Senin, 23 Oktober 2017

Siapkah Amerika menerima Agnez Mo?

Rabu, 11 Oktober 2017 18:26

Ayo berbagi!

Agnez Mo tidak pernah setengah-setengah jika melakukan sesuatu. Dikutip dari majalah Vogue majalah gaya hidup asal Amerika, Agnez memimpin sekelompok tim penari yang menampilkan koreografi rumit dalam single "Long as I Get Paid" dari album debut internasional "X" di lokasi pilihannya sendiri.

Agnez memang mengurusi banyak hal, tapi energinya membuncah.

"Saya harus memastikan apa yang saya bayangkan memang jadi kenyataan," kata Agnez di sela pengambilan gambar video klip.

"Kritikus paling besar adalah saya sendiri. Saya ingin semuanya sempurna. Ini bukan soal arogansi, ini tentang menyadari bahwa saya berevolusi dan bergerak ke arah yang benar."

Album "X" dianggapnya sebagai album paling personal, kini Agnez memasuki fase baru dalam karier yang sudah optimal sejak awal.

Meski masih pendatang baru di Amerika, Agnez sudah meniti karier sejak berusia 6 tahun di Asia, menjadi bintang pop yang lagu-lagunya menempati puncak tangga lagu selama dua dekade.

"Banyak seniman yang suka mengganti tim mereka, tapi saya tidak seperti itu karena saya percaya tim harus seperti keluarga," kata Agnez yang telah bekerjasama dengan Timbaland dan Danja.

"Saya mau bekerja dengan orang-orang yang ada di sana karena kita membuat sesuatu yang keren, bukan cuma karena mereka digaji. Ketika saya menemukan tim yang tepat, saya ingin terus bersama mereka."

Soal fashion, Agnez mengajak penata busana Monica Rose, penata rias Mylah Morales dan penata rambut Larry Sims untuk menciptakan visual dalam video musiknya dan membuat tampilannya menakjubkan.

"Yang saya sukai dari ketiga orang ini adalah mereka mendengarkan apa yang saya mau dan saya mendengarkan apa yang mereka mau," kata Agnez.

"Kami bertukar ide dan benar-benar berkolaborasi."

Rose mengatakan dirinya menyukai Agnez yang mau mengambil risiko. 

"Dia tak pernah bilang tidak dan selalu terbuka pada saran dan masukan."

Kemampuan Agnez beradaptasi juga membuat pekerjaan jadi lebih seru untuk Sims.

"Dia itu bunglon," kata Sims, menambahkan Agnez mengingatkannya pada saat dia baru bekerjasama dengan Lupita Nyong'o karena sang penyanyi penuh semangat untuk berkarya.

Sedangkan Moralez membandingkan Agnez dengan Rihanna, "Agnez punya visi yang dia inginkan, dan itu yang penting saat kau bekerjasama dengan seorang seniman."

Namun, bagi Agnez buah dari idenya bukan cuma soal baju-baju keren, tapi menyampaikan ceritanya, meski kadang bertentangan dengan pandangan sempit industri musik mengenai seniman perempuan dengan warna kulit tertentu.

Agnes berpendapat, musik yang dia ciptakan tidak seperti musik yang diasosiasikan dengan penyanyi perempuan Asia.

"Mereka melihat wajah saya dan berpikir, 'Oh, dia Asia, jadi musiknya akan seperti ini,-- saya sudah bertemu banyak orang yang mencoba mengendalikan saya."

Mengenai gaya busana yang berbeda, Agnez punya alasan tersendiri.

"Saya tidak mau tampil beda hanya karena ingin berbeda, itu bukan tujuan saya," kata dia.

"Saya hanya ingin jadi diri sendiri, otentik. Saya tumbuh dengan melihat budaya-budaya yang berbeda, mendengarkan beragam musik, belajar dari semua referensi itu, dan itulah yang membuat saya yang sekarang. Itu adalah bagian dari saya, dan itu yang ingin saya perlihatkan pada orang-orang."

Dengan video yang kini sudah ditonton 13 juta di YouTube, dan masih bertambah, sudah jelas Agnez Mo baru memulai perjalanannya. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar