Minggu, 22 Juli 2018 | 23:19 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Diskominfo harapkan media massa santun gunakan kata

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Andi Juandi    |    Editor : Administrator
Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi
<p>Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap media massa santun menggunakan kata dalam membuat karya jurnalistik, agar informasi dapat tersampaikan dengan baik dan mengedukasi masyarakat.</p><p> "Kita terus melakukan pembinaan kepada awak media massa cetak dan elektronik, agar menggunakan kata dan bahasa yang baik serta berpegang teguh pada norma kesantunan," kata Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Provinsi Kepulauan Babel Ahmad Fauzan Syahzian di Pangkalpinang, Jumat (13/10).</p><p> Ia menjelaskan media massa memiliki peran sangat penting dalam memberikan informasi yang positif, mengedukasi dan mendidik masyarakat dan pada akhirnya berdampak positif dalam percepatan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.</p><p> "Saat ini banyak kata-kata di media massa yang kurang santun dan tidak menggunakan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar," ujarnya.</p><p> Fauzan mengatakan dalam pemilihan kata dan penggunaan bahasa dalam suatu karya jurnalistik ini, merupakan indikator sebuah informasi yang mencerminkan jati diri serta kepribadian seorang penulis dan media massa tersebut.</p><p> "Kita berharap dalam menulis berita, penulis atau media massa bersangkutan menghormati narasumber yang telah memberikan informasi. Jangan membalikan fakta atau mencari kesalahan narasumber atau instansi untuk mendapatkan sensasi," ujarnya.</p><p> Menurut dia, membalik fakta dan menggunakan kata-kata menghujat yang tidak sesuai norma kesantunan jelas melanggar peraturan berlaku, karena dapat menimbulkan keresahan dan merugikan orang atau instansi lainnya.</p><p> "Kami berharap jurnalis tetap berpegang pada norma kesopanan, kesantunan dan kata-kata yang baik dan benar dalam menyajikan suatu karya tulis sebagai implementasi bangsa yang berbudaya serta mengedapankan norma-norma yang berlaku di masyarakat," ujarnya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 21:50 WIB

388 jamaah kloter 1 Embarkasi Medan diberangkatkan

Arestasi | 22 Juli 2018 - 21:27 WIB

Polsek Metro Tanah Abang ungkap kasus penculikan anak

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 21:14 WIB

Pemerintah serius perluas penggunaan Biodiesel 20

Hukum | 22 Juli 2018 - 21:05 WIB

Perindo ajukan uji materi UU Pemilu

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com