Minggu, 22 Juli 2018 | 13:24 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Separuh angkot di Bandung sudah dikandangkan

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Antara
Ilustrasi. Foto: Antara
<p>Ketua harian Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) Jawa Barat Anton Ahmad Fauzi mengatakan kehadiran layanan pemesanan sarana transportasi via daring membuat hampir separuh angkutan kota di Bandung raya dikandangkan.</p><p>"Jumlah angkot yang ada di Bandung raya 15.000 angkot, hampir 50 persen tidak operasional karena sudah tidak masuk ke hitungan usahanya," kata Anton saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (12/10).</p><p>Anton mengatakan penurunan operasi angkot terjadi dalam setahun terakhir, seiring dengan makin banyaknya layanan pemesanan transportasi via daring, yang umumnya bertarif lebih rendah ketimbang angkutan umum konvensional.</p><p>Penurunan pendapatan angkot, menurut dia, membuat para sopir tidak bisa menutup biaya setoran ke pengusaha angkot sehingga mobil-mobil angkutan terpaksa harus dikandangkan.</p><p>"Boro-boro untuk setor, untuk dibawa pulang ke rumah juga mereka ketar-ketir," kata dia.</p><p>Ia melanjutkan kehadiran layanan transportasi berbasis aplikasi tidak hanya mengancam angkot saja, namun juga moda transportasi lain seperti ojek, dan becak.</p><p>"Efeknya ke transportasi yang sudah eksis duluan, bukan hanya angkot saja," kata dia.</p><p>Dia berharap pemerintah pusat segera mengeluarkan kebijakan mengenai layanan transportasi berbasis aplikasi.&nbsp;</p><p>"Kita tidak anti terhadap&nbsp;online, tapi yang harus ditekankan adalah regulasinya harus jelas," kata dia.</p><p>Sementara itu, pengamat transportasi Djoko Setijowarno memandang kehadiran layanan pemesanan transportasi daring tidak berbanding lurus dengan pembukaan lapangan kerja baru, namun justru mematikan usaha yang sudah berlangsung.</p><p>"Alhasil menimbulkan pengangguran baru," katanya.</p><p>Ia mengatakan warga memilih layanan itu karena menawarkan tarif lebih rendah dan kenyamanan.</p><p>"Perlu ada perhitungan sebetulnya biaya atau&nbsp;cost&nbsp;yang wajar jika transportasi&nbsp;online&nbsp;dijalankan. Tanpa subsidi dan&nbsp;gimmick&nbsp;marketing tak mungkin bisa harga menjadi sangat murah," kata dia.</p><p>"Nampaknya perlu ada upaya untuk mengaudit model bisnis semacam ini. Sebab pada kenyataannya, di luar negeri tarif taksi&nbsp;online&nbsp;tak banyak beda dengan taksi resmi," kata dia.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Asia Pasific | 22 Juli 2018 - 13:16 WIB

CIA: Tiongkok ingin gantikan AS sebagai adidaya dunia

Aktual Sepakbola | 22 Juli 2018 - 12:53 WIB

Marckho Sandy bakal akhiri kontrak di Sriwijaya FC

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 12:37 WIB

HSU stop iklan rokok demi anak

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 12:25 WIB

Arab Saudi kirim 17.000 domba kurban ke Indonesia

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 12:17 WIB

KPPPA minta media beritakan anak secara seimbang

Film | 22 Juli 2018 - 12:00 WIB

Ini film yang ditonton Elshinta bareng anak-anak

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com