Jumat, 15 Desember 2017

Polisi: Jangan sebarkan hoax terkait pro-kontra angkutan online di Jabar

Jumat, 13 Oktober 2017 08:53

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto. Foto: NTMC Polri Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto. Foto: NTMC Polri
Ayo berbagi!

Adanya penolakan transportasi konvensional terhadap transportasi online kerap dimanfaatkan oknum untuk menyebar berita hoax yang dapat meresahkan warga. Masyarakat diimbau untuk tidak langsung percaya dan ikut menyebarkannya.

“Kita ingatkan jangan sampai ada berita-berita hoax. Kalau sampai ada, penyebarnya ada, kita lakukan tindakan penegakan hukum. Itu bisa masuk hate speech,” demikian dikatakan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jabar, Kamis (12/10).

Agung meminta masyarakat untuk tidak langsung percaya dengan adanya berita-berita hoax yang disebar melalui media sosial (medsos). Bahkan ia mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan berita-berita yang bersumber tak jelas.

"Masyarakat kita semakin cerdas, apabila menerima di medsos cek dan ricek, kroscek, kalau benar silakan dishare. Kalau belum tentu benar jangan dishare,” jelasnya, seperti diinformasikan melalui laman resmi NTMC Polri, Kamis (12/10).

Terkait dengan adanya penolakan transportasi online di Bandung, Agung menyatakan, sejauh ini situasi di Bandung kondusif. Pihaknya belum menerima laporan adanya gesekan hingga menimbulkan korban. Polisi juga melakukan langkah untuk mencegah adanya bentrokan berujung anarkis.

“Sejauh ini kondusif. Kita lakukan langkah-langkah persuasif,” tandasnya.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-der

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar