Minggu, 22 Juli 2018 | 10:15 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

8 Langkah Optimalkan Pemasukan agar Hari Tua Terjamin

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
courtesy https://www.cermati.com/artikel/8-langkah-optimalkan-pemasukan-agar-hari-tua-terjamin
courtesy https://www.cermati.com/artikel/8-langkah-optimalkan-pemasukan-agar-hari-tua-terjamin
<p>Masa muda merupakan masa yang paling tepat untuk memikirkan karier dan masa depan. Masa depan bukan hanya masa yang dilewati saat usia masih produktif, melainkan juga perlu dipikirkan masa setelah pensiun sesudah tidak produktif lagi. Apakah terlalu dini memikirkan hal-hal tersebut? Kerja saja belum sudah berpikir pensiun nanti? Tentu saja jawabannya tidak.</p> <p>Persiapan pensiun tidak bisa dihadapi dalam waktu 1-2 tahun saja. Ingat, Anda pensiun misalnya pada usia normal 55 tahun. Sementara Anda masih punya usia harapan hidup misalnya saja sampai usia 70 tahun. Lantas, siapakah yang akan membiayai hidup Anda dari usia 55-70 tahun tersebut, sedangkan Anda sudah tidak produktif lagi?</p> <p>Di sinilah pentingnya persiapan pensiun. Makin dini mempersiapkan biaya untuk pensiun, makin ringan nantinya usaha Anda untuk memenuhi kebutuhan selama pensiun nanti. Siapa yang akan membiayai hidup setelah pensiun adalah hasil usaha Anda saat masih produktif. Mulai dari tabungan hingga investasi. Ada banyak produk investasi ataupun tabungan yang bertujuan untuk persiapan dana pensiun. Apa saja itu? Berikut ini ulasannya.</p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Simak 5 Cara Menabung untuk Masa Tua bagi Pekerja Kantoran" href="https://www.cermati.com/artikel/simak-5-cara-menabung-untuk-masa-tua-bagi-pekerja-kantoran" target="_blank">Simak 5 Cara Menabung untuk Masa Tua bagi Pekerja Kantoran</a></strong></p> <h2><strong>1. Menabung Segera agar Punya Dana Pensiun yang Cukup</strong></h2> <p style="text-align: center;"><strong><img src="https://image.cermati.com/q_70/x304ng6jt0zfw6oeywun" alt="Tabungan Hari Tua"><br></strong>Siapkan Tabungan untuk Hari Tua Nanti agar Masa Tua Terjamin</p> <p>Dalam mempersiapkan dana pensiun, baik melalui tabungan atau investasi, tidak pernah ada istilah terlalu dini. Jika baru memulai, fokuslah pada penghematan sebanyak yang bisa Anda lakukan. Kalau mendekati masa pensiun nanti, pertimbangkan untuk meningkatkan kontribusi terhadap tabungan atau dengan mengikuti program jaminan sosial.</p> <h2><strong>2. Sudah Perhitungkan Kebutuhan Saat Pensiun secara Cermat</strong></h2> <p style="text-align: center;"><strong><img src="https://image.cermati.com/q_70/cmkdtd5hlbowxdr9hj7z" alt="Kebutuhan Pensiun"><br></strong>Rencanakan Kebutuhan Pensiun Nanti</p> <p>Mengetahui berapa banyak yang dibutuhkan saat pensiun adalah hal yang penting. Jadi, tidak hanya membuat penghematan tanpa tujuan saja. Dengan begitu, investasi lebih mudah dilakukan dan bisa memberikan hasil yang memuaskan.</p> <p>Jangan lupa untuk tetapkan tolok ukur dan rencana yang tepat. Kalau perlu, gunakan kalkulator pensiun untuk membantu menentukan pada usia berapa mungkin bisa pensiun. Dan berapa banyak yang mungkin perlu Anda investasikan dan simpan untuk melakukannya.</p> <h2><strong>3. Jangan Boros, Ingat Masa Depan Masih Panjang</strong></h2> <p style="text-align: center;"><strong><img src="https://image.cermati.com/q_70/wsfylrluookgxihiqehm" alt="Pengeluaran Bulanan"><br></strong>Batasi Pengeluaran yang Tak Perlu</p> <p>Fokus menabung mulai hari ini, terutama jika Anda baru saja mulai mempersiapkan uang untuk masa pensiun. Mulailah menabung dan berinvestasi sebanyak yang Anda bisa sekarang. Biarkan aset Anda berkembang untuk menghasilkan pendapatan terbaik.</p> <p>Hasil investasi jangan diambil, lakukan investasi kembali untuk <a title="menghasilkan&#xA0;pemasukan berlipat" href="https://www.cermati.com/artikel/pundi-pundi-makin-tebal-dengan-12-cara-menghasilkan-uang-tambahan-ini" target="_blank">menghasilkan&#xA0;pemasukan berlipat</a>. Semakin banyak bisa berinvestasi saat muda, semakin baik Anda menikmati hasilnya nanti.</p> <h2><strong>4. Lakukan Investasi Jangka Panjang</strong></h2> <p style="text-align: center;"><strong><img src="https://image.cermati.com/q_70/ovotvmgvxw6bflwzt4y8" alt="Investasi Jangka Panjang"><br></strong>Lakukan Investasi Jangka Panjang</p> <p>Periksa anggaran untuk rencana investasi jangka panjang. Anda mungkin perlu membatasi sejumlah pengeluaran dengan melakukan penghematan biaya, seperti batasi kebiasaan makan di luar atau pengeluaran lainnya. Di internet biasanya banyak lembar kerja anggaran <em>online</em> dan kalkulator arus kas yang dapat membantu Anda menentukan ke mana uang dibelanjakan dan cara membuat anggaran yang baik.</p> <h2><strong>5. Masukkan Persiapan Pensiun dalam Anggaran Pengeluaran Bulanan</strong></h2> <p style="text-align: center;">&#xA0;<img src="https://image.cermati.com/q_70/eyzl2z0pzxbxjlyiyzcm" alt="Budget Bulanan"><br>Jangan Lupa untuk Memasukkan Alokasi Dana Pensiun ke Anggaran Bulanan</p> <p>Mengingat Anda tak bisa produktif selamanya maka persiapan dana pensiun ibarat kebutuhan pokok bulanan lainnya. Jadi, jangan dinomorduakan dan dilupakan karena Anda akan menyesal nanti saat sudah masuk usia pensiun tanpa persiapan dana yang cukup.</p> <cermati data-banner="asuransi-kesehatan-button">&#xA0;</cermati> <h2><strong>6. Jangan Lupa Dana Darurat</strong></h2> <p style="text-align: center;"><img src="https://image.cermati.com/q_70/moijlqiquudmm5hqqbfb" alt="Dana Darurat"><br>Dana Darurat Penting Sekali untuk Ada dalam Keuangan&#xA0;</p> <p>Dana darurat idealnya dalam bentuk tabungan yang bisa dicairkan setiap saat. Besarannya enam kali dari penghasilan bulanan. Ini sangat penting untuk disiapkan saat menghadapi kondisi darurat semisal kecelakaan. Jika tidak dipersiapkan, Anda akan terjebak utang yang justru makin membebani nantinya.</p> <p>Solusi lain adalah ikut program asuransi kesehatan. Pastikan juga jika ingin ikut asuransi, Anda sudah siap dengan anggaran rutin untuk membayar premi. Prinsipnya, persiapan dana pensiun dalam bentuk investasi bulanan jangan sampai terganggu.</p> <h2><strong>7. Cari Penghasilan Sampingan</strong></h2> <p style="text-align: center;">&#xA0;<img src="https://image.cermati.com/q_70/qteoikrgkghtysmrgau4" alt="Penghasilan Tambahan"><br>Dapatkan Sebanyak-Banyaknya Penghasilan Tambahan untuk Makin Memperkokoh Keuangan</p> <p>Jika penghasilan dari pekerjaan utama saat ini dirasa kurang mencukupi kebutuhan hidup, solusinya adalah mencari karier dan penghasilan yang lebih baik lagi. Jalan lain adalah dengan&#xA0;<a title="mencari pekerjaan tambahan" href="https://www.cermati.com/artikel/4-tips-mencari-pekerjaan-sampingan-tanpa-mengganggu-pekerjaan-utama" target="_blank">mencari pekerjaan tambahan</a> untuk menambah penghasilan.</p> <p>Usaha sampingan ini jangan sampai mengganggu pekerjaan utama agar Anda tetap bisa bekerja secara profesional. Jangan ambil usaha sampingan yang memberatkan. Ambil saja pengalamannya. Sebab kelak jika pensiun, usaha sampingan tersebut tetap bisa Anda lanjutkan.&#xA0;Jadi, jangan hanya pengeluaran yang dihemat, pemasukan juga harus ditambah</p> <p>Intinya, dalam mempersiapkan dana pensiun, Anda juga perlu uang tambahan. Jangan hanya membelanjakannya. Contoh praktis lainnya, apabila Anda tak bisa menambah penghasilan, hal ini bisa dilakukan. Setiap kali menerima kenaikan gaji, tingkatkan persentase kontribusi Anda untuk investasi persiapan pensiun. Setidaknya, setengah dari uang tambahan baru tersebut dialokasikan ke rencana pensiun.</p> <h2><strong>8. Sejauh Mana Kesiapan Menghadapi Masa Pensiun</strong></h2> <p style="text-align: center;">&#xA0;<img src="https://image.cermati.com/q_70/i6o4q8uudphfnclmkkyi" alt="Jaminan Hari Tua"><br>Perhitungkan Seberapa Siap Nantinya dalam Menghadapi Pensiun</p> <p>Ada banyak rumusan kalkulator pensiun di internet. Anda bisa mencoba salah satu rumusannya. Beberapa indikator yang digunakan adalah usia Anda saat ini, prediksi berapa biaya hidup per bulan yang dibutuhkan, asumsi usia pensiun standar 55 tahun, usia hidup hingga 75 tahun, dan inflasi tiap tahun.</p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="4 Cara Ubah Hari Buruk di Kantor Jadi Menyenangkan" href="https://www.cermati.com/artikel/4-cara-ubah-hari-buruk-di-kantor-jadi-menyenangkan" target="_blank">4 Cara Ubah Hari Buruk di Kantor Jadi Menyenangkan</a></strong></p> <h2><strong>Masa Pensiun Harusnya Menikmati Bukannya Masih Terbebani</strong></h2> <p>Salah satu kekhawatiran para pekerja yang masih produktif sekarang ini adalah saat mereka memikirkan masa pensiun nantinya. Sayang, kecilnya penghasilan atau tuntutan gaya hidup mewah saat ini telah membuat mereka terlalu asyik hingga lupa memikirkan perencanaan keuangan untuk masa depan.</p> <p>Lakukan evaluasi secara berkala persiapan dana pensiun sehingga Anda tidak perlu khawatir lagi kelak akan kesulitan keuangan. Karier yang sukses saat ini harus diimbangi dengan perencanaan keuangan yang matang sehingga kehidupan dan keluarga menjadi lebih baik lagi nantinya.</p> <p><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Mau Pensiun Dini? Ini Cara Menyiapkannya" href="https://www.cermati.com/artikel/mau-pensiun-dini-ini-cara-menyiapkannya" target="_blank">Mau Pensiun Dini? Ini Cara Menyiapkannya</a></strong></p> <cermati data-banner="asuransi-kesehatan-banner">&#xA0;</cermati><p>Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di <a href="https://www.cermati.com/artikel/8-langkah-optimalkan-pemasukan-agar-hari-tua-terjamin">Cermati.com</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Kecelakaan | 22 Juli 2018 - 09:58 WIB

Petugas butuh 12 jam untuk evakuasi truk solar

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 09:45 WIB

JCH lansia jadi prioritas utama haji di Tanah Suci

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 09:33 WIB

Dirjen PAS: Kejadian di Sukamiskin masalah serius

Ekonomi | 22 Juli 2018 - 09:16 WIB

Harga telur di Sidoarjo kembali normal

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 08:52 WIB

Tiga calhaj embarkasi Jakarta tertunda keberangkatannya

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 08:34 WIB

Puskes Haji: Tangani jamaah pingsan dengan tenang

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com