Selasa, 14 Agustus 2018 | 16:04 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Menperin dorong produsen gas industri kembangkan pasar di Indonesia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin Muhammad Khayam menerima kunjungan Pimpinan Regional Bisnis Unit ASEAN & South Asia Linde Group Robert Hughes dan President Director PT. Linde Indonesia Marcu
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin Muhammad Khayam menerima kunjungan Pimpinan Regional Bisnis Unit ASEAN & South Asia Linde Group Robert Hughes dan President Director PT. Linde Indonesia Marcu
<p>Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong produsen gas industri &nbsp;asal Jerman Linde Group untuk mengembangkan pasar di Indonesia.</p><p>"Pak Menteri bilang silahkan melakukan negosiasi untuk mengembangkan pasar di sini," kata Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Muhammad Khayam kepada Anataranews di Jakarta, Jumat (13/10).</p><p>Khayam mengatakan hal tersebut usai mendampingi Menteri Airlangga menerima kedatangan&nbsp;Pimpinan Regional Bisnis Unit ASEAN &amp; South Asia Linde Group Robert Hughes dan President Director PT. Linde Indonesia Marcus Tan di Gedung Kemenperin, Jakarta.</p><p>Khayam menyampaikan, banyak industri di Indonesia yang telah menggunakan gas industri yang diproduksi oleh perusahaan yang memiliki teknologi tinggi tersebut.</p><p>Diketahui, Linde merupakan perusahaan yang menggunakan gas sebagai bahan baku untuk memproduksi gas industri berupa hidrogen, nitrogen dan oksigen yang kerap dimanfaatkan oleh industri petrokimia, industri baja, industri pupuk hingga industri smelter.</p><p>"Mereka punya pabrik di Cilegon, yang juga sudah suplai ke Krakatau Steel dan Krakatau Posco," ujar Khayam.</p><p>Pada kesempatan tersebut, Khayam menyampaikan bahwa Menperin mendorong Linde juga berkontribusi menyalurkan gas industri ke industri smelter yang sedang dikembangkan di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah.</p><p>"Silahkan mereka negosiasi dengan industri di Morowali, kan smelter yang dikembangkan, di Kawasan Industri Konawe juga, mungkin nanti ada di Halmahera. Sebenernya pasar mreka juga sudah banyak di Malaysia dan Singapura," ungkap Khayam.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Bencana Alam | 14 Agustus 2018 - 15:57 WIB

Presiden: Sekolah roboh akibat gempa di Lombok segera dibangun

Aktual Dalam Negeri | 14 Agustus 2018 - 15:44 WIB

Sandiaga bantah beri mahar ke PAn dan PKS

Megapolitan | 14 Agustus 2018 - 15:36 WIB

DKI kerjasama sediakan stasiun pengisian listrik bertenaga surya

Ekonomi | 14 Agustus 2018 - 15:24 WIB

Krisis Turki, Kemenperin perkuat sektor riil

Asian Games 2018 | 14 Agustus 2018 - 15:15 WIB

Menkopolhukam jamin Asian Games tak terganggu asap karhutla

Aktual Dalam Negeri | 14 Agustus 2018 - 15:06 WIB

Menko Kemaritiman sebut kondisi ekonomi dalam kondisi prima

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 09 Agustus 2018 - 16:46 WIB

Polisi ungkap kasus pembunuhan SPG di Blora

Kamis, 09 Agustus 2018 - 13:41 WIB

PAN gelar rakernas putuskan arah koalisi Pilpres

Rabu, 08 Agustus 2018 - 09:41 WIB

Posisi tidur terbaik menurut ahli kesehatan

Minggu, 05 Agustus 2018 - 16:37 WIB

Dishub Yogyakarta: Jumlah becak kayuh makin berkurang

Kamis, 02 Agustus 2018 - 07:33 WIB

Pelatih Persebaya Alfredo Vera mengundurkan diri

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com