Selasa, 12 Desember 2017

Usia 8 tahun, Andhika harus jadi tulang punggung keluarga

Jumat, 13 Oktober 2017 15:06

Foto: Efendi Murdiono. Foto: Efendi Murdiono.
Ayo berbagi!

Andhika (8) menjadi perhatian sebagian masyarakat kabupaten Lumajang, Jawa Timur karena di usianya itu Andhika harus menjadi tulang punggung keluarganya. Sejak ditinggal ayah tercinta pada usia 3 tahun, kini ia tinggal bersama ibunya, Sayuti di rumah yang terbuat dari bambu dengan alas tanah.

Kini, sang ibu terserang penyakit reumatik dan Andhika pun berperan mengambil alih tugas ibunya untuk mencari nafkah dengan mencari pakan ternak untuk dijual. Dari hasil jual pakan ternak itulah Andhika dan ibunya menyambung hidup.

"Sehari dapat Rp5 ribu sampai Rp7 ribu," kata Andhika kepada Kontributor elshinta, Efendi Murdiono, Jumat (13/10).

Berangkat dari keprihatinan kondisi kehidupan Andhika dan ibunya, tim Anang Center pun mendatangi Andhika dan ibunya, di Dusun Poli, Desa Kertowono, Lumajang, Jawa Timur dengan diantar tetangganya.

Ibu tetangga Andhika itu menuturkan, seharusnya diusianya yang masih anak-anak, Andhika bisa bermain namun sayang hal itu tidak terjadi pada Andhika. "Masa anak-anaknya yang harusnya indah itu terkubur karena Andhika dihadapkan pada kenyataan untuk mempertahankan hidup dirinya dan ibunya dengan mencari pakan ternak untuk dijual", kata tetangga Andhika yang enggan disebut namanya.

Tim Anang Center menyampaikan bantuan kepada keluarga Andhika. "Salam buat Mas Anang dan Mbak Ashanty terimakasih banyak bantuannya semoga Alloh SWT membalas," kata Sayuti penuh haru.

Dari informasi yang diperoleh Elshinta, Andhika merupakan siswa prestasi di kelasnya predikat menjadi juara 1 disandang. Setiap hari Andhika harus berjalan kaki ke sekolah sekitar 3,5 Km. Andhika mengaku tidak putus asa dan menyerah. Ia tetap belajar dan bekerja demi masa depan yang lebih baik. 

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-SiK

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar