Selasa, 14 Agustus 2018 | 16:04 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Pengungsi Rohingya di Bangladesh capai 536.000

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
<p>Jumlah pengungsi Rohingya yang menyelamatkan diri dari Negara Bagian Rakhine di Myanmar Utara ke Bangladesh telah mencapai 536.000 dengan 14.000 orang di antaranya menyeberangi perbatasan dalam dua hari terakhir menurut juru bicara PBB pada Kamis (12/10).</p><p>Badan-badan kemanusiaan PBB melaporkan bahwa hingga Rabu "jumlah pengungsi yang menyelamatkan diri dari Myanmar ke Bangladesh sejak akhir Agustus telah mencapai 536.000 dan 14.000 telah menyeberangi perbatasan dalam dua hari terakhir," kata Juru Bicara PBB Farhan Haq.</p><p>Dia juga mengatakan Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Politik Jeffrey Feltman dijadwalkan mengunjungi Myanmar pada Jumat sampai Selasa untuk berdiskusi dengan para pejabat Myanmar.</p><p>Haq mengatakan kunjungan tersebut dilakukan setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berulangkali menyerukan "penghentian operasi militer dan kekerasan di Negara Bagian Rakhine di Myanmar Utara, akses tanpa halangan bagi dukungan kemanusiaan dan pemulangan pengungsi secara aman, sukarela serta bermartabat ke daerah asal mereka".</p><p>"Pembahasannya juga akan fokus pada pembangunan kerja sama yang konstruktif antara Myanmar dan PBB guna mengatasi masalah mendasar yang mempengaruhi semua masyarakat di daerah terkait," kata Juru Bicara PBB itu sebagaimana dikutip Xinhua.</p><p>Kepada wartawan di Markas Besar PBB, Haq juga mengatakan bahwa organisasi anak PBB (UNICEF) dan Pemerintah Bangladesh telah sepakat untuk secepatnya membangun 10.000 WC di kamp dan permukiman buat pengungsi di Coxs Bazar, tempat sebagian besar pengungsi ditampung.</p><p>Tujuannya ialah menghindari "wabah penyakit utama", katanya, menjelaskan bahwa pembangunan setiap WC akan memerlukan biaya di bawah 150 dolar AS, tapi akan mencakup pemenuhan kebutuhan sanitasi 150.000 orang.</p><p>"UNICEF menyatakan sudah ada laporan mengenai penyakit yang menular melalui air tercemar di beberapa kamp, dan menekankan perlunya untuk meningkatkan cakupan sanitasi," kata Haq. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 Agustus 2018 - 15:57 WIB

Presiden: Sekolah roboh akibat gempa di Lombok segera dibangun

Aktual Dalam Negeri | 14 Agustus 2018 - 15:44 WIB

Sandiaga bantah beri mahar ke PAn dan PKS

Megapolitan | 14 Agustus 2018 - 15:36 WIB

DKI kerjasama sediakan stasiun pengisian listrik bertenaga surya

Ekonomi | 14 Agustus 2018 - 15:24 WIB

Krisis Turki, Kemenperin perkuat sektor riil

Asian Games 2018 | 14 Agustus 2018 - 15:15 WIB

Menkopolhukam jamin Asian Games tak terganggu asap karhutla

Aktual Dalam Negeri | 14 Agustus 2018 - 15:06 WIB

Menko Kemaritiman sebut kondisi ekonomi dalam kondisi prima

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 09 Agustus 2018 - 16:46 WIB

Polisi ungkap kasus pembunuhan SPG di Blora

Kamis, 09 Agustus 2018 - 13:41 WIB

PAN gelar rakernas putuskan arah koalisi Pilpres

Rabu, 08 Agustus 2018 - 09:41 WIB

Posisi tidur terbaik menurut ahli kesehatan

Minggu, 05 Agustus 2018 - 16:37 WIB

Dishub Yogyakarta: Jumlah becak kayuh makin berkurang

Kamis, 02 Agustus 2018 - 07:33 WIB

Pelatih Persebaya Alfredo Vera mengundurkan diri

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com