Rabu, 20 Juni 2018 | 12:44 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Optimalisasi Iklim Perdagangan Tiongkok Menguntungkan Perusahaan Modal Asing

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
<p>Sejumlah penanggung-jawab dari General Motors, Ernst &amp; Young, Kollimorgen, Master Card dan perusahaan modal asing terkenal lainnya baru-baru ini dalam wawancara dengan wartawan CRI menyatakan, dalam waktu lima tahun terakhir, mereka benar-benar merasakan perubahan positif pasar Tiongkok dan memperoleh keuntungan dari kebijakan terkait Tiongkok. Seiring dengan kemajuan yang dicapai inisiatif One Belt One Road dan program Made in China 2025, berbagai perusahaan modal asing di Tiongkok secara umum optimis terhadap pasar Tiongkok dan prospek ekonomi dalam jangka panjang. <p>Wakil CEO General Motors Duan Xiaoying mengatakan kepada wartawan bahwa iklim perdagangan Tiongkok terus dioptimalikan, lembaga pemerintah Tiongkok secara lebih lanjut mendorong desentralisasi dan telah membentuk serangkaian platform layanan dan mekanisme koordinasi kerja bagi perusahaa, hal ini memainkan peranan positif bagi penurunan biaya operasional dan peningkatan efisiensi perusahaan. <p>Duan Xioaying mengatakan, sejak didirikannya Zona Perdagangan Bebas Shanghai pada tahun 2013, General Motors lebih-lebih merasakan kemudahan dari kebijakan Tiongkok di bidang komersial, pabean dan lain-lain. <p>Salah satu mitra Ernst &amp; Young, Titus Von dem Bongart, yang berasal dari Jerman, telah bekerja dan hidup di Tiongkok selama 20 tahun. Ia menyatakan, dirinya telah menyaksikan pertumbuhan pesat ekonomi Tiongkok dan keterbukaan pasar Tiongkok. Ia mengatakan, bisnis Ernst&amp;Young di Tiongkok berkembang pesat seiring dengan perkembangan ekonomi Tiongkok. Perubahan positif pasar Tiongkok dalam beberapa tahun ini lebih-lebih membawa banyak manfaat kepada Ernst&amp;Young. <p>Sementara itu, Liu Weifeng, selaku Manajer Umum Perusahaan Kollimorgen untuk Kawasan Tiongkok dan Asia Tenggara berpendapat bahwa dalam beberapa tahun yang lalu, tata hukum di Tiongkok terus diperbaiki, tender pasar menjadi lebih transparan, perusahaan modal asing dapat bersaing dalam iklim yang lebih adil. Ia juga mencatat, pasar Tiongkok dalam beberapa tahun ini mengalami sebuah perubahan positif, yaitu semakin besarnya dukungan pemerintah daerah kepada industri. <p>Master Card, organisasi kartu bank internasional yang pertama memasuki pasar Tiongkok juga telah menyaksikan perkembangan pesat ekonomi Tiongkok. Presiden Master Card untuk kawasan Tiongkok Chang Qin mengungkapkan, dalam waktu 5 tahun terakhir, Master Card mencapai prestasi yang luar biasa di Tiongkok, kini Tiongkok telah menjadi pasar Master Card yang paling penting di dunia. <p>Para penanggung-jawab perusahaan asing di Tiongkok yang menerima wawancara wartawan CRI secara umum berpendapat, strategi "Made in China 2025", "Internet+" serta inisiatif One Belt One Road yang dicetuskan Tiongkok selama beberapa tahun ini telah menyediakan peluang baik kepada perusahaan asing di Tiongkok. Mereka sepenuhnya optimis terhadap pasar Tiongkok dan yakin terhadap prospek ekonomi Tiongkok. <p>Menurut survei Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB, Tiongkok tetap adalah salah satu tujuan investasi yang paling menggiurkan bagi perusahaan transnasional. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 12:37 WIB

Menhub sambut kedatangan pemudik gratis kapal laut

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 12:18 WIB

Warga perbatasan RI-Malaysia siap sukseskan pilkada

Kecelakaan | 20 Juni 2018 - 12:07 WIB

Tiga jenazah penumpang KM Sinar Bangun ditemukan

Ekonomi | 20 Juni 2018 - 11:55 WIB

Distribusi LPG 3 Kg di Garut kembali normal

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 11:46 WIB

Komjen Iriawan: `Jangan ragukan saya`

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com