Selasa, 12 Desember 2017

Tak berizin, Pemkot Depok bisa stop proyek Apartemen TOD Pondok Cina

Rabu, 11 Oktober 2017 21:56

Ayo berbagi!

Wali Kota Depok Muhammad Idris protes dengan dilakukan peletakan batu pertama (ground breaking) Apartemen Stasiun Transit Oriented Development (TOD) Pondok Cina Jalan Lingkar Kampus, Blok Mawar, Pondok Cina, Beji, Kota Depok. Dikarenakan proyek prestis Perum Perumnas dan PT KAI ini belum mengantongi izin mendirikan bangun (IMB) dan izin lainnya.

Pantauan Reporter Elshinta Hendrik Isnaini Raseukiy, Rabu (11/10), tampak aktivitas pekerja di lokasi Apartemen TOD Pondok Cina.

"Jika belum ada IMB maka proyek TOD ini dapat menjadi masalah hukum. Pemkot Depok dapat menyetop perkerjaan proyek ini. Segala aktivitas, pengerjaan, promosi, dan pemansaran harus dihentikan," ujar Muhammad Idris di Balai Kota Depok.

Idris keberatan antivitas pembangunan tanpa mengindahkan peraturan hukum. Apalagi apartemen TOD ini adalah proyek nasional yang dilaksanakan oleh Perum Perumnas dan PTKAI didukung oleh Kementerian BUMN.

Ketika dilakukan ground breaking, Senin (2/10), hadir Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PUPR Basuki Hadimlujono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro. Sedangkan Walkot Depok Muhammad Idris memboikot acara tersebut.

"Belum ada IMB. Saya tidak tahu siapa yg bikin istilah groun breaking. Belum ada IMB, sudah groud breaking aja. Bikin masalah," kesal Idris.

Sebutnya, pihak kontraktor baru hanya mengajukan uji air. "Hanya itu yang mareka lakukan," sebutnya.

Idris, instruksikan aparatnya untuk melakukan penindakah kepada proyek apartemen TOD ini dari akan dirurunkan tim ke TOD. nantinaka turun dari Satpol PP dan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP).

Dikonfirmasi, Kabid Pengawasan DPMPTSP A. Oting mengatakan, A oting, akan memeriksa tentang legalitas proyek ini. Bila belum memiliki izin sama sekali maka menjadi kewenangan Satpol PP untuk mengambil tindakan.

"TOD belum mengatongi izin semua urusan, penguasaan ada di Satpol PP. Kami mendampingi," sebutnya.

Di acara ground breaking tersebut, Direktur Pemasaran Perum Perumnas Muhammad Nawir, sebutkan Aptemen TOD Pondok Cina ini bakal mempunyai 3400 unit yang berdiri di lahan seluar 27 ribu meter per segi, 4 tower masing-masing 49 lantai.

"Di sini dibangun tipe 32 one bad room dengan harga per meter sekitar Rp7 juta. Keunggulan dari TOD ini adalah dekat dengan jalur KRL yaitu Stasiun KRL Pondok Cina," sebut Nawir.

Sebelumnya Muhammad Nawir merupakan Komisaris PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) anak usaha perusahaan pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Wijaya Karya bangun gedung (WIKA Gedung).

Penulis: Devi Novitasari

Editor: Sigit Kurniawan

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar