Rabu, 18 Oktober 2017

Menhan Ryamizard: Indonesia-Vietnam miliki peran jaga stabilitas

Jumat, 13 Oktober 2017 13:44

Menhan RI Ryamizard Ryacudu Menhan RI Ryamizard Ryacudu
Ayo berbagi!

Menhan RI Ryamizard Ryacudu menyebutkan Indonesia dan Vietnam memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan ASEAN.

"Kedua negara miliki peran dalam mendorong terciptanya perdamaian di wilayah kawasan," kata Ryamizard saat menerima kunjungan kehormatan Menhan Vietnam H E Jenderal Ngo Xuan Lich dalam rangka pertemuan Bilateral dan penandatanganan Joint Vision di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Jumat (13/10).

Kunjungan kehormatan Menhan Vietnam didahului dengan penerimaan secara militer melalui Upacara Jajar Kehormatan oleh Menhan RI didampingi beberapa pejabat Kemhan RI.

Selanjutnya, kedua pihak melakukan pertemuan bilateral membahas upaya peningkatan kerja sama pertahanan antara kedua negara yang selama ini sudah terjalin baik.

Kunjungan Menhan Vietnam itu dalam rangka meningkatkan hubungan kerja sama di bidang pertahanan antara kedua negara, sekaligus juga merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Menhan RI ke Vietnam pada bulan Agustus tahun 2016 yang lalu.

Ryamizard melanjutkan, pertemuan itu akan memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara dalam menjaga stabilitas di wilayah kawasan.

Menurut dia, perkembangan geopolitik internasional saat ini begitu kompleks, dan tantangannya semakin dinamis dan kompleks yang berevolusi menjadi ancaman multidimensional. Namun, dengan adanya kerja sama kedua negara ancaman itu bisa diatasi secara bersama.

Menhan Ryamizard menyebutkan, ada dua ancaman, yakni ancaman belum nyata dan ancaman nyata.

"Ancaman belum nyata adalah berupa perang terbuka, yang diprediksi sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi," kata mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) ini.

Ancaman kedua, adalah ancaman yang sedang dihadapi saat ini dan bisa terjadi di masa mendatang, seperti terorisme, radikalisme, sparatisme, pemberontakan, bencana alam, pelanggaran wilayah, perompakan, pencurian sumber daya alam, penyalahgunaan narkoba, serta perang siber.

Oleh karena itu, Menhan berharap agar kedua negara bisa secara bersama mengatasi segala ancaman yang ada. Marilah kita perkecil perbedaan dan membangun berbagai kesamaan, kata Menhan.

Beberapa hal dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut antara lain mengenai kegiatan Forum Dialog Strategis Pertahanan dan Angkatan Bersenjata, kerja sama bidang pendidikan dan latihan, kerja sama bidang Peace-Keeping Operation dan juga penjajakan kerja sama di bidang industri pertahanan.

Kedua pihak sepakat mendukung terselenggaranya dialog strategis pertahanan dalam format Defence Policy Dialogue (DPD) dan juga melanjutkan Joint Working Group (JWG) pada tingkat Angkatan Bersenjata.

Melalui forum DPD yang akan dilaksanakan pada tahun 2018, kedua pihak dapat duduk bersama untuk merencanakan program-program kerja sama pertahanan yang dapat direalisasikan di masa mendatang.

Selain terkait peningkatan kerja sama di bidang pertahanan, pada pertemuan bilateral ini kedua pihak juga berkesempatan mendiskusikan dan bertukar pandangan mengenai sejumlah isu yang menjadi perhatian bersama seperti stabilitas keamanan di kawasan Laut China Selatan, keamanan maritim terutama di wilayah perairan kepulauan Sulu Filipina, permasalahan illegal fishing dan isu-isu lainnya terkait ancaman terorisme seperti ancaman ISIS.

Pertemuan bilateral ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan hubungan kerja sama kedua negara serta berkontribusi bagi terciptanya stabilitas keamanan di kawasan regional dan global. (Ant)

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-DeN

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar