Minggu, 23 September 2018 | 16:34 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

KPK harap pelaku penyerangan Novel Baswedan segera ditemukan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: elshinta.com/Dody
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Foto: elshinta.com/Dody
<p>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengharapkan pelaku penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan segera ditemukan, pasca-enam bulan penyerangan dengan menggunakan air keras.</p><p>"Sejak Selasa 11 April subuh itu, artinya sudah enam bulan setelah penyerangan dan KPK tentu saja berharap pelaku segera ditemukan dan kami berharap hal itu bisa dilakukan semaksimal mungkin oleh pihak yang berwenang dalam hal ini tentu tim yang sudah dibentuk secara khusus oleh Polri," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/10).</p><p>Menurut dia, KPK masih mempercayai Polri untuk menemukan pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan.</p><p>"Kami percaya Polri melakukan upaya dan investigasi-investigasi untuk menemukan itu. Saya rasa itu harapan KPK, harapan Novel, harapan pihak keluarga, dan harapan publik juga," ucap Febri.</p><p>Ia pun menyatakan bahwa KPK dan Polri masih terus berkoordinasi terkait perkembangan pengusutan kasus penyerangan Novel. </p><p>"Koordinasi masih terus kami lakukan. Namun, perkembangan terakhir memang belum ditemukan siapa tersangka dalam penyerangan itu, Jadi, kami harapkan ini bisa ditemukan karena kami yakin sekali masyarakat menunggu hal ini," tuturnya.</p><p>Sementara itu, soal keluarga Novel yang meminta dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), Febri menyatakan bahwa itu merupakan kewenangan dari Presiden.</p><p>"TGPF itu kan kewenangannya pada Presiden, artinya mungkin lebih tepat direspons atau pilihan-pilihan apa yang bisa dilakukan itu oleh Presiden, karena kami dengar permintaan dari pihak keluarga adalah kepada Presiden sehingga kalau bagi KPK sendiri akan tetap berkoordinasi dengan Polri," kata Febri.</p><p>Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyatakan, lembaganya akan mendatangi Mabes Polri untuk menanyakan kembali terkait perkembangan pengusutan kasus penyerangan Novel. </p><p>"Ya nanti kami lihat kembali, mungkin kami akan datang ke sana lagi untuk menanyakan kembali lagi bagaimana perkembangannya," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (10/10). </p><p>Novel sendiri dijadwalkan akan menjalani operasi mata tahap kedua di salah satu rumah sakit di Singapura pada Sabtu (21/10) mendatang.</p><p>Sebelumnya, operasi mata Novel tahap pertama telah dilakukan pada Kamis (17/8) lalu.</p><p>Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya.</p><p>Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017.</p><p>Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan KTP-elektronik (KTP-el). (Ant) </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pemilihan Presiden 2019 | 23 September 2018 - 16:25 WIB

Hasto: Deklarasi kampanye damai tak boleh disia-siakan godaan kekuasaan

Aktual Olahraga | 23 September 2018 - 16:12 WIB

APC: Pembukaan Asian Para Games akan semeriah Asian Games 2018

Aktual Olahraga | 23 September 2018 - 15:52 WIB

INAPGOC selesaikan arena pendukung Asian Para Games 25 September

Pendidikan | 23 September 2018 - 15:39 WIB

Mendikbud akan bentuk direktorat khusus tangani siswa disabilitas

Badminton | 23 September 2018 - 15:27 WIB

Anthony rebut juara Tiongkok Terbuka usai kalahkan Momota

Pemilihan Presiden 2019 | 23 September 2018 - 15:15 WIB

TKN Jokowi dilarang bicara negatif terkait Prabowo-Sandi

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com