Sabtu, 18 Agustus 2018 | 01:56 WIB

Daftar | Login

Macro Ad

/

Irak perintahkan tangkap penyelenggara referendum kemerdekaan Kurdi

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Hendreen Mohammed Saleh, tokoh referendum kemerdekaan Kurdi. Foto: Antara
Hendreen Mohammed Saleh, tokoh referendum kemerdekaan Kurdi. Foto: Antara
<p>Pemerintah Irak pada Rabu (11/10) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk ketua komisi referendum Kurdi dan dua ajudannya, setelah mereka menggelar pemilihan pada 25 September 2017, yang memberikan dukungan besar terhadap kemerdekaan Kurdi.</p><p>Penyelenggaraan Referendum pada sebuah wilayah mandiri di Irak utara, yang dikendalikan oleh Kurdi, telah menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kemelut yang lebih luas.</p><p>Turki dan Iran menentang referendum tersebut, dan kedua negara itu memiliki jumlah penduduk Kurdi yang cukup besar. </p><p>Seorang juru bicara Dewan Yudisial Irak mengatakan bahwa surat perintah penangkapan untuk Hendreen Mohammed dan para ajudannya dikeluarkan oleh pengadilan Baghdad. Mereka dinilai melanggar putusan pengadilan (Irak) yang menyatakan pemungutan suara kemerdekaan merupakan perbuatan yang tidak sah.</p><p>Seorang pejabat kementerian kehakiman di Daerah Pemerintahan Kurdistan (KRG) menolak keputusan pengadilan Baghdad dam menganggapnya sebagai "keputusan yang terpancing secara politis" dan mengatakan bahwa peradilan KRG sendiri berkedudukan mandiri dari Baghdad.</p><p>Belum diketahui bagaimana Baghdad dapat melakukan penangkapan tersebut karena pasukan pemerintah pusat tidak memiliki kekuatan hukum di wilayah KRG.</p><p>Pemerintah pusat Irak telah mengambil tindakan berupa hukuman atas pemungutan suara kemerdekaan, menjatuhkan sanksi kepada bank bank di wilayah Kurdi dan melarang penerbangan internasional ke wilayah tersebut.</p><p>Baghdad juga berusaha untuk memaksakan kendalinya atas operator telepon genggam yang beroperasi di wilayah Kurdistan dan memindahkan kantor pusatnya ke ibu kota untuk meningkatkan tekanan kepada otoritas KRG, demikian laporan kantor berita Reuters.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 22:14 WIB

1.202 warga binaan Rutan Depok dapat remisi

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 21:57 WIB

Kado HUT Kemerdekaan RI, 24 napi Lapas Lowokwaru hirup udara bebas

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 21:47 WIB

200 napi Bojonegoro dapat remisi di HUT RI ke-73

Event | 17 Agustus 2018 - 21:21 WIB

Indonesia taklukkan Laos 3-0

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 21:17 WIB

HUT RI ke-73, Indonesia belum merdeka dari narkoba

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 20:53 WIB

Usai jadi inspektur upacara, Wali Kota Medan pesan hargai jasa pahlawan

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 09 Agustus 2018 - 16:46 WIB

Polisi ungkap kasus pembunuhan SPG di Blora

Kamis, 09 Agustus 2018 - 13:41 WIB

PAN gelar rakernas putuskan arah koalisi Pilpres

Rabu, 08 Agustus 2018 - 09:41 WIB

Posisi tidur terbaik menurut ahli kesehatan

Minggu, 05 Agustus 2018 - 16:37 WIB

Dishub Yogyakarta: Jumlah becak kayuh makin berkurang

Kamis, 02 Agustus 2018 - 07:33 WIB

Pelatih Persebaya Alfredo Vera mengundurkan diri

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com