Sabtu, 16 Desember 2017

Revitalisasi pabrik gula Djatiroto tahap II dipengaruhi cuaca hujan

Jumat, 13 Oktober 2017 14:44

Foto: Effendi Murdiono Foto: Effendi Murdiono
Ayo berbagi!

Penyelesaian upaya peningkatan kapasitas giling pabrik gula Djatiroto Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dipengaruhi faktor cuaca hujan.

General Manager Pabrik Gula (PG) Djatiroto, Imam Sucipto kepada Kontributor Elshinta, Effendi Murdiono, Jumat (13/10) menyampaikan, pihaknya optimistis dengan prakiraan cuaca dari BMKG Juanda Surabaya memprediksi tahun 2017 sampai Oktober akhir cuaca kering, namun pada kenyataannya di Lumajang kerap turun hujan sehingga pengerjaan revitalisasi pabrik tidak lancar, namun pihaknya optimistis penyelesaian pengerjaan akan sesuai jadwal. 

"Pengerjaan yang masuk di tahap II ini terus dilakukan walaupun hambatan hujan kerap kali turun, dan peningkatan kapasitas pabrik tidak langsung menjadi 10 ribu TCD namun dilakukan bertahap semisal dari 7500 ke 10 ribu ada proses yang harus dilakukan," kata Imam.

Menurut Imam, Rp870 miliar revitalisasi pabrik tersebut pengerjaan melalui I tahap sampai tahap II berjalan dengan baik, walaupun ada sedikit kendala di luar perkiraan dan pihaknya tetap optimis giling 2018 menggunakan mesin baru kapasitas 10 ribu TCD.

"Pengerjaan di tahap II ini banyak bangunan yang sudah dibongkar dan bangunan baru yang hampir masuk finishing pengerjaan, hal itu yang membuat optimis melihat pengerjaan di tahap II," tambahnya. 

Tahap III dilakukan mulai pengerjaannya bulan Oktober akhir sampai Mei 2018 dan bulan Juni rencana awal giling bisa berjalan dengan lancar, dan pihaknya meminta dukungan doa kepada karyawan dan masyarakat demi suksesnya program revitalisasi.

Ditegaskan kembali oleh Imam Sucipto, melihat laporan prakiraan cuaca musim kering tahun ini pada kenyataannya hujan kerap kali turun, sehingga tidak hanya berdampak pada pembangunan revitalisasi namun juga terjadinya penurunan redemen walaupun tidak terlalu anjlok. 

Musim penghujan yang maju sementara pemeliharaan tanaman tidak terlalu baik namun demikian hasil produksi gula lebih baik dari tahun 2016 kemarin, akibat tingginya curah hujan redemen saat itu berada diangka 5,8 sedangakan sekarang 6,88 terjadi kenaikan satu poin.

Penulis: Angga Kusuma.

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar