Kamis, 19 Oktober 2017

Spanyol jatuhkan ultimatum kepada Catalunya

Kamis, 12 Oktober 2017 03:00

BBC Indonesia BBC Indonesia
Ayo berbagi!

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy memberikan tenggat waktu kepada pemimpin wilayah Catalunya, Carles Puigdemont, untuk memberikan penjelasan resmi apakah wilayah itu telah menyatakan kemerdekaan.

Jika Carles Puigdemont memang mengukuhkan bahwa Catalunya telah menyatakan memisahkan diri dari Spanyol, atau jika ia tidak memberikan jawaban, maka ia akan diberi ultimatum untuk menarik deklarasi kemerdekaan sebelum Kamis pekan depan (19/10).

Jika pemimpin Catalunya gagal memenuhi tuntutan tersebut maka pemerintah pusat dapat memohon penggunaan Pasal 155 Undang-Undang Dasar untuk mempertegas kembali pemerintahan langsung di Catalunya.

"Seruan ini -sebelum langkah-langkah lain yang mungkin akan diambil pemerintah berdasarkan Pasal 155 Konstitusi - berusaha menawarkan kejelasan dan keamanan dari persoalan yang begitu penting," kata PM Rajoy setelah menghadiri sidang darurat kabinet, Rabu (11/10).

"Tindakan ini mendesak diambil guna mengakhiri situasi yang terjadi di Catalunya - untuk mengembalikannya ke dalam situasi yang aman dan tenang secepat mungkin."

'Siap membela'

Ketua parlemen Catalunya - yang mendukung pemisahan diri - Carme Forcadell telah memperingatkan agar pemerintah tidak menerapkan pemerintahan langsung dari pusat atas wilayah tersebut.

Dikatakannya ia yakin banyak orang akan siap mempertahankan pemerintahan sendiri di Catalunya.

Menyusul hasil referendum yang dimenangkan oleh kubu yang menginginkan Katalunya memisahkan diri dari Spanyol, Presiden Catalunya, Carles Puigdemont, telah meneken deklarasi kemerdekaan, namun menyatakan pemisahan diri ditunda untuk memungkinkan dialog dengan pemerintah pusat.

Sejak awal pemerintah Spanyol pimpinan Perdana Menteri Mariano Rajoy menganggap referendum tidak sah dan akan mengambil langkah apa saja untuk mencegah pemisahan diri Catalunya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar