Minggu, 23 September 2018 | 22:10 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Pemkab Lembata keluarkan pernyataan tanggap darurat gempa

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto: Ilustrasi elshinta.com
Foto: Ilustrasi elshinta.com
<p>Pemerintah Kabupaten Lembata mengeluarkan pernyataan Tanggap Darurat Bencana Gempa Lembata pascasemakin meningkatnya gelombang pengungsi gempa di daerah itu.</p><p> "Sampai Kamis (12/10) jumlah pengungsi sudah mencapai 2.172 jiwa oleh karena itu kami mengeluarkan pernyataan bencana," kata Bupati Eliazer Yentji Sunur saat di hubungi dari Kupang, Jumat (13/10).</p><p> Disamping karena semakin meningkatnya jumlah pengungsi, hal lain yang membuat Pemerintah setempat mengeluarkan pernyataan bencana karena melihat struktur permukaan dengan dominasi batu bolder yang tak saling mengikat telah rubuh menimpa rumah warga.</p><p> Walaupun dari gempa yang telah terjadi sejak Selasa (11/10) lalu intensitasnya kecil namun karena porositas tanah juga tidak kompak sehingga banyaknya longsor dan bebatuan terus berjatuhan.</p><p> "Sampai dengan saat ini kami masih terus berkonsentrasi pada evakuasi warga. Untuk perbaikan rumah warga kami akan lakukan setelah semuanya aman," tambahnya.</p><p> Sementara itu Wakil Bupati Lembata Thomas Ola juga menambahkan bantuan-bantuan masih dibutuhkan oleh para pengungsi hingga saat ini.</p><p> "Para pengungsi masih membutuhkan banyak bantuan mulai dari sikat gigi dan odol, handuk, selimut, perlengkapan perempuan dan balita, serta buku bacaan untuk anak-anak," tambahnya.</p><p> Sementara itu data yang diperoleh Antara dari Posko Induk Operasi Tanggap Darurat Gempa Lembata jumlah pengungsi 2.172 jiwa terdiri dari 735 laki-laki, 948 perempuan dan tersebar di lima titik pengungsian, yakni Di Desa Tanjung Tuak, Kantor Camat Ile Ape di Desa Laranwutun, Kota Lewoleba dan Kedang.</p><p> Para pengungsi itu berasal dari 10 desa, yakni Napasabok, 559 jiwa, Lamagute 351 jiwa, Waimatan 436 jiwa, Lamawolo 289 jiwa, Jontona 12 jiwa, Lamatokan 24 jiwa, BungaMuda 126 jiwa, Lamawara 363 jiwa dan Aulesa 12 jiwa.</p><p> Saat ini para pengungsi itu tersebar di lima titik yakni Desa Tanjung Tuak, Kantor Camat Ile Ape, Kota Lewoleba, dan Kedang dan Desa Todanara. (Ant)</p><p><br></p><p>(Der)&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 23 September 2018 - 21:52 WIB

Polres Bojonegoro amankan pemilik sabu di SPBU

Arestasi | 23 September 2018 - 21:27 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus pemulung pemerkosa IRT

Kesehatan | 23 September 2018 - 21:15 WIB

Ini manfaat lari maraton untuk kesehatan

Aktual Dalam Negeri | 23 September 2018 - 20:38 WIB

Dishub tetapkan tarif Damri Sukabumi-Soetta

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com