Jumat, 22 Juni 2018 | 23:57 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

Ombudsman sidak Jembatan Batang Bambu di Kudus

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Foto: Sutini
Foto: Sutini
<p>Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Jawa Tengah mendatangi lokasi Jembatan Batang Bambu tidak layak yang berada di Kelurahan Sunggingan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Jembatan tersebut merupakan penghubung terdekat bagi anak-anak sekolah dari rumah mereka yang berada di seberang sungai yang dibangun atas inisiatif warga.</p><p>Keberadaan jembatan di Kelurahan Sunggingan terdiri dari dua batang bambu yang diikat serta sebatang bambu lainnya sebagai pegangan, menjadi ramai diberitakan.</p><p>Ombudsman RI perwakilan Jawa Tengah bersama tim telah meminta keterangan terhadap Kepala MI Mafatihul Ulum yang sekolahnya berada di seberang sungai terkait aktivitas penggunaan jembatan.</p><p>Kepala MI, Mafatihul Ulum Yusuf Falah kepada Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (12/10) mengatakan, jembatan dibangun oleh wali murid secara swadaya untuk akses mengantar anak-anak ke sekolah, sebab untuk melewati jembatan layak, mereka harus memutar dengan jarak lebih dari satu kilometer.</p><p>Plt Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Tengah, Sabarudin Hulu menyampaikan, sesuai Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik sudah menjadi kewajiban Pemerintah Kabupaten Kudus memberikan kepastian dalam hal kajian dan analisa kemanfaatan pembangunan jembatan.</p><p>Mengingat sejak tahun 2013, pihak Kelurahan Sunggingan telah mengajukan permohonan melalui Musrenbang, namun belum memperoleh kepastian. Kemudian, pada tahun 2016 dan 2017 kembali mengajukan usulan dalam Musrenbang tetapi juga belum ada hasilnya, diperkirakan pembangunan jembatan akan memakan biaya Rp800 juta hingga Rp1 miliar.</p><p>"Melihat kondisi jembatan saat ini sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan warga yang menggunakannya," ujarya.</p><p>Dalam kesempatan yang sama, Ombudsman RI perwakilan Jateng meminta klarifikasi kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Samani Intakoris terkait pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya masih dilakukan kajian dan analisa untuk mengevaluasi kemanfaatan pembangunan jembatan, pemerintah setempat telah melihat kondisi di lapangan, untuk itu sebagai tindak lanjut, pihak Ombudsman akan melakukan monitoring.</p><p>"Kami imbau agar masyarakat berhati-hati dalam menggunakan jembatan tersebut, alangkah baiknya menggunakan jembatan yang layak demi keselamatan, sambil menunggu hasil kajian Pemkab Kudus," tutup Sabarudin.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 22 Juni 2018 - 21:39 WIB

Bamsoet ajak elite politik fokus pada pilkada

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 21:27 WIB

Menkominfo ingatkan jajaran bekerja lebih efisien

Bencana Alam | 22 Juni 2018 - 21:12 WIB

Banjir bandang melanda dua kecamatan di Banyuwangi

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 20:58 WIB

Menhub minta pemuda Toba dididik ilmu pelayaran

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 20:45 WIB

Menlu Retno dijadwalkan hadiri pertemuan CEAPAD di Bangkok

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Jumat, 22 Juni 2018 - 17:27 WIB

Aceh, Sumsel, Jawa, siaga kebakaran

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com