Senin, 23 Oktober 2017

Bebas Sakit Kepala, Hindari Aktivitas dan Jenis Makanan ini

Jumat, 13 Oktober 2017 12:00

courtesy https://www.cermati.com/artikel/bebas-sakit-kepala-hindari-aktivitas-dan-jenis-makanan-ini courtesy https://www.cermati.com/artikel/bebas-sakit-kepala-hindari-aktivitas-dan-jenis-makanan-ini
Ayo berbagi!

Sakit kepala yang menyerang tiba-tiba bukan tanpa sebab. Hampir semua orang mengalami gangguan ini tidak pandang usia dan merupakan gangguan kesehatan yang paling umum terjadi. Ini bisa saja hanya gangguan ringan, atau sebaliknya, yaitu kemungkinan dari respons tubuh akan adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.

Jika gangguan ringan, biasanya akan sembuh dengan istirahat atau meminum obat pereda sakit dan minum air putih yang cukup. Namun jika nantinya kambuh lagi dalam beberapa jam atau esok harinya, Anda perlu waspada akan kemungkinan sakit lainnya yang timbul.

Untuk itu, kenali dan waspadai sakit yang terkesan sepele ini agar rutinitas Anda berjalan dengan baik tanpa hambatan dalam meraih sukses hidup atau karir. Salah satunya dengan pola hidup sehat dengan menghindari aktivitas-aktivitas serta jenis makanan tertentu yang memicu terjadinya sakit kepala.

Baca Juga: Keuangan Sehat, dan Manfaat Hidup Hemat Lainnya

Pahami Jenis Sakit Kepala

Sakit kepala
Kenali jenis sakit kepala yang menyerang Anda

Ada beberapa kondisi sakit kepala yang berbeda-beda, mulai dari sakit yang terasa di kepala bagian depan, samping, bagian mata, hingga belakang di atas tengkuk. Melihat dari mana keluhan itu muncul, sakit kepala bisa berupa migren atau sakit kepala sebelah, tensi/tekanan darah tinggi, vertigo atau badan terasa melayang, dan sakit kepala dengan nyeri bagian dalam dan di sekitas mata atau biasa disebut cluster, serta sakit kepala sinus yakni pada bagian alis dan kedua sisi tepian hidung.

Penyebab Sakit Kepala yang Umum Terjadi

Lama duduk di depan komputer
Faktor penyebab sakit kepala itu bermacam-macam

Penyebab sakit kepala pun bermacam-macam mulai dari karena mengidap suatu penyakit tertentu seperti meningitis, kanker otak, maupun konsumsi obat berlebih, hingga akibat dari suatu aktivitas dan makanan yang dikonsumsi.

Tanpa disadari, sakit kepala juga bisa muncul dari kegiatan rutinitas yang sepele. Aktivitas yang bisa membuat kepala sakit seperti:

  1. Lama menatap layar komputer maupun ponsel
  2. Terlalu lama duduk
  3. Banyak tekanan atau stres
  4. Kurang tidur
  5. Sedikit minum
  6. Membaca terlalu lama
  7. Merokok
  8. Terlambat makan
  9. Cahaya yang terlalu silau
  10. Posisi tidur yang salah
  11. Terlalu lama di bawah matahari dan kehujanan

Segala sesuatu yang berlebihan tentu tidaklah baik. Mengonsumsi makanan secara normal akan menghindarkan dari gangguan sakit kepala. Sebab tidak semua bahan makanan cukup ramah dikonsumsi. Berikut jenis bahan makanan tertentu ini juga bisa memicu sakit kepala, di antaranya:

  1. Konsumsi penyedap rasa (MSG/monosodium glutamate)
  2. Mengonsumsi kafein secara berlebihan
  3. Meminum alkohol
  4. Memakan cabai terlalu pedas
  5. Penggunaan pemanis buatan
  6. Makan daging berlebihan
  7. Makan terlalu banyak seafood (makanan laut)
  8. Banyak minum air dingin
 

Kenali Sakit Kepala Biasa dan Serius

Gegar otak
Sakit kepala itu bisa jadi tanda sakit atau penyakit serius

Sebelum kita memutuskan untuk mengonsumsi obat untuk meredakan rasa sakit kepala, ada baiknya melakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter untuk mengetahui jenis sakit kepala kita, apakah biasa, atau justru sebaliknya. Ini penting karena penangananya pun akan berbeda.

Bila sakit kepala Anda termasuk yang biasa, bisa mengonsumsi obat sakit kepala yang biasa dijual di toko obat atau apotek dan pasar modern yang menyediakan jenis obat yang dicari. Jika sakit kepala ringan menyerang tiba-tba, Anda bisa menghilangkan dengan beberapa cara sederhana dan tak perlu mengeluarkan banyak biaya, seperti:

  • Kurangi Derita Sakit Kepala dengan Es Batu

Efek dingin dari es batu cukup efektif untuk mengurangi derita sakit sakit kepala untuk sementara. Anda tinggal menempelkan es batu pada bagian yang pusing sampai sakit reda.

  • Minum Air Putih yang Cukup agar Metabolisme Normal

Salah satu sebab pusing muncul adalah metabolisme yang terganggu. Minum air putih yang cukup bisa jadi solusi yang efektif karena tubuh kita pada dasarnya lebih dari 70 % tersusun atas cairan. Idealnya adalah minimal 8-10 gelas rutin setiap hari. Dehidrasi bisa jadi pemicu kepala pusing.

  • Makan Kentang, Buah Pisang dan Semangka

Pusing bisa juga disebabkan kadar kalium yang rendah. Kentang dan buah pisang merupakan menu dengan kandungan kalium, potassium dan magnesium yang tinggi untuk melancarkan sistem peredaran darah sehingga sakit kepala bisa berkurang. Mengonsumsi kentang yang masih ada kulitnya merupakan cara yang benar karena masih banyak kaliumnya. Namun hindari kentang yang digoreng.

Selain itu, semangka juga bagus untuk mengurangi pusing kepala karena kaya kalium untuk memperlancar sistem peredaran darah. Anda bisa memilih jenis semangka merah dan kuning, dan ambil saja pangkal daging buah semangkanya karena bagian ini paling kaya kalium.

  • Konsumsi Kopi Ternyata Bagus untuk Kurangi Sakit Kepala

Pria yang suka minu kopi dengan kadar yang tidak berlebihan ternyata jarang sakit kepala, kok bisa? Menurut riset medis, kopi mengandung senyawa kafein yang efektif membuat sistem saraf menjadi tenang saat menegang akibat dari sakit kepala tersebut.

  • Konsumsi Ikan, selain Bagus buat Kecerdasan juga Efektif Mengurangi Sakit Kepala

Ikan kaya akan kandungan omega 3 yang cukup tinggi, bagus untuk kecerdasan otak, mencegah kanker otak, sampai dengan menghilangkan sakit kepala. Cara kerjanya adalah kandungan omega 3 dalam jumlah yang banyak tersebut berfungsi mengurangi tegangnya saraf sehingga pusing bisa berkurang.

  • Coba Lakukan Peregangan (streching) dan Istirahat yang Cukup

Karena pusing terkait dengan syaraf maka streching baik untuk dilakukan. Gerakan ringan ini mampu menenangkan saraf dari penegangan yang terjadi. Jika sudah reda lakukan istirahat yang cukup agar pusing segera hilang.

Sebaliknya, jika sakit kepala Anda ini bukan termasuk yang tergolong biasa saja, maka ada baiknya memeriksakan pada ahlinya. Karena berbagai macam penyakit serius juga bisa ditandai dengan gejala sakit kepala.

Pengobatan sakit kepala harus sesuai dengan jenis dan keluhan pasien dan tidak bisa dipukul rata karena tidak semua tipe sakit kepala bisa diatasi dengan meminum obat sakit kepala yang umum dijual di pasaran. Langkah diagnosa dokter biasanya adalah:

  • Cek riwayat kesehatan pasien dan Tes fisik
  • Tes lanjutan untuk keluhan yang lebih detil seperti tes urine, tes darah, tes mata, X-ray sinus, CT scan, dan MRI scan, electroencephalogram (EEG)
  • Tes spinal tapdengan mengambil sampel cairan dari kanal tulang belakang jika ada dugaan infeksi tertentu untuk kasus keluhan yang lebih spesifik lagi.

Untuk mendapatkan obat atau terapi pengobatan yang tepat, dokter akan melakukan diagnosa untuk menemukan jenis sakit kepala dan obat yang cocok.

Secara umum, sakit kepala memang kerap dirasakan dan mudah dihilangkan dengan cara yang sederhana untuk jenis sakit yang ringan. Tapi jika keluhan tersebut tak kunjung reda dalam 1-2 hari, tak ada salahnya anda untuk melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan bahwa sakit kepala Anda tidak ada indikasi sebagai gejala penyakit serius lainnya.

Sebab tidak sedikit suatu penyakit yang timbul ditandai dengan munculnya sakit kepala, seperti adanya infeksi meningitis, lalu trauma (misalnya benturan) dan sakit kepala akibat kanker otak serta sakit kepala akibat terlalu banyak mengonsumsi obat pereda sakit. Selain itu karena sakit kepala juga bisa karena flu, infeksi telinga, sakit gigi, perubahan hormon, gangguan pada penglihatan misalnya glukoma, dan masih banyak lagi penyakit lain yang ditandai dengan sakit kepala.

Sudahkah Kesehatan Anda Terlindungi?

Asuransi kesehatan
Pentingnya punya asuransi kesehatan

Jika ternyata sakit kepala Anda ini berujung pada diagnosa suatu penyakit, tentu Anda harus menyiapkan dana lebih untuk melakukan pengobatan. Lebih-lebih bila Anda harus melakukan rawat inap untuk menyembuhkannya.

Tentu tidak ada seorang pun yang menginginkan sakit. Namun apabila penyakit memang datang menghampiri, mau tidak mau kita harus mengobatinya agar kondisi kesehatan kembali pulih seperti sedia kala.

Biaya pengobatan di rumah sakit kita ketahui tidaklah murah. Untuk itu perlu bagi kita memiliki asuransi kesehatan. Apakah Anda sudah mengasuransikan kesehatan Anda?

Baca Juga: BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Mana yang Lebih Baik?

Hindari Sakit Kepala dengan Cara Sederhana

Tidur lelap
Tidur nyenyak itu menyehatkan

Peribahasa ‘lebih baik mencegah daripada mengobati’ sangatlah benar adanya. Mencegah sakit atau penyakit datang relatif lebih mudah dan murah ketimbang pengobatan.  

  • Istirahat Cukup, Konsumsi Menu Sehat dan Kurangi Stres

Kurang tidur kerap membuat kepala menjadi sakit. Delapan jam per hari adalah waktu tidur rata-rata ideal orang dewasa, asalkan tidurnya berkualitas (lelap). Tidur juga efektif mengurangi stres dan akan lebih maksimal lagi jika diimbangi dengan makan sehat.

  • Kurangi Kafein dan Hindari Alkohol

Kafein yang banyak terdapat pada kopi sebenarnya punya dua sisi dampak. Sisi negatifnya bisa membuat jantung berdebar kencang dan syaraf tegang. Namun dampak baik kafein ini juga bisa menghilangkan sakit kepala dengan syarat mengonsumsi secukupnya. Tapi untuk alkohol memang sudah seharusnya Anda hindari.

  • Jangan Terlalu Sering Konsumsi Obat Bebas

Obat penghilang nyeri kepala yang dijual bebas di pasaran memiliki dua sisi, sebagai penyembuh dan bisa juga sebagai racun. Konsultasikan dengan dokter jika Anda terlalu sering mengonsumsi obat pereda sakit dari sisi efek samping. Anda bisa ketergantungan obat pereda nyeri kepala ini dengan gaya hidup sehat saja.

  • Rutin Berolahraga dan Luangkan Waktu untuk Liburan

Rileks dan rutin olahraga merupakan gaya hidup sehat yang bagus untuk mencegah keluhan ringan seperti pusing kepala dan sebagainya. Olah raga kardio seperti jalan kaki, lari, berenang, bersepeda, paling bagus untuk aktivitas fisik yang bisa disesuaikan dengan usia Anda.

Jangan Biarkan Aktivitas Terhambat Hanya Karena Sakit Kepala

Kelihatannya sepele. Tapi hanya karena sakit kepala saja, bisa-bisa seluruh akitivitas terbengkalai. Terlebih lagi bila sakit kepala ini terjadi berlarut-larut. Tanpa disadari berakibat fatal hanya karena ketidakpahaman akan tanda dan gejala sakit serius yang mungkin kita idap.

Sehingga, hanya karena berawal dari sakit kepala saja, bisa-bisa upaya kita mengejar impian dan kesuksesan menjadi tertunda atau bahkan tak tercapai karena ketidaktahuan dengan baik mengenai hal ini dan penanganan yang tepat. Terlebih lagi bila kita tidak 'sedia payung sebelum hujan' alias tidak memiliki asuransi kesehatan, bisa-bisa kantong Anda jebol dan keuangan jadi berantakan.

Ada baiknya bila Anda mempersiapkan segala sesuatunya sejak dini, termasuk asuransi kesehatan, karena sakit atau penyakit bisa datang tanpa kompromi. Dan yang lebih penting lagi, gaya hidup dan pola hidup haruslah sehat.

Baca Juga: Pahami 5 Cara untuk Klaim Asuransi Kesehatan

 

Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di Cermati.com

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-MiE

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar