Minggu, 17 Desember 2017

Pemerintah akan blokir nomor prabayar jika tak registrasi ulang

Rabu, 11 Oktober 2017 22:47

Foto: Redaksi. Foto: Redaksi.
Ayo berbagi!

Pemerintah akan memberlakukan peraturan registrasi kartu prabayar dengan validasi kartu kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil). Bagi pelanggan prabayar yang tidak melakukan registrasi ulang kartu selularnya hingga batas waktu yang ditentukan maka akan dilakukan pemblokiran.

Demikian diungkapkan Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika, Ahmad M. Ramli seperti yang dilaporkan Reporter elshinta, Ragil Lestari.

"Ketentuan diberlakukannya sejak tanggal 31 Oktober 2017," kata Ramli.

Sementara untuk batas akhir registrasi ulang kartu prabayar bagi pelanggan lama hingga 28 Februari 2018. Ahmad mengatakan bahwa hal ini bukanlah sesuatu yang sulit jika dilakukan dengan mengikuti prosedur yang benar.

Ia mengatakan bagi siapa yang tidak melakukannya, akan dikenakan sanksi. Salah satunya adalah dengan pemblokiran terhadap layanan panggilan keluar dan layanan pesan singkat keluar. Sementara untuk ketentuannya terhitung sejak 30 hari kalender sejak diberlakukannya ketentuan tersebut.

“Jadi silahkan nanti mengikuti prosedur dengan benar, karena tanpa melakukan itu, akan terkena berbagai akibat misalnya pemblokiran layanan panggilan keluar atau out going call dan layanan pesan singkat keluar jika tidak melakukan registrasi setelah 30 hari kalender sejak tanggal diberlakukannya diumumkan," ujar Ramli.

Selain itu, lanjutnya juga akan dilakukan pemblokiran layanan in coming call dan layanan pesan singkat (SMS) jika tidak melakukan registrasi ulang paling lambat 15 hari kalender sejak pemblokiran dan pemblokiran layanan internet paling lambar 15 hari kalender sejak tanggal pemblokiran layanan sebagaimana dimaksud poin sebelumnya.

Adanya registrasi ini, menurut Ramli merupakan upaya dalam penyalahgunaan nomer pelanggan terutama pelanggan prabayar, sebagai komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap konsumen serta untuk kepentingan national single identity.

Penulis: Frans Yuno.

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar