Senin, 23 Oktober 2017

Lawan radikalisme, perguruan tinggi di Sumut akan gelar aksi kebangsaan

Jumat, 13 Oktober 2017 18:56

Rapat koordinasi dalam rangka aksi kebangsaan melawan radikalisme, Jumat (13/10). Foto: Heru Rahmad Kurnia/Radio Elshinta Rapat koordinasi dalam rangka aksi kebangsaan melawan radikalisme, Jumat (13/10). Foto: Heru Rahmad Kurnia/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Perguruan tinggi se-Sumatera Utara berkumpul melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka aksi kebangsaan melawan radikalisme, Jumat (13/10).

Deklarasi anti radikalisme oleh perguruan tinggi se-Sumatera Utara itu rencananya akan digelar pada 28 Oktober 2017.

Ketua Organizing Committee (OC) Deklarasi Anti Radikalisme, Nicodemus Sitanggang mengajak seluruh anggota kepanitiaan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

"Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi Anti Radikalisme yang dilakukan 3.000 perguruan tinggi se-Indonesia pada 26 September 2017 lalu di Bali, yang dihadiri oleh 105 pimpinan Perguruan Tinggi yang ada di Sumut," kata Nicodemus Sitanggang di Medan, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Heru Rahmad Kurnia.

Hari ini, kata Nicodemus, pihaknya bersama Rektor UISU, Prof, Dr, Ir Mhd Asaad, MSi selaku Ketua Steering Committee (SC) menggelar rapat koordinasi persiapan Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme.

"Rapat koordinasi tersebut digelar di Aula Kantor Kopertis Wilayah I Sumut yang dihadiri beberapa pimpinan perguruan tinggi di Sumut dan perwakilan pimpinan perguruan tinggi," ujarnya.

Menurut Nicodemus, Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi ini akan dilaksanakan pada 28 Oktober 2017 dan direncanakan digelar di Stadion Teladan Medan dengan melibatkan 50 ribu mahasiswa serta civitas akademis.

Adapun bentuk pelaksanaannya, sebut Nicodemus, dilakukan dengan menggelar Kuliah Akbar Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme.

Prof Dr Ir, Mhd Assad, M.Si menyampaikan, perguruan tinggi memang harus memiliki sikap tegas terhadap pihak-pihak yang merongrong Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ingin merubah Dasar Negara RI.

Perguruan tinggi dan mahasiswa, tegas Prof Mhd Asaad, harus bisa menjadi benteng terdepan untuk menjaga kesatuan dan perubahan bangsa untuk lebih baik.

Karena itu, kata Prof Mhd Asaad, mari kita bangun bersama bangsa ini untuk anak cucu kita .

Selain deklarasi, kegiatan juga akan diisi dengan kuliah umum dan kuliah umum ini direncanakan akan diisi oleh salah satu rektor yang disepakati SC dan OC serta rencananya salah satu menteri juga akan mengisi kuliah akbar tersebut.

Penulis: Angga Kusuma.

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar