakan sebagai senjata untuk melawan Anda sebagai alasan pemecatan.”

"Ada undang-undang yang melarang diskriminasi terhadap orang-orang dengan atribut yang dilindungi seperti jenis kelamin, ras, orientasi seksual, pandangan keagamaan atau politik mereka, yang mungkin menjadi hal yang Anda posting di media sosial.”

"Namun, saat Anda melamar pekerjaan, Anda perlu memiliki bukti bahwa Anda tidak mendapatkan pekerjaan itu karena apa yang calon atasan anda lihat di Facebook. Itu sulit dibuktikan."

Pemilik akun medsos sepakat dengan calon karyawan

Di halaman Facebook ABC Brisbane, sebagian besar sepakat bahwa dalam kasus Meegan, si calon pemberi kerja berada dalam posisi yang salah:

"Sikap khas dari pengusaha kecil, saya membayar Anda jadi saya memiliki anda." - Robert

"Pelanggaran terhadap privasi. Kehidupan profesional dan pribadi benar-benar berbeda dan tidak memiliki refleksi pada individu untuk menjalankan pekerjaan mereka." - Andrew

"Saya yakin banyak pengusaha melakukan pencarian Facebook dan memeriksa profil karyawan namun itu merupakan pelanggaran privasi dan sangat tidak sopan untuk bertanya seperti itu." - Sappy

Ada yang bilang, mungkin tidak ada gunanya membatasi Facebook Anda untuk diri sendiri:

"Pemberi kerja seharusnya tidak bertanya, tapi mereka berhak melakukan pencarian cepat di Google, termasuk di Facebook." - Rachel

"Jika Anda tidak menyembunyikan apa-apa, mengapa tidak (memberi akun medsos kepada pemberi kerja)." - Sinclair

"Saya akan terkejut jika calon pemberi kerja tidak menguntit FB calon karyawan." -Meryl

Yang lain mengatakan mungkin - tapi itu semua tergantung pekerjaannya:

"Jika itu untuk posisi au pair, atau pengasuh yang tinggal di rumah, maka itu cukup adil, karena kehidupan pribadi mereka akan berada di rumah Anda sehingga Anda perlu mengetahuinya." - Kristy

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar