Senin, 11 Desember 2017

Berbeda dari Indonesia, Isi Ulang E-money di 6 Negara ini Gratis

Kamis, 12 Oktober 2017 14:00

courtesy https://www.cermati.com/artikel/berbeda-dari-indonesia-isi-ulang-e-money-di-6-negara-ini-gratis courtesy https://www.cermati.com/artikel/berbeda-dari-indonesia-isi-ulang-e-money-di-6-negara-ini-gratis
Ayo berbagi!

Polemik pengenaan biaya tambahan isi ulang uang elektronik akhirnya disudahi dengan keluarnya kebiijakan Bank Indonesia yang meregulasinya. Tetapi, tidak semua orang serta merta menyetujuinya, ada sebagian orang yang beranggapan bahwa isi ulang e-money tidaklah harus dikenakan biaya.

Opini masyarakat ini diperkuat dengan membanding-bandingkan regulasi e-money di Indonesia dengan regulasi e-money di negara lain. Masyarakat meyuarakan bahwa isi ulang e-money di negara-negara lain seperti, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Inggris, tidak dikenakan biaya administrasi.

Oleh sebab itu, mereka menginginkan Indonesia mengadopsi kebijakan yang sama dengan negara lain terkait isi ulang e-money. Tapi, apakah benar di luar negeri isi ulang tidak dikenakan biaya tambahan? Lalu, negara masa saja yang menerapkan top-up e-money gratis? Baca ulasan berikut.

Baca Juga: Bayar Tol Wajib Gunakan E-Money Berlaku Oktober 2017

1. Malaysia

e-money di malaysiaisi ulang e-money di malaysia gratis

Tidak usah jauh-jauh dulu, di negara tetangga kita, Malaysia, sudah lebih dulu menerapkan pembayaran dengan metode cashless. Khususnya, metode pembayaran dengan menggunakan e-money ini digunakan untuk membayar ongkos transportasi publik dan pembelanjaan pada toko ritel layaknya di Indonesia.

Sama seperti di Indonesia, kartu-kartu e-money yang beredar di Indonesia diterbitkan oleh lembaga bank dan nonbank. Tetapi, sektor nonbank lebih mendominasi menghadirkan kartu e-money.

Dalam peraturan bank sentralnya, Bank Negara Malaysia, tidak dijelaskan kalau ada biaya tambahan untuk melakukan top up e-money. Berbeda dengan di Indonesia, biaya administrasi isi ulang sudah diatur oleh bank sentralnya.

2. Singapura

Setelah dari Malaysia, kita bergeser sedikit ke negara tetangga lainnya, Singapura. Negara dengan symbol kepala singa ini juga sudaj sejak lama memberlakukan metode pembayaran nontunai sebelum rakyat Indonesia sibuk memperdebatkan biaya isi ulang e-money.

Berbicara tentang biaya isi ulang e-money, Singapura tidak mengenakan biaya tambahan bagi warganya yang akan melakukan isi ulang. Hal ini juga dipertegas oleh pernyataan Alvin Lie, Anggota Ombudsman Republik Indonesia dalam wawancaranya di salah satu media online di Indonesia, bahwa isi ulang e-money di negara lain seperti Singapura tidak dikenakan biaya tambahan.

3. Hongkong

e-money di hongkongliburan ke Hongkong

Negara di kawasan Asia lainnya yang tidak mengenakan biaya tambahan saat melakukan isi ulang e-money adalah Hongkong. Bagaimana tidak, di Hongkong sendiri kartu e-money sudah diterbitkan sejak tahun 1997 untuk keperluan pembayaran pada lini transportasi. Salah satu kartu e-money yang popular di Hongkong adalah Octopus Card.

Bahkan, di Hongkong sistem pada e-money menggunakan skema sharing cost. Apa itu? Sharing cost adalah skema di mana pihak penerbit e-money dan pihak jasa transportasi bekerja sama menanggung semua biaya investasi infrastruktur e-money.

Dengan demikian, beban biaya bank atau perusahaan penerbit kartu e-money berkurang. Jadi, pihak penerbit e-money bisa memberikan diskon kepada para penggunanya. Tidak heran kalau di Hongkong, 95% warganya sudah menggunakan uang elektronik.

 

4. Jepang

Masih tetap pada benua kuning. Jepang memang terkenal akan kemajuan teknologinya yang pesat dan bisa mengimbangi perkembangan teknologi di Eropa dan Amerika. Sudah tidak diragukan lagi kalau yang namanya uang elektronik sudah lama hadir di negeri matahari terbit ini. Salah dua kartu e-money yang terkenal di negara ini adalah Suica dan Pasmo.

Penggunaan kartu e-money di Jepang lebih meluas karena selain untuk pembayaran transportasi dan sektor ritel, kartu ini bisa digunakan untuk membeli makan di restoran, minum kopi di kafe, belanja baju di pusat perbelanjaan, dan lain sebagainya. Oh iya, tentunya tidak ada surcharge dalam setiap isi ulangnya ya.

Baca Juga: Isi Ulang E-money Sudah Ada Aturannya. Mau Gratis? Simak Tipsnya

5. Inggris

e-money di inggrisdi Inggris e-money digunakan juga untuk naik subway

Meluncur ke Eropa, Inggris juga sudah menerapkan pembayaran nontunai untuk segala lini pembelanjaan. Bahkan, Oyster Card (nama e-money di Inggris) bisa digunakan untuk pembayaran di seluruh Inggris Raya. Awalnya memang kehadiran kartu e-money di Inggris digunakan untuk membayar ongkos jika menggunakan transportasi publik, seperti bus, kereta api, subway, dan lain sebagainya.

Terlebih, transportasi di negeri Ratu Elizabeth ini terkenal dengan kenyamanannya. Jadi pemerintah menambah kemudahan menggunakan transporatasi dengan menyelaraskannya dengan pemabayaran nontunai. Oh iya, sebagai turis di sini Anda diharuskan membeli kartu e-money yang berbeda dengan pribumi. Tapi tenang, tidak ada biaya tambahan untuk setiap isi ulangnya. Selain itu, setelah tidak digunakan, kartu e-money bisa di-refund dengan uang.

6. Australia

Lompat ke benua Australia, segala macam pembayaran pun didominasi dengan pembayaran nontunai. Bedanya, di negeri kangguru ini pembayaran nontunai dilakukan dengan kartu debit MasterCard untuk pembelanjaan di mana saja, bukan dengan kartu e-money.

Sedangkan untuk pembayaran ongkos transportasi, ada kartu khusus lagi, yaitu kartu Electronic Road Pricing (ERP). Untuk melakukan isi ulang pada kartu ini, caranya hampir sama dengan di Indonesia, yaitu Anda bisa mengisinya di halte bus dan minimarket. Bedanya, tidak ada biaya tambahan saat melakukan isi ulang.

Lalu Kenapa di Indonesia Isi Ulang E-money Bayar

Di Indonesia sendiri, bank sentralnya mengatur biaya tambahan untuk setiap isi ulang e-money. Biayanya tidak boleh lebih dari Rp1500 per isi ulang. Namun, hal itu bukan tanpa tujuan. Surcharge yang dibebankan pada masyarakat ini nantinya akan digunakan sebagai dana pemeliharaan teknologi dari mesin e-money.

Pemerintah Indonesia Membagikan Kartu E-money Gratis

e-money gratispemerintah akan membagikan e-money gratis di gardu-gardu tol via okeinfo.net

Sebagai rencana pemerintah yang akan memberlakukan pembayaran nontunai pada tol, tim elektronifikasi berencana akan membagikan kartu e-money gratis pada masyarakat. Tapi tunggu dulu, hanya kartunya saja yang gratis, saldo di dalam kartunya tetap harus dibayar ya.

Promo ini berlaku mulai dari tanggal 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017. Jadi, nantinya tim khusus akan membagikan kartu e-money yang bisa digunakan untuk e-toll. Promo diadakan pada gardu-gardu tol. Bagi yang kelupaan atau belum memiliki kartu e-money untuk tol bisa memanfaatkan promo ini.

Isi Ulang pada Bank Penerbit Kartu E-money agar Gratis

Memang, Bank Indonesia sudah menetapkan biaya tambahan untuk setiap transaksi isi ulang kartu e-money. Akan tetapi, ada juga isi ulang yang tidak dikenakan biaya administrasi, yaitu dengan mengisi ulang kartu pada mesin ATM bank penerbit. Jadi, untuk hemat, miliki kartu e-money sesuai dengan bank Anda ya.

Baca Juga: Sudah Punya E-Money? Ini Jenis dan Daftar Produk yang Banyak Digemari

 

Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di Cermati.com

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar