Jumat, 17 Agustus 2018 | 14:34 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

21 anak ikuti Program Sehari Jadi Menteri

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: www.tempo.co.
Foto: www.tempo.co.
<p>Sebanyak 21 anak dari Aceh hingga Papua mengikuti program "Sehari Menjadi Menteri" yang diadakan di Gedung Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta Pusat, Rabu (11/10).</p><p><br></p><p>Seperti dilaporkan Reporter elshinta, Asep Rosidin, acara tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang diwakili Deputi Tumbuh Kembang Anak, Lenny Rosalin.</p><p><br></p><p>“Di indikator, Kabupaten Kota layak anak ada 24 indikator. Indikator nomor 7 adalah tentang perkawinan anak, Stop perkawinan anak adalah ciri dari sebuah kabupaten atau kota yang layak anak adalah tidak ada perkawinan anak. Ini kerja berat, karena semua provinsi masih punya PR ini,” kata Lenny.</p><p><br></p><p>Lenny menambahkan, parlemen muda (21 anak yang mengikuti program tersebut) yang sudah aktif dan masuk ke dalam proses partisipasi anak melalui parlemen, kalau di forum anak menurutnya ada partisipasi anak untuk pembangunan. </p><p><br></p><p>"Ini bisa terintegrasi karena anak-anak mulai kita libatkan dari musyawarah perencanaan pembangunan desa. Ini yang juga jadi PR dari 12 Provinsi," kata Lenny.</p><p><br></p><p>Pencegahan terhadap perkawinan anak harus dimulai saat ini menurut Lenny, namun ia mengatakan bahwa jangan sampai pencegahan perkawinan anak tersebut terjadi setelah anak sudah drop off dari sekolah.</p><p><br></p><p>“Saya informasikan, tempat pembelajaran keluarga oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dibentuk ditingkat provinsi dan kabupaten kota, dilengkapi dengan tenaga professional berupa psikolog,” terangnya.</p><p><br></p><p>Menurutnya, adanya tempat pembelajaran keluarga tersebut mungkin menjadi satu-satunya lembaga yang gratis untuk memberikan pelayanan bagi keluarga tentang bagaimana keluarga-keluarga tersebut bisa belajar how to mature. "Bagaimana tumbuh kembang anak dan perawatan anak dari berbagai dimensi agar semua anak Indonesia dapat dipenuhi hak-haknya dan mereka kita lindungi dari kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi,” tandasnya. </p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Frans Yuno.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 14:28 WIB

Lapas Banjarmasin rayakan HUT Kemerdekaan RI ke-73 dengan berbagai lomba

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 14:14 WIB

Plh Bupati Kudus sebagai Irup pada upacara detik-detik Proklamasi HUT RI ke-73

Musibah | 17 Agustus 2018 - 13:49 WIB

Menteri BUMN: Seluruh penumpang KMP Bandeng selamat

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 13:38 WIB

588 narapidana LP Kerobokan terima remisi Kemerdekaan RI

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 13:21 WIB

37 napi Rutan Tanjung Gusta Klas IA Medan bebas

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 09 Agustus 2018 - 16:46 WIB

Polisi ungkap kasus pembunuhan SPG di Blora

Kamis, 09 Agustus 2018 - 13:41 WIB

PAN gelar rakernas putuskan arah koalisi Pilpres

Rabu, 08 Agustus 2018 - 09:41 WIB

Posisi tidur terbaik menurut ahli kesehatan

Minggu, 05 Agustus 2018 - 16:37 WIB

Dishub Yogyakarta: Jumlah becak kayuh makin berkurang

Kamis, 02 Agustus 2018 - 07:33 WIB

Pelatih Persebaya Alfredo Vera mengundurkan diri

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com