Selasa, 24 Oktober 2017

Wartawan Kudus gelar aksi solidaritas untuk wartawan Banyumas

Rabu, 11 Oktober 2017 23:47

Foto : Sutini. Foto : Sutini.
Ayo berbagi!

Sebanyak 20an Wartawan Kudus Jateng mengelar Aksi Solidaritas untuk wartawan Banyumas yang mengalami kekerasan dari aparat kepolisian dan Satpol PP Banyumas, saat meliput pembubaran paksa demo warga yang menolak pembangunan PLTPB Gunung Slamet didepan kantor Bupati Banyumas Senin malam lalu. Sebelum melakukan orasinya, para wartawan Kudus ini berjalan dari ruang wartawan ke kawasan alun-alun simpang tujuh Kota Kudus, dengan mengenakan kostum warna hitam dan membawa aneka poster bertuliskan pernyataan sikap. 

Ketua Persatuan Wartawan Kudus (PWI) Kudus Saiful Annas mengatakan aksi yang mereka lakukan sebagai bentuk solidaritas dari wartawan Kudus terhadap sesama wartawan yang mengalami kekerasan oleh aparat. Dimana kejadian seperti ini tidak hanya sekali terjadi tetapi berulang-ulang diberbagai daerah. "Kami sangat menyayangkan adanya kejadian kekerasan terhadap para wartawan yang sedang melakukan peliputan, sebelumnya terjadi di Rembang, kali ini dialami rekan-rekan wartawan di Banyumas", ungkap Annas usai berorasi, Rabu (11/10) seperti dilaporkan Kontributor elshinta, Sutini.

Annas sapaan akrabnya, dalam melakukan peliputan para wartawan atau jurnalis dilindungi UU Pers dan juga kode etik. Sehingga tidak selayaknya diperlakukan seperti itu, dengan dirampas kamera, dihapus foto maupun rekaman, dipukul bahkan diintimidasi. "Dalam bekerja kami selalu mengunakan kode etik jurnalistik, jadi kami tahu tata cara dan etika dalam peliputan", ujarnya.

Ia menjelaskan alasan aksi para wartawan Kudus mengenakan kostum hitam, hal ini sebagai simbol rasa turut berduka atas kejadian kekerasan terhadap wartawan yang kerap terjadi. 

"Semua peserta aksi kali ini memang sengaja mengenakan baju maupun kaos hitam sebagai simbol rasa turut berduka cita atas kembali terjadinya tindak kekerasan yang dialami para wartawan di Banyumas. Kami berharap kejadian ini tidak terjadi didaerah lain", paparnya.

Koordinator lapangan, Siti Merie mengungkapkan aksi keprihatinan yang digelar wartawan Kudus merupakan aksi spontanitas sebagai bentuk solidaritas akan kejadian yang menimpa beberapa wartawan di Banyumas. "Kami berharap kejadian seperti ini tidak terjadi di Kudus, karena selama ini, sudah dibangun komunikasi yang baik. Kami minta semua saling menghormati profesi masing-masing", imbuhnya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Kudus, Djati Solechah menyatakan jika akan tetap membangun komunikasi yang baik dengan para wartawan, sebab keberadaan mereka cukup penting. Senada Kasubbag Humas Polres Kudus, AKP Sumbar Priyono. kedua pejabat tersebut, kemudian mendapatkan buket bunga dari korlap dan ketua PWI Kudus sebagai ungkapan saling menghargai profesi. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar