Selasa, 19 Juni 2018 | 05:46 WIB

Daftar | Login

Banner Lebaran Banner Lebaran
Top header banner

/

KPK siapkan 30 saksi untuk sidang gubernur Bengkulu

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Devi Novitasari    |    Editor : Administrator
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: http://bit.ly/2hEW4Uf
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: http://bit.ly/2hEW4Uf
<p>Jaksa Penuntut Umum KPK menyebutkan akan menyiapkan sekira 30 orang saksi pada sidang pembuktian korupsi Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti beserta istri Lily Martiani Maddari.&nbsp;</p><p>"Sekitar 20 sampai 30 orang, tidak hanya saksi, bukti lainnya juga akan kita bawa," kata JPU KPK Haerudin di Bengkulu, Jumat (13/10).&nbsp;</p><p>Sidang perdana pembacaan dakwaan sudah digelar pada Kamis 12 Oktober 2017, dan akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi pada Kamis 19 Oktober 2017.&nbsp;</p><p>Haerudin juga membantah penilaian penasihat hukum terdakwa yang menyebutkan bahwa Ridwan Mukti ditetapkan sebagai tersangka tanpa bukti permulaan.&nbsp;</p><p>"Nanti akan kita hadirkan di sidang, tunggu saja, seluruh bukti ada (tidak seperti apa yang dibicarakan penasihat hukum terdakwa)," kata dia lagi.&nbsp;</p><p>Ridwan beserta istri menerima fee dari kontraktor pemenang tender, Jhoni Wijaya senilai Rp1 miliar, fee tersebut diserahkan melalui terdakwa Rico Diansari. Keempatnya tertangkap operasi tangkap tangan KPK pada Rabu 20 Juni 2017</p><p>Untuk terdakwa Jhoni Wijaya, tahapan persidangan sudah merampungkan pemeriksa saksi, sedangkan Ridwan Mukti beserta istri dan Rico Diansari baru menjakani sidang perdana pada 12 Oktober 2017.&nbsp;</p><p>Sementara itu, Penasihat Hukum Terdakwa Ridwan Mukti dan Lily Martiani Maddari, Maqdir Ismail tetap berkeras bahwa kliennya itu tidak termasuk dalam operasi tangkap tangan KPK. Dan uang sebilai Rp1 miliar yang ditemukan penyelidik KPK bukanlah permintaan fee proyek dari terdakwa.&nbsp;</p><p>"Tidak ada rekaman sadapan kedua terdakwa meminta uang kepada Jhoni Wijaya melalui Rico Diansari," ujarnya.</p><p>Keterangan adanya komitmen fee sebesar 10 persen dari nilai proyek dan uang senilai Rp1 miliar itu hanya berdasarkan percakapan antara Rico Diansari dan Jhoni Wijaya. (Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Pilkada Serentak 2018 | 18 Juni 2018 - 21:53 WIB

KPU RI ingatkan pakta integritas harus dilaksanakan

Asia Pasific | 18 Juni 2018 - 21:45 WIB

Beijing batasi kendaraan bermotor

Aktual Dalam Negeri | 18 Juni 2018 - 21:26 WIB

90.000 kendaraan kembali lalui Jakarta-Cikampek

Bencana Alam | 18 Juni 2018 - 20:48 WIB

Warga ikut padamkan kebakaran hutan TNRAW

Kecelakaan | 18 Juni 2018 - 20:33 WIB

KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com