Selasa, 24 Oktober 2017

Pemerintah gandeng asosiasi terkait segara kenalkan program Ecommerce nyAMAN

Jumat, 13 Oktober 2017 16:17

Ilustrasi (sumber: Istimewa) Ilustrasi (sumber: Istimewa)
Ayo berbagi!

Seiring proyeksi meningkatnya kontribusi ekonomi digital dalam ranah bisnis, maka Kementerian Komunikasi dan Informatika mengambil inisiatif untuk menggulirkan program kesadaran bertransaksi secara aman dan nyaman di dunia maya. Dalam inisiatif ini, pemerintah juga menggandeng asosiasi terkait beserta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Rencananya, rangkaian program yang akan digulirkan dalam bulan Oktober dan November ini menggabungkan berbagai kegiatan secara online maupun aktivitas di masyarakat.

Direktorat Keamanan Informasi Kemenkominfo rencananya dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi program “ECommerce NyAMAN” di mana juga Asosiasi e-Commerce Indonesia, idEA dilibatkan secara aktif. Perwakilan dari akademisi, korporasi dan media juga diminta partisipasi aktifnya dalam peningkatan kesadaran akan bertransaksi online secara aman dan nyaman itu. Elshinta berkesempatan hadir dalam salah satu rangkaian persiapan tersebut yang berlangsung pada hari Kamis (12/10) di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta.

Beberapa pendekatan yang dilakukan menyangkut penyediaan informasi terkait peningkatan awareness akan keamanan berkegiatan dalam e-commerce; kegiatan himbauan dan diskusi untuk awareness ini dan mendapatkan umpan balik dari masyarakat; membangun hubungan yang lebih banyak antara end-user dengan pelaku commerce sehingga meningkat kepercayaan konsumen atas ekosistem e-commerce Indonesia. Selain itu, program ini akan berupaya untuk mendekatkan para end-user dengan pelaku e-commerce. Program ini menargetkan sekitar 10 persen dari estimasi end user yaitu sekitar 13 juta orang, sehingga dapat menjadi pemicu untuk kesadaran yang lebih luas lagi di masyarakat.

Terkait porsi kegiatan offline, dalam paparannya di hadapan perwakilan pelaku e-commerce serta idEA, Kasubdit Budaya Keamanan Informasi, Intan Rahayu menyatakan, “Kita akan langsung mengadakan kegiatan offline ini untuk expo dan pameran di Jakarta sekitar awal November dan di Makassar akhir November.” Selain itu, untuk jangka panjang direncanakan melakukan edukasi dengan persiapan berbagai macam materi pengenalan pada e-commerce yang sedianya akan didistribusikan melalui sejumlah kampus dan pusat pendidikan.

Kelompok media Elshinta sendiri belum lama mengadakan seminar “Keamanan Dalam Bisnis Online” pada 30 September 2017 di Jakarta. Melibatkan sejumlah pakar siber, termasuk dari Lembaga Sandi Negara, acara yang diadakan oleh Radio Elshinta bersama majalah bisnis digital e-Majels ini mendapatkan antusiasme masyakarat yang tinggi, tercermin dari tingginya tingkat partisipasi publik yang hadir di acara terbatas itu.

Pada pekan ini, pemain terbaru di ranah e-commerce Indonesia meluncurkan iLotte (PT Indo Lotte Makmur). Perusahaan patungan dari Salim Group dan Lotte Group ini menghadirkan pengalaman berbelanja seperti di mal dalam gerai onlinenya. Pertumbuhan nilai bisnis online di Indonesia sangat pesat; dalam pidato sambutannya pada hari Selasa (10/10) perwakilan dari Salim Group, Franciscus Welirang mengutip laporan dari Ernst & Young yang memperkirakan bahwa bisnis online meningkat setiap tahunnya sebesar empat puluh persen.

Sementara Kemenkominfo sendiri telah memperkirakan bahwa nilai bisnis e-commerce di Indonesia pada tahun 2020 akan sebesar USD 130 milyar, naik dari estimasi sebesar USD 18 milyar pada tahun 2015.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-Ma

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar