Selasa, 12 Desember 2017

Polda Metro gelar operasi penertiban rotator dan sirine

Rabu, 11 Oktober 2017 22:15

Foto: www.poskotanews.com Foto: www.poskotanews.com
Ayo berbagi!

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan yang berhak memasang lampu isyarat atau rotator dan atau sirine adalah mereka yang memiliki kewenangan menggunakan dan memakainya.

Adapun yang dapat memasangnya antara lain petugas kepolisian, pemadam kebakaran, tim penyelamat, ambulan, pengawalan untuk tni, mobil Derek di jalan Tol, mobil petugas di jalan tol, serta petugas pengawasan sarana dan prasarana jalan tol.

Hal tersebut dijelaskan Kasubdit gakkum Polda Metro Jaya, AKBP Budianto.  

Menurutnya, penggunaan lampu isyarat atau rotator telah diatur Undang-Undang. Lampu isyarat sendiri menurutnya terdapat beberapa jenis.

“Ada yang warna merah, yang kedua adalah biru, dan ketiga adalah kuning. Warna biru itu digunakan oleh petugas Kepolisian Indonesia. Untuk yang merah itu pemadam kebakaran, rescue, kemudian ambulan, kemudian untuk pengawalan TNI dan sebagainya. Warna kuning tanpa sirine, itu digunakan oleh mobil derek, petugas patrol jalan tol, petugas pengawasan jalan tol, termasuk petugas kebersihan jalanan,” terangnya.

Pernyataan Budianto tersebut juga disampaikan terkait operasi yang digelar Ditlantas Polda Metro Jaya pada pada Rabu (11/10).

"Operasi ini gabungan dengan satuan petugas kendaraan bermotor untuk penertiban lampu isyarat atau rotator atau sirine tanpa hak," tandasnya.

Penulis: Frans Yuno.

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar