Kamis, 19 Oktober 2017

Langkah antisipasi jika NIK diblokir

Kamis, 12 Oktober 2017 13:01

Ilustrasi. Foto: koditips.com Ilustrasi. Foto: koditips.com
Ayo berbagi!

Saat ini pemerintah terlihat tengah melakukan pembenahan guna terwujudnya single identity yang terus digaungkan. Dengan memanfaatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), Dukcapil berupaya untuk terus menertibkan kepemilikan NIK masyarakat.

Kepada Elshinta, Kamis (12/10), Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, tidak sedikit masyarakat yang tidak menghargai NIK-nya masing-masing, yang menyebabkan satu orang bisa memiliki NIK lebih dari satu. 

Namun, kata dia, dengan pemberlakuan pendaftaran ulang kartu seluler dengan berbasis NIK, maka nantinya masyarakat diharapkan akan lebih menghargai NIK mereka.

Menurut Zudan, saat melakukan pendaftaran kartu seluler, masyarakat hendaknya mengisi NIK terakhir yang dimiliki. Bagi siapa pun yang memiliki lebih dari satu NIK, Zudan mengatakan, jika NIK-nya ternyata sudah diblokir, itu adalah sebuah sanksi.

Saat ditanya langkah apa yang harus dilakukan masyarakat jika nantinya NIK berstatus terblokir, Zudan menjawab, “Pertama dia harus insyaf dulu karena telah melakukan kesalahan, kemudian berkaca, saya punya NIK berapa, pernah pindah berapa kali, dia harus mengingat-ingat juga, bukalah kartu keluarganya. Karena NIK itu selain ada di KTP ada juga di Kartu Keluarga (KK).”

Zudan mengimbau bahwa mulai sekarang bagi masyarakat cobalah untuk memikirkan dokumen kependudukan dan dokumen pribadi masing-masing. Pasalnya, menurut Zudan, jika kita mengabaikan dokumen kependudukan, separuh nyawa sama saja hilang.

“Ke depan, kalau nggak ingat NIK, nggak ingat nomor KK, separuh layanan kita akan hilang. Karena sebagai warga negara, kunci pertamanya ada di Nomor Induk Kependudukan (NIK). Bila tidak punya NIK, maka tidak terdaftar sebagai warga negara," ujarnya. 

Dia mengatakan, jika mendapat kesulitan saat mencari NIK saat hendak melakukan pendaftaran ulang kartu prabayar, setelah insyaf, maka cobalah datang ke kantor Kecamatan. Jika masih kesulitan, Zudan mengimbau untuk mendatangi Dinas Dukcapil.

“Bila ke Dinas Dukcapil masih kesulitan, hubungi call center Dirjen Dukcapil di 1500-537. Kami juga sudah berkoordinasi kepada enam penyelenggara seluler itu, kalau ada masalah, kontak ke Dirjen Dukcapil. Karena dalam prakteknya, akan ada masyarakat yang lupa terhadap NIK-nya,” paparnya. 

Penulis: Yuno

Editor: Dewi Rusiana

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-FrY

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar