Senin, 24 September 2018 | 23:24 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Kebakaran hebat di California: 'Seperti terkena ledakan bom nuklir, hancur total'

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Skala kebakaran hebat yang melanda California, Amerika Serikat, dalam beberapa hari terakhir tergambarkan oleh warga setempat yang berhasil menyelamatkan diri.</p><p>Salah satu kota yang paling parah terkena dampak kebakaran adalah Santa Rosa, di utara San Francisco, dengan semua distrik di kota ini hancur.</p><p>Valerie Schropp, warga Santa Rosa, kepada BBC mengatakan dirinya tak pernah melihat kebakaran hutan dan semak sehebat ini.</p><p>Ia mengatakan api seperti menerjang kota dan meluluh-lantakkan rumah dan bangunan yang ada. </p><p>Dave Larson menggambarkan daerah tempat tinggalnya seperti terkena bom nuklir. &quot;Hancur total... luluh lantak. Tak ada yang tersisa, seperti melihat daerah yang terkena ledakan bom nuklir,&quot; katanya. </p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41563492">Sentra anggur di California dilanda kebakaran hebat, puluhan ribu mengungsi</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/07/160724_dunia_kebakaran_california">Kebakaran hutan California menyebabkan ratusan orang mengungsi</a></li> <li><a href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/08/150804_dunia_california_kebakaran">Belasan kebakaran hutan landa California, A</a></li> </ul><p>Larson melihat sendiri bagaimana api datang hanya dalam hitungan menit. &quot;Saya merasakan hawa yang sangat panas... saya tak punya banyak waktu untuk membawa barang-barang ke tempat penampungan. Sekarang semuanya hancur. Hancur total,&quot; kata Larson. </p><p>Warga lain di California, Bill Mikan, mengatakan ia sekarang tak punya tetangga setelah 30 rumah di kawasan yang ia diami dimakan api. </p><p>&quot;Saya sungguh sedih. Saya mengungsi pada Minggu malam. Ketika saya kembali untuk mengecek, seluruh rumah tetangga hancur. Hanya rumah saya yang masih berdiri. Saya tak punya tetangga sekarang,&quot; kata Mikan.</p><h3>Setidaknya 17 orang tewas</h3><p>Jumlah korban tewas akibat kebakaran hutan dan semak di California, Amerika Serikat, dipastikan mencapai setidaknya 17 orang hingga Rabu (11/10) pagi waktu setempat.</p><p>Dari 17 orang yang tewas, sembilan di antaranya terjadi di Sonoma.</p><p>Lebih dari 150 orang lainnya masih dinyatakan hilang, meski diperkirakan sebagian mungkin disebabkan oleh proses evakuasi yang berlangsung kacau, yang membuat pendataan tak bisa dilakukan secara rapi.</p><p>Kepala pemadam kebakaran California, Ken Pimlott, kepada BBC mengatakan api telah membakar wilayah seluas 26.000 hektare dalam 24 jam terakhir. </p><p>Ia mengatakan aparat pemerintah mencoba melacak orang-orang yang masih dinyatakan hilang, tapi ia khawatir mereka tak bisa diselamatkan yang membuat jumlah korban tewas meningkat. </p><p>&quot;Tentu saja, kami berharap mereka yang hilang ini mengungsi bersama keluarga atau kawan atau sudah menyelamatkan diri meninggalkan kota,&quot; kata Pimlott.</p><p>&quot;Api bergerak dengan sangat cepat dan ada ribuan are kawasan yang belum bisa kami cek,&quot; tambahnya.</p><p>Dua ribu rumah dan bangunan hancur total dimakan api.</p><p>Kebakaran juga menyebabkan lebih dari 91.000 rumah dan bangunan tidak mendapatkan aliran listrik.</p><p>Kebakaran di California kali ini adalah yang paling buruk dalam sejarah dan asapnya bisa terlihat dari jarak 100 kilometer.</p><p>Tidak diketahui secara pasti bagaimana api yang bermula pada Minggu (08/10) malam bergerak dengan sangat cepat. Namun yang pasti, pergerakan api dibantu oleh angin kencang yang mencapai 96 km/jam.</p><p>Tingkat kelembaban yang rendah digabung dengan cuaca yang kering dan panas juga diperkirakan membuat api menyebar dengan sangat cepat.</p><p>Kecepatan angin pada Selasa malam dan Rabu (11/10) dini hari waktu setempat mereda yang membantu regu-regu pemadam kebakaran menguasai kobaran api.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 24 September 2018 - 22:05 WIB

Divonis 13 tahun penjara, SAT ajukan banding

Ekonomi | 24 September 2018 - 21:57 WIB

PKS: Generasi milenial harus didorong jadi petani

Aktual Dalam Negeri | 24 September 2018 - 21:45 WIB

Polda antisipasi aksi balas dendam suporter Persija

Musibah | 24 September 2018 - 21:23 WIB

Pengemudi truk ditemukan meninggal di rest area

Manajemen | 24 September 2018 - 21:15 WIB

Alasan mengapa pelaku usaha perlu berinvestasi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com