Minggu, 22 Juli 2018 | 13:32 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Anang: Negara belum serius urus museum

Peringatan Hari Nasional Museum Indonesia

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Foto: Effendi Murdiono
Foto: Effendi Murdiono
<p>Peringatan Hari Nasional Museum Indonesia (HNMI) yang jatuh setiap 12 Oktober 2017 kemarin terasa hambar, padahal bila digarap serius museum mampu mendatangkan pemasukan bagi negara yang signifikan.</p><p>Anggota DPR RI, Anang Hermansyah menyesalkan sikap pemerintah yang belum tampak serius dalam menggarap museum di Indonesia, padahal jika digarap serius museum dapat menjadi sumber pendapatan bagi negara.&nbsp;</p><p>"Peringatan HNMI terasa hambar, publik tidak banyak yang tahu, padahal jika mau digarap serius ada potensi yang luar biasa dari sektor museum di Indonesia," ujarnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Effendi Murdiono, Jumat (13/10).</p><p>Anang menyebutkan, ketidakkepedulian pemerintah hampir merata dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, museum hanya menjadi obyek pelengkap, tidak dijadikan prioritas program kerja pemerintah.&nbsp;</p><p>"Museum hanya dijadikan pelengkap saja, asal ada. Soal dikelola dengan baik dan profesional itu nomer sekian," keluhnya.</p><p>Semestinya kata Anang, dengan keberadaan UU 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan terdapat cara pandang baru dalam melihat museum dan cagar budaya, termasuk budaya secara keseluruhan.&nbsp;</p><p>"Mestinya momentum peringatan Hari Museum Indonesia tahun ini menjadi titik pijak bagi pemerintah pusat dan daerah untuk mengurus cagar budaya. Konstitusi dan UU mengamanatkan hal tersebut," tukasnya.</p><p>Anang menambahkan, hampir di setiap daerah di Indonesia memiliki cagar budaya yang dapat memberi manfaat yang besar, baik dari sisi edukasi termasuk pendapatan bagi daerah atau pemerintah. Namun, pemerintah masih rendah perspektif budaya dalam mengelola pemerintahan.&nbsp;</p><p>"Budaya belum menjadi perspektif dalam mengelola pemerintah, baik di pusat maupun di daerah," keluhnya.</p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Angga Kusuma.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 13:29 WIB

1.000 nelayan Kota Kupang dilindungi asuransi

Asia Pasific | 22 Juli 2018 - 13:16 WIB

CIA: Tiongkok ingin gantikan AS sebagai adidaya dunia

Aktual Sepakbola | 22 Juli 2018 - 12:53 WIB

Marckho Sandy bakal akhiri kontrak di Sriwijaya FC

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 12:37 WIB

HSU stop iklan rokok demi anak

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 12:25 WIB

Arab Saudi kirim 17.000 domba kurban ke Indonesia

Aktual Dalam Negeri | 22 Juli 2018 - 12:17 WIB

KPPPA minta media beritakan anak secara seimbang

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com