Sabtu, 21 Oktober 2017

Ringankan petani tebu Djatiroto, PT Pertamina sediakan CSR Rp110 miliar

Rabu, 11 Oktober 2017 21:25

Ayo berbagi!

Agus Mashud selalu VP CSR dan Smepp PT. Pertamina melalui bantuan dana program kemitraan Rp110 miliar kepada petani di lingkungan pabrik gula Djatiroto, kabupaten Lumajang Jawa Timur dalam rangka meningkatkan ekonomi dari hasil tebu yang ditanam.

Bantuan kemitraan pengguliran dilakukan dengan komperhensif untuk memastikan sasaran tepat guna.

Agus Mashud yang didampingi Derektur Komersial PTPN XI Flora Pudji Lestari, bersama Dirut PTPN XI H. Mohammad Cholidi menyampaikan dalam penandatanganan perjanjian kerjasama bantuan yang dikucurkan itu daharapakan dapat meningkatkan hasil tebang tebu lebih baik dan pihanya tidak ingin petani mengalami gagal panen.

Memastikan bentuk hubungan kerja sama dengan baik Agus Mashud juga melihat pabrik gula Djatiroto dan tanaman tebu di perluasan HGU diantar langsung oleh General Manager H. Imam Sucipto dan Dirut PTPN XI.

Disampaikan Agus Mashud peningkatan petani dari tanaman tebu dipengaruhi dari beberapa aspek seperti bibit yang baik, perawatan, pemupukan, waktu panen dan iklim.

"Mudah mudahan bantuan kita (PT. Pertamina) kepada bapak-bapak dimanfaatkan dengan benar, diharapakan pendampingan yang dilakukan nantinya dapat meningkatkan hasil panen sesuai harapan", kata Agus dalam sambutannya dihadapi petani tebu, seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Efendi Murdiono, Rabu (11/10).

Agus juga memaparkan bahwa derektur komersial PTPN XI punya program bina lingkungan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kwalitas tebu rakyat.

Kata Agus dari Pertamina akan bertemu lagi dengan petani tiga atau enam bulan lagi untuk mengetahui manfaat dari kerjasama kemitraan itu yang terjalin ini diharapkan hubungan baik ini dapat mensejahterakan masyarakat petani tebu.

Jika ditahun sebelumnya ada dana bergulir mengalami ketersendatan waktu karna proses waktu yang cukup lama, kerjasama saat ini sudah dilakukan penandatanganan artinya tidak ada kendala cukup lama.

Glontornya bantuan itu di jelasakan Agung dibagi beberapa tahapan mulai tahap satu sampai tahap empat "Tahapan pertama hari ini setelah penandatanganan sebesar Rp 10 miliar, ditahan ke dua Pertamina mengucurkan bantuan sebanyak Rp 40 milyar, tahap ketiga Rp 20 miliar dan terakhir Rp 40 miliar", kata Agus sambil memanggil General Manager pabrik gula Djatiroto.

Agus memastikan bantuan itu selesai Desember 2017, bahwa administrasi bantuan itu tidak lepas dari peran pabrik gula Djatiroto sebagai persyaratan administrasi.

Penulis: Devi Novitasari

Editor: Sigit Kurniawan

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar