Selasa, 24 Oktober 2017

`Wajah baru` Bawaslu

Rabu, 11 Oktober 2017 13:54

Ilustrasi. Foto: sindonews.com Ilustrasi. Foto: sindonews.com
Ayo berbagi!

Dalam menghadapi tahun politik yang akan jatuh pada 2018, beberapa instansi terkait penyelenggaraan pesta demokrasi tengah bersiap dan meramu agar jalannya pesta demokrasi tersebut dapat berjalan lancar. Presiden Joko Widodo pun tidak luput dari hiruk pikuk persiapan pesta politik tersebut.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) selaku pengawas jalannya Pemilu dan Pilkada serentak juga tengah melakukan persiapan. Menurut mantan Ketua Bawaslu yang juga mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP), Nur Hidayat Sardini, Bawaslu saat ini tidak seperti Bawaslu yang ada pada zaman ia menjadi ketua.

Menurutnya, Pemilu itu seperti sepak bola selalu terjadi pelanggaran. Pelanggaran yang terjadi seperti pelanggaran politik uang di pesta demokrasi, namun pelanggaran tersebut tidak boleh lagi ditoleransi. Terlebih di era Bawaslu saat ini, menurut Hidayat, yang memiliki upaya-upaya mempertegas melakukan tugasnya.

“Ada keinginan kuat dari Bawaslu, Bawaslu yang sekarang ini sama dengan terbitnya Undang-Undang Nomer 7 Tahun 2017. Semua kewenangan yang dulu hanya mimpi pada zaman saya, sekarang sudah terpenuhi semua syarat, baik dari sisi kewenangannya sama kuat, bahkan imbang dengan KPU (Komisi Pemilihan Umum). Jadi check and balance sudah terpenuhi,” kata dia.

"Tepat jika Bawaslu melakukan upaya-upaya mempertegas terhadap hal-hal yang terkait dengan tugasnya," demikian diungkapkan Nur Hidayat saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif Radio Elshinta.

Penulis: Yuno

Editor: Dewi Rusiana

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-FrY

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar