Selasa, 12 Desember 2017

Tuntut uang tunggu

Deadlock, aksi pekerja PT Solo Roda Plastik

Rabu, 11 Oktober 2017 23:23

Foto : Sutini. Foto : Sutini.
Ayo berbagi!

Ratusan pekerja PT Solo Roda Indah Plastik kembali menggelar aksi damai di depan perusahaan untuk menuntut pembayaran uang tunggu, setelah pada aksi sebelumnya dijanjikan oleh pihak manajemen akan ditemui oleh pemilik perusahaan hari ini, Rabu (11/10).

Aksi damai para pekerja digelar di depan perusahaan yang berada di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus, dengan cara berorasi dan berdoa sambil membawa bendera menunggu kepastian soal pembayaran uang tunggu sebesar 32,5 persen dari upah minimum kabupaten (UMK) pasca mereka dirumahkan dua bulan yang lalu. 

Permasalahan perburuhan ini menjadi polemik setelah tidak adanya upaya penyelesaian dari pihak perusahaan. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Kudus, Bambang Tri Waluyo mengatakan pihaknya berupaya memfasilitasi para pekerja untuk mendapatkan hak-haknya. Apalagi hari ini direncanakan pihak owner akan menemui para pekerja ternyata gagal. "Kami menyayangkan tidak ada itikad baik dari pemilik, justru yang disuruh menemui para pekerja mereka yang tidak mempunyai kewenangan untuk mengambil keputusan", ujarnya.

Bambang mengutarakan agar permasalahan tersebut tidak berlarut-larut pihaknya telah memberikan deadline 3 hari bagi managemen perusahaan untuk dapat mendatangkan owner, guna diajak berunding. "Kalau sampai batas waktu yang kami berikan dilanggar, maka akan kami serahkan ke tim advokasi para pekerja", ucapnya seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Sutini.

salah satu pekerja, Ana (37) mereka datang kembali untuk menagih janji perusahaan yang akan menyelesaikan permasalahan hari ini. "Kami menunggu pembayaran uang tunggu dari perusahaan yang tak kunjung diberikan", keluhnya.

Ditambahkan, sebelumnya para pekerja telah dijanjikan pembayaran uang tunggu pada tanggal 29 September 2017 lalu, namun mundur. Kemudian disepakati hari ini pemilik akan menemui para pekerja namun ternyata tidak datang.

"Sejak tanggal 25 September 2017, semua pekerja yang jumlahnya sebanyak 317 pekerja telah dirumahkan. Awalnya, perusahaan merumahkan sebagian pekerja pada bulan Juli 2017 dan sebagian ada yang pada bulan Agustus 2017. Kami dijanjikan uang tunggu selama belum di PHK. Karena pihak perusahaan mengaku bangkrut", paparnya.

Ana berharap tidak ada PHK, karena para pekerja masih membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya.

Sementara itu, aksi ratusan pekerja kali dikawal ketat aparat Polres Kudus yang langsung dipimpin

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar