Rabu, 20 Juni 2018 | 12:46 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

Empat tersangka lain dalam pembunuhan kim Jong-nam di Malaysia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
BBC Indonesia
BBC Indonesia
<p>Empat tersangka dalam pembunuhan Kim Jong-nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara, diidentifikasi dalam sidang di Shah Alam, Malaysia, Kamis (12/10).</p><p>Siti Aisyah asal Indonesia dan Doan Thi Huong dari Vietnam sudah didakwa pada bulan Maret dengan pembunuhan Kim Jong-nam di bandara internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017 lalu.</p><p>Namun seorang polisi penyidik menyebutkan ada empat tersangka lain di samping kedua perempuan tersebut. </p><p>Keempatnya hanya diidentifikasi sebagai Chang, Y, James, dan Hanamori yang juga disebut sebagai 'kakek' atau 'paman'</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/indonesia-39579310">Sidang pembunuhan Kim Jong-nam, apakah Siti Aisyah akan 'dikorbankan'? </a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-39073771">Kim Jong-nam 'dibunuh dengan zat saraf yang paling mematikan'</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-39206206">Apa yang diketahui dari video misterius anak Kim Jong-nam? </a></li> </ul><p>Di hadapan hakim, Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz mengatakan bahwa Y sebagai pria yang terlihat di dalam video yang diputar di ruang sidang sehari sebelumnya.</p><p>Dia mengenakan topi hitam dengan tas punggung hitam berjalan masuk ke bandara dengan seorang perempuan yang mirip Doan Thi Huong.</p><p>Siti dan Huong didakwa membunuh Kim Jong-nam dengan menyeka gas saraf VX -yang resmi dilarang PBB- ke wajah Kim. </p><p>&quot;Berdasarkan penyelidikan saya, Y adalah orang yang memberikan cairan itu kepada tertuduh kedua,&quot; kata Wan Azirul merujuk kepada Huong.</p><p>Sementara Chang terlihat bertemu dengan Siti Aisyah di restoran bandara di lantai tiga aula keberangkatan dalam video lain, yang juga sudah ditayangkan di ruang sidang.</p><p>Adapun Hanamori yang memberikan instruksi kepada Y dan James adalah yang 'merekrut' Siti Aisyah, tambah Wan Azirul tanpa memberi rincian lebih lanjut.</p> <ul> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-40081439">Kisah dua perempuan yang dituduh membunuh Kim Jong-nam</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-39022459">Rezim Korut terlibat pembunuhan Kim Jong-nam, kata Korsel</a></li> <li><a href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia-39065301">Siti Aisyah dan para tersangka lain di balik pembunuhan Kim Jong-nam</a></li> </ul><p>Tidak dijelaskan pula apakah keempat tersangka merupakan warga Korea Utara atau bukan dan apakah sama dengan empat pria, yang menurut Kepolisian Malaysia meninggalkan Kuala Lumpur menuju Pyongyang pada hari pembunuhan saudara tiri Kim Jong-un tersebut.</p><p>Pihak berwenang Malaysia sebelumnya mengeluarkan peringatan 'merah' Interpol -satu tingkat di bawah perintah penangkapan internasional- atas keempatnya yang disebut merupakan warga Korea Utara bernama Ri Ji Hyon, Hong Song Hac, O Jong Gil, dan Ri Jae Nam. </p><p>Saat pembunuhan, Kim membawa uang tunai senilai US$100.000 atau sekitar 1,3 miliar, yang kini disimpan oleh Kepolisian Malaysia. </p><p>Siti Aisyah, 25 tahun, dan Doan Thi Huong, 29 tahun, terancam hukuman mati jika terbukti bersalah. </p><p>Sidang akan dilanjutkan setelah kunjungan ke tempat kejadian perkara di bandara, yang direncanakan pada Selasa 24 Oktober mendatang. </p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 12:37 WIB

Menhub sambut kedatangan pemudik gratis kapal laut

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 12:18 WIB

Warga perbatasan RI-Malaysia siap sukseskan pilkada

Kecelakaan | 20 Juni 2018 - 12:07 WIB

Tiga jenazah penumpang KM Sinar Bangun ditemukan

Ekonomi | 20 Juni 2018 - 11:55 WIB

Distribusi LPG 3 Kg di Garut kembali normal

Aktual Dalam Negeri | 20 Juni 2018 - 11:46 WIB

Komjen Iriawan: `Jangan ragukan saya`

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com