Minggu, 23 September 2018 | 00:50 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Pengusaha wajib terapkan struktur dan skala upah, paling lambat 23 Oktober

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Dewi Rusiana    |    Editor : Administrator
Ilustrasi
Ilustrasi
<p>Pemerintah melalui Peraturan Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan mewajibkan pengusaha untuk menyusun dan menerapkan struktur dan skala upah paling lambat pada 23 Oktober 2017.</p><p>Hal tersebut diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Muhammad Hanif Dhakiri dalam sambutannya saat membuka Konsolidasi Dewan Pengupahan Tahun 2017 di Jakarta, pada Rabu (11/10). </p><p>“Pengupahan adalah salah satu aspek yang berpengaruh besar karena berkait erat dengan kepentingan pengusaha dan kesejahteraan pekerja atau buruh,” kata Menaker dalam sambutannya yang dibacakan oleh Dirjen PHI dan Jamsostek Kemnaker, Haiyani Rumondang.</p><p>Seperti diinformasikan melalui laman resmi <i>InfoPublik</i>, disampaikan bahwa, pemahaman sistem pengupahan serta pengaturannya sangat diperlukan untuk memperoleh kesatuan pengertian dan penafsiran terutama antara pekerja/buruh dan pengusaha.</p><p>Selain itu, kebijakan pengupahan terkait dengan penetapan upah di perusahaan saat ini dilaksanakan melalui Penetapan Upah Minimum dan Penetapan Upah berdasarkan Struktur dan Skala Upah.</p><p>”Upah Minimum hanya berfungsi sebagai jaring pengaman (Safety Net-red) untuk menghindari agar upah tidak merosot sampai ke level yang paling rendah sebagai akibat ketimpangan pasar kerja. Penerima Upah Minimum dimaksud hanya berlaku bagi pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari 1 (satu) tahun,” kata Menaker.</p><p>Menaker menambahkan, perencanaan pengupahan merupakan suatu hal yang mutlak dan harus ditata sedemikan rupa sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh serta pada saat yang bersamaan dapat mewujudkan kondisi yang kondusif bagi pengembangan dunia usaha.</p><p>Menaker berharap supaya perencanaan pengupahan harus sejalan dengan visi dan misi Indonesia. “Ya, harus sejalan dengan peta jalan dan program jangka pendek visi dan misi Indonesia, yaitu mewujudkan Indonesia Emas di 2045," paparnya.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Timnas Indonesia | 22 September 2018 - 19:39 WIB

Pelatih: Timnas U-16 Indonesia sudah kenal permainan Vietnam

Liga Indonesia | 22 September 2018 - 19:26 WIB

3.900 personel Polisi amankan laga panas Persib-Persija besok

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 19:13 WIB

Ma`ruf Amin resmi mundur sebagai Rais Aam PBNU

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 18:50 WIB

Prabowo: Indonesia merdeka bukan untuk jadi antek asing

Aktual Dalam Negeri | 22 September 2018 - 18:37 WIB

Jokowi akan terima Din Syamsuddin terkait pengunduran diri

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com