Selasa, 17 Oktober 2017

Pembangunan listrik desa di Barut Rp50,4 miliar

Jumat, 13 Oktober 2017 09:44

Ilustrasi. Foto: ist Ilustrasi. Foto: ist
Ayo berbagi!

PT PLN Persero Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah telah mengalokasikan dana pembangunan jaringan untuk Program Listrik Desa di Kabupaten Barito Utara, Kalteng tahun 2016 dan 2017 sebesar Rp50,4 miliar.

"Dana untuk listrik desa di Barito Utara ini merupakan tertinggi dalam dua tahun terakhir yaitu 30 persen dari total alokasi di wilayah Provinsi Kalteng," kata Manajer Area PLN Kuala Kapuas Moch Rochim ketika berada di Muara Teweh, Jumat (13/10).

Menurut Rochim, pembangunan jaringan listrik desa di Kabupaten Barito Utara atau wilayah PLN Rayon Muara Teweh untuk tahun 2016 telah direalisasikan dari Desa Hajak-Sikui, Kecamatan Teweh Baru jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 19,80 kilometer sirkuit (KMS) dan jaringan tegangan rendah (JTR) 11,5 kilometer sirkuit dengan potensi pelanggan 875 rumah.

Kemudian di Desa Mukut Kecamatan Lahei dibangun JTM 10,950 KMS sedangkan JTR 3,3 KMS dengan potensi pelanggan 210 rumah, kemudian Desa Baliti, Walur, Ketapang, Rarawan dan Malungai Kecamatan Gunung Timang JTM 23,5 KMS dan JTR 9,3 KMS potensi pelanggan 1.077 rumah, Dusun Bayas Kecamatan Teweh Tengah JTM 5,5 KMS dengan JTR 2,3 KMS dan potensi pelanggan 55 rumah.

Lalu, Desa Pandran Raya Kecamatan Gunung Timang JTM 3,3 KMS dan JTR 2,3 KMS potensi pelanggan 120 pelanggan serta Jalan Poros Kelurahan Jingah dan Jambu JTM 1,5 KMS dan jaringan rendah 1,1 KMS dengan potensi pelanggan 35 pelanggan.

"Jaringan listrik ini sudah beroperasi sebagian di awal tahun 2017, dan saat ini baru saja diresmikan listrik desa pada enam desa di Kecamatan Gunung Timang oleh Bupati Barito Utara Nadalsyah pada Rabu (11/10)," katanya, didampingi Manajer Rayon PLN Muara Teweh Permono Gunawan.

Rochim menjelaskan peresmian listrik desa di enam desa pada Kecamatan Gunung Timang yang dipusatkan di Desa Ketapang tersebut dalam rangka peringatan Hari Listrik Nasional yang puncaknya diperingati pada 27 Oktober 2017.

Listrik di enam desa termasuk Kandui juga Desa Baliti, Walur, Ketapang, Rarawan dan Malungai dengan sasaran listrik 650 kepala keluarga.

Untuk pemasangan jaringan listrik ke warga ini tidak dipungut biaya atau gratis, sehingga biaya elektrifikasi yang dikeluarkan PLN adalah Rp23 juta per pelanggan.

"Ini bukti komitmen PLN menerangi negeri untuk kehidupan yang lebih baik. PLN tidak hanya berpikir benefit tetapi juga membangun Barito Utara untuk menjadi lebih baik," ujar dia lagi.

Pada tahun 2017, pihaknya sedang membangun jaringan listrik desa di wilayah Kecamatan Gunung Timang dari Desa Jaman, Pelari, Sangkorang, Siwau, dan Tongka dengan saluran udara tegangan menengah (SUTM) sepajang 18 KMS, trafo 250 KVa dan Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) 7 KMS.

Kemudian jaringan ke Desa Batu Raya 1 dan Batu Raya II dengan SUTM 30,5 KMS, trafo 425 KVa dan SUTR 18,5 KMS.

"Kalau pekerjaanya lancar tanpa ada kendala diperkirakan akhir tahun ini atau awal tahun 2018 sudah nyala," kata dia pula.

PLN juga mengimbau partisipasi masyarakat yang lebih besar lagi untuk menjaga aliran listrik jangan sampai terganggu, yaitu merelakan tanaman yang tumbuh mendekati kabel untuk dapat ditebang tanpa syarat dan pengecualian. Tanpa dukungan penuh masyarakat maka PLN akan menjadi sulit.

"Dengan diresmikan listrik desa itu, Insya Allah taraf kehidupan dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat serta dapat berhemat, karena masyarakat tidak perlu lagi menghidupkan genset pada malam hari, cukup menekan tombol rumah akan benderang," ujar Rochim. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-AnJ

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar