Rabu, 26 September 2018 | 22:46 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Usia 8 tahun, Andhika harus jadi tulang punggung keluarga

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Sigit Kurniawan    |    Editor : Administrator
Foto: Efendi Murdiono.
Foto: Efendi Murdiono.
<p>Andhika (8) menjadi perhatian sebagian masyarakat kabupaten Lumajang, Jawa Timur karena di usianya itu Andhika harus menjadi tulang punggung keluarganya. Sejak ditinggal ayah tercinta pada usia 3 tahun, kini ia tinggal bersama ibunya, Sayuti di rumah yang terbuat dari bambu dengan alas tanah.</p><p><br></p><p>Kini, sang ibu terserang penyakit reumatik dan Andhika pun berperan mengambil alih tugas ibunya untuk mencari nafkah dengan mencari pakan ternak untuk dijual. Dari hasil jual pakan ternak itulah Andhika dan ibunya menyambung hidup.</p><p><br></p><p>"Sehari dapat Rp5 ribu sampai Rp7 ribu," kata Andhika kepada Kontributor elshinta, Efendi Murdiono, Jumat (13/10). </p><p><br></p><p>Berangkat dari keprihatinan kondisi kehidupan Andhika dan ibunya, tim Anang Center pun mendatangi Andhika dan ibunya, di Dusun Poli, Desa Kertowono, Lumajang, Jawa Timur dengan diantar tetangganya.</p><p><br></p><p>Ibu tetangga Andhika itu menuturkan, seharusnya diusianya yang masih anak-anak, Andhika bisa bermain namun sayang hal itu tidak terjadi pada Andhika. "Masa anak-anaknya yang harusnya indah itu terkubur karena Andhika dihadapkan pada kenyataan untuk mempertahankan hidup dirinya dan ibunya dengan mencari pakan ternak untuk dijual", kata tetangga Andhika yang enggan disebut namanya. </p><p><br></p><p>Tim Anang Center menyampaikan bantuan kepada keluarga Andhika. "Salam buat Mas Anang dan Mbak Ashanty terimakasih banyak bantuannya semoga Alloh SWT membalas," kata Sayuti penuh haru.</p><p><br></p><p>Dari informasi yang diperoleh Elshinta, Andhika merupakan siswa prestasi di kelasnya predikat menjadi juara 1 disandang. Setiap hari Andhika harus berjalan kaki ke sekolah sekitar 3,5 Km. Andhika mengaku tidak putus asa dan menyerah. Ia tetap belajar dan bekerja demi masa depan yang lebih baik.&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 21:55 WIB

Prabowo-Sandiaga bisa hadirkan pemerintahan yang kuat

Pembangunan | 26 September 2018 - 21:43 WIB

Persoalan kemiskinan dan kekeringan harus jadi fokus kerja Emil-UU

Aktual Dalam Negeri | 26 September 2018 - 21:38 WIB

Komunitas haji nilai Ma`ruf Amin mampu redam benih radikalisme

Asian Games 2018 | 26 September 2018 - 21:24 WIB

Indonesia bisa dikenang sebagai negara ramah disabilitas

Ekonomi | 26 September 2018 - 21:12 WIB

Dubes Donovan pastikan Freeport tambah investasi Rp298 triliun

Ekonomi | 26 September 2018 - 20:57 WIB

KAI siap buka rute kereta Garut-Jakarta

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com