Jumat, 22 Juni 2018 | 12:38 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Langkah antisipasi jika NIK diblokir

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: koditips.com
Ilustrasi. Foto: koditips.com
<p>Saat ini pemerintah terlihat tengah melakukan pembenahan guna terwujudnya single identity yang terus digaungkan. Dengan memanfaatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Dukcapil berupaya untuk terus menertibkan kepemilikan NIK masyarakat.</p><p>Kepada Elshinta, Kamis (12/10), Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, tidak sedikit masyarakat yang tidak menghargai NIK-nya masing-masing, yang menyebabkan satu orang bisa memiliki NIK lebih dari satu.&nbsp;</p><p>Namun, kata dia, dengan pemberlakuan pendaftaran ulang kartu seluler dengan berbasis NIK, maka nantinya masyarakat diharapkan akan lebih menghargai NIK mereka.<br></p><p>Menurut Zudan, saat melakukan pendaftaran kartu seluler, masyarakat hendaknya mengisi NIK terakhir yang dimiliki. Bagi siapa pun yang memiliki lebih dari satu NIK, Zudan mengatakan, jika NIK-nya ternyata sudah diblokir, itu adalah sebuah sanksi.<br></p><p>Saat ditanya langkah apa yang harus dilakukan masyarakat jika nantinya NIK berstatus terblokir, Zudan menjawab, “Pertama dia harus insyaf dulu karena telah melakukan kesalahan, kemudian berkaca, saya punya NIK berapa, pernah pindah berapa kali, dia harus mengingat-ingat juga, bukalah kartu keluarganya. Karena NIK itu selain ada di KTP ada juga di Kartu Keluarga (KK).”<br></p><p>Zudan mengimbau bahwa mulai sekarang bagi masyarakat cobalah untuk memikirkan dokumen kependudukan dan dokumen pribadi masing-masing. Pasalnya, menurut Zudan, jika kita mengabaikan dokumen kependudukan, separuh nyawa sama saja hilang.<br></p><p>“Ke depan, kalau nggak ingat NIK, nggak ingat nomor KK, separuh layanan kita akan hilang. Karena sebagai warga negara, kunci pertamanya ada di Nomor Induk Kependudukan (NIK). Bila tidak punya NIK, maka tidak terdaftar sebagai warga negara," ujarnya.&nbsp;<br></p><p>Dia mengatakan, jika mendapat kesulitan saat mencari NIK saat hendak melakukan pendaftaran ulang kartu prabayar, setelah insyaf, maka cobalah datang ke kantor Kecamatan. Jika masih kesulitan, Zudan mengimbau untuk mendatangi Dinas Dukcapil.<br></p><p>“Bila ke Dinas Dukcapil masih kesulitan, hubungi call center Dirjen Dukcapil di 1500-537. Kami juga sudah berkoordinasi kepada enam penyelenggara seluler itu, kalau ada masalah, kontak ke Dirjen Dukcapil. Karena dalam prakteknya, akan ada masyarakat yang lupa terhadap NIK-nya,” paparnya.&nbsp;</p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno</p><p>Editor: Dewi Rusiana</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 22 Juni 2018 - 12:30 WIB

Pendatang baru di DKI diminta segera lapor RT/RW

Hukum | 22 Juni 2018 - 12:13 WIB

Aman Abdurrahman divonis hukuman mati

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 10:28 WIB

Presiden Jokowi kunjungan kerja ke Jatim

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com