Jumat, 22 Juni 2018 | 12:44 WIB

Daftar | Login

Top header banner

/

KPAI: Warisan kekerasan dan permusuhan picu tawuran antar sekolah

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Ilustrasi
Ilustrasi
<p>Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengaku prihatin atas terjadinya aksi tawuran di kawasan Cakung, Jakarta Timur hingga menimbulkan korban jiwa. Seperti diketahui, lima orang ditetapkan menjadi tersangka dan lima lainnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian pasca peristiwa tersebut.&nbsp;</p><p>Dalam perbincangan dengan Elshinta, Jumat (13/10), Retno mengatakan, mengatakan peristiwa tawuran yang memakan korban jiwa tersebut merupakan hal yang sia-sia dan seharusnya tidak seharusnya terjadi.<br></p><p>“Memang nampaknya dua sekolah yang mungkin kita tidak bisa sebutkan, walau mungkin ini adalah sekolah swasta, SMK, dan ini adalah musuh bebuyutan, kekerasan yang diwariskan. Entah apa sebelumnya, sekian tahun pernah terjadi kemudian terjadilah dendam kemudian dendam ini diwariskan kepada adik-adik kelas yang kemudian hingga sekarang ini tidak hilang,” terangnya kepada Elshinta.<br></p><p>Retno mengungkapkan, bahwa peristiwa tersebut banyak terjadi di beberapa daerah, tidak hanya di wilayah Cakung, Jakarta Timur saja. Beberapa lokasi di DKI pun, menurut Retno ada yang modelnya seperti itu, dengan mewariskan kekerasan dan permusuhan.<br></p><p>“Oleh karena itulah KPAI, karena ini berulang dan terus terjadi, di banyak tempat juga termasuk di DKI Jakarta memang meminta penyelesaian itu tidak sekedar penyeleseian secara hukum. Para pelaku kemudian dihukum, tentu ini betul penegakkan hukum dan kami juga mendorong kepolisian untuk tetap menggunakan Undang-Undang Perlindungan Anak dan juga menggunakan SPPA (Sistem Peradilan Pidana Anak,” terangnya.<br></p><p>Pasalnya, anak menjadi pelaku maupun pelaku pidana sekalipun, mereka memang diperlakukan berbeda, ucap Retno. Ia ingin memastikan bahwa kelima tersangka tersebut dihukum menggunakan SPPA.&nbsp;<br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Yuno.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p><p><br></p><p><br></p><p>Sumber Foto:&nbsp;https://i0.wp.com/azzamaviero.com/wp-content/uploads/2016/11/anime-tawuran-www.youtube.com_.jpg?resize=750%2C423</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Megapolitan | 22 Juni 2018 - 12:30 WIB

Pendatang baru di DKI diminta segera lapor RT/RW

Hukum | 22 Juni 2018 - 12:13 WIB

Aman Abdurrahman divonis hukuman mati

Kriminalitas | 22 Juni 2018 - 11:05 WIB

Fredrich Yunadi hari ini bacakan nota pembelaan

Aktual Dalam Negeri | 22 Juni 2018 - 10:28 WIB

Presiden Jokowi kunjungan kerja ke Jatim

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Kamis, 21 Juni 2018 - 09:50 WIB

Projo apresiasi penanganan mudik 2018

Sabtu, 16 Juni 2018 - 11:27 WIB

Polisi tembak pembunuh nenek di Tapanuli Selatan

Selasa, 12 Juni 2018 - 12:26 WIB

Hari raya Idul Fitri, listrik aman dari pemadaman

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com