Kamis, 19 Oktober 2017

Pemetaan potensi konflik Papua jelang Pilkada serentak 2018

Rabu, 11 Oktober 2017 10:48

Ilustrasi. Foto: polri.go.id Ilustrasi. Foto: polri.go.id
Ayo berbagi!

Papua merupakan salah satu daerah yang menjadi daerah dengan tingkat prediksi terjadinya konflik saat berlangsungnya Pilkada serentak 2018. Salah satu penyebab terjadinya konflik di Papua ialah massa yang digerakkan oleh pasangan calon untuk bertindak anarkis.

Demikian diungkapkan Kapolda Papua, Irjen. Pol. Boy Rafli Amar saat berada di Kampus Akademi Kepolisian Semarang, Jawa Tengah, seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Paramayuda.

Selain telah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah rawan konflik, Boy mengatakan bahwa pihaknya juga telah melakukan pemetaan terhadap tokoh-tokoh adat, agama, maupun partai politik.

Menurut Boy, terkhusus sosialisasi terhadap partai politik dan pasangan calon beserta tim suksesnya, telah dilakukan sosialisasi tentang melakukan pesta demokrasi dengan cara yang damai terhadap masyarakat.

Adanya sosialisasi dan pemetaan terhadap pasangan calon menurut Boy dilandasi dengan pengalaman yang lalu, tim sukses dari pasangan calon yang ada, banyak menggerakkan tindakan yang anarkis.

Walaupun berpotensi konflik, Boy menyatakan, akan tetap berfokus dalam pembangunan masyarakat. Pembangunan masyarakat yang dimaksud ialah dengan mensosialisasikan langkah-langkah demokrasi yang damai, agar nantinya pesta demokrasi mendatang dapat berjalan dengan damai.

“Saat ini kita fokus kepada pembangunan kesadaran masyarakat untuk bisa melaksanakan pesta demokrasi ini dengan damai. Jadi kita fokus pada bagaimana mensosialisasikan demokrasi damai di Papua ini. Ini yang terus kita lakukan,” terangnya.

Penulis: Yuno

Editor: Dewi Rusiana

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-FrY

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar