Sabtu, 21 Oktober 2017

Dipandang institusi yang disiplin, BNN libatkan TNI berantas narkotika

Rabu, 11 Oktober 2017 16:56

Ayo berbagi!

Badan Narkotika Nasional (BNN) libatkan TNI untuk berantas dan mencegah peredaran narkotika yang saat ini sudah masuk di segala sekmen usia dan semua level.

"Butuh orang yang tegas dalam menangani peredaran narkoba di Tanah Air, orang yang tegas tidak harus TNI siapapun orangnya asal tegas dan tidak kata kompromi setiap langkah yang dilakukan mulai pencegahan sampai penindakan ada peluang menduduki jabatan itu," ujar Anggota DPR RI komisi I Drs.,HM., Syaiful Bahri Ansori kepada Reporter Elshinta Efendi Moerdiono, Rabu (11/10).

Lebih lanjut Syaiful Bahri Ansori mengatakan, jabatan kepala BNN yang diberikan itu tentu mempunyai kriteria yang bagus dalam memilih karirnya sehingga dianggap mampu memegang jabatan tersebut dan siapapun berhak masuk termasuk tentara.

Bila pilihan itu jatuh kepada TNI yang punya kedisiplinan tinggi dengan masuknya TNI kedalam BNN diharapkan tidak mengurangi unsur-unsur pidananya.

Syaiful Bahri Ansori menambahkan, siapapun yang menjabat di BNN tidak ada main dengan `cukong-cukong` (pemilik modal) bandar narkotika, untuk memberantas peredaran, penyalahgunaan obat-obatan yang dilarang negara.

Syaiful memastikan masuknya barang yang dilarang itu tidak dilakukan seorang diri dipastikan ada beberapa kelompok dibelakang mereka yang ikut bermain baik preman, cukong dan mafia. Dirinya meminta penegakan hukum dalam penyimpan narkotika dihukum berat.

Dijelaskan Syaiful Bahri dalam memberantas jaringan narkotika perlu orang yang tegas, jika tidak akan menjadi ancaman bahaya bagi negara Indonesia terhadap keberlangsungan tegaknya merah putih di bumi Pertiwi.

"Sasaran bidik pengguna narkoba kalangan umur muda sebab pemuda sebagai pemenang estafet kepemimpinan bangsa ini menjadi aset yang penting yang diselamatkan bila tidak kehancuran yang akan melanda bangsa Indonesia," ujarnya.

Syaiful Bahri Ansori menyatakan bahwa dirinya mengapresiasi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) karena melibatkan TNI dalam penangan norkotika dan telah dibuktikan dengan dilantiknya Letkol CPM Ivan Eka Setya menjadi kepala BNN kota Cimahi dan Letkol Laut CPM Agus Musrichin menjadi kepala BNN kabupaten Malang.

Dicontohkan Syaiful Bahri ketika melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan di Polda, menyampaikan dihadapan undangan orang yang membackup atau yang membekingi narkotika dianggap juga sebagai pelaku sebagai pengedar bukan pengguna. Pihanya menginginkan orang yang membantu melakukan kejahatan narkoba tindakan hukum lebih berat.

Terkait hukum itu wewenang komisi III DPR RI namun Syaifu Bahri punya hak untuk bicara karena sempat dipansus BALEK yang juga membahas undang-undang narkoba.

Penulis: Devi Novitasari

Editor: Sigit Kurniawan

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar