Selasa, 24 Oktober 2017

Kena PHK massal, mantan supir taksi alih propesi curi motor

Rabu, 11 Oktober 2017 23:39

Foto: Hendrik Raseukiy Foto: Hendrik Raseukiy
Ayo berbagi!

Berdalih terbelit masalah pekerjaan lantara terkena PHK massal sebagai supir sebuah perusahaan taksi ternama, HD (37) nekat jadi pencuri motor. Tandem dengan adiknya KD (36), mengaku telah pernah tujuh kali mencuri motor di sejumlah tempat di Kota Depok dan Kota Bekasi, Jawa Barat.

Ulah dua bersaudara ini terendus aparat Reskrim Polresta Depok. Pasangan kompak jahat ini pun diringkus di rumah kontrakan meraka di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa (10/10).

Disebutkan Kasat Reskrim Polresta Depok Kompo Putu Khalis Aryana kepada Reporter Elshinta Hendrik Isnaini Raseukiy, Rabu (11/10). Polah HD dan KD ini terendus sejak kasus pencurian motor di parkiran Masjid Al Muklis, Jalan Tumaritis, Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok, Jabar pada 5 September 2017. Saat itu, keduanya mengambil motor Yamaha Vixion milik seorang jemaah masjid yang sedang menunaikan shalat subuh.

Ditemui di Mapolres Kota Depok, Rabu (11/10), HD mengaku dulunya sempat bekerja sebagai sopir taksi di salah satu perusahaan taksi ternama selama beberapa tahun.

"Tapi sekitar empat lalu kena PHK massal. Diberhentikan karena taksi biasa susah dapat sewa. Susah cari duit di Taksi," ujarnya..

Aksi beraksi, HD mengajak adiknya KD dengan berbongan satu motor. Dengan berbekal kunci huruf T, HD menjebol stop kontak motor kurban kemudian dibawa kabur. Bagian tugas ini dilakukan secara bergantian.

Sebut Kompol Aryana, para pelaku ini spesialis beraksi saat waktu-waktu sepi yang sulit terpantau, seringkali pada dinihari.

"Sekarang sudah kami tahan. Sedang kami periksa untuk jaringan yang lebih luas. Mareka mengaku ada Bos sebagai penadah. Sedang kami buru. Untuk kedua mereka ini kami sangkakan dengan pasa Pasal 363 KUHP yang mengatur kasus pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," sebut Aryana.

Ternyata motor-motor curian tersebut dijual hanya dengan harga Rp2,5 kepada penadah.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar