Senin, 23 Oktober 2017

Ombudsman sidak Jembatan Batang Bambu di Kudus

Kamis, 12 Oktober 2017 21:42

Foto: Sutini Foto: Sutini
Ayo berbagi!

Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Jawa Tengah mendatangi lokasi Jembatan Batang Bambu tidak layak yang berada di Kelurahan Sunggingan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Jembatan tersebut merupakan penghubung terdekat bagi anak-anak sekolah dari rumah mereka yang berada di seberang sungai yang dibangun atas inisiatif warga.

Keberadaan jembatan di Kelurahan Sunggingan terdiri dari dua batang bambu yang diikat serta sebatang bambu lainnya sebagai pegangan, menjadi ramai diberitakan.

Ombudsman RI perwakilan Jawa Tengah bersama tim telah meminta keterangan terhadap Kepala MI Mafatihul Ulum yang sekolahnya berada di seberang sungai terkait aktivitas penggunaan jembatan.

Kepala MI, Mafatihul Ulum Yusuf Falah kepada Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (12/10) mengatakan, jembatan dibangun oleh wali murid secara swadaya untuk akses mengantar anak-anak ke sekolah, sebab untuk melewati jembatan layak, mereka harus memutar dengan jarak lebih dari satu kilometer.

Plt Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Tengah, Sabarudin Hulu menyampaikan, sesuai Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik sudah menjadi kewajiban Pemerintah Kabupaten Kudus memberikan kepastian dalam hal kajian dan analisa kemanfaatan pembangunan jembatan.

Mengingat sejak tahun 2013, pihak Kelurahan Sunggingan telah mengajukan permohonan melalui Musrenbang, namun belum memperoleh kepastian. Kemudian, pada tahun 2016 dan 2017 kembali mengajukan usulan dalam Musrenbang tetapi juga belum ada hasilnya, diperkirakan pembangunan jembatan akan memakan biaya Rp800 juta hingga Rp1 miliar.

"Melihat kondisi jembatan saat ini sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan warga yang menggunakannya," ujarya.

Dalam kesempatan yang sama, Ombudsman RI perwakilan Jateng meminta klarifikasi kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Samani Intakoris terkait pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya masih dilakukan kajian dan analisa untuk mengevaluasi kemanfaatan pembangunan jembatan, pemerintah setempat telah melihat kondisi di lapangan, untuk itu sebagai tindak lanjut, pihak Ombudsman akan melakukan monitoring.

"Kami imbau agar masyarakat berhati-hati dalam menggunakan jembatan tersebut, alangkah baiknya menggunakan jembatan yang layak demi keselamatan, sambil menunggu hasil kajian Pemkab Kudus," tutup Sabarudin.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar