Selasa, 12 Desember 2017

Tawuran makan korban, KPAI minta wujudkan sekolah ramah anak

Jumat, 13 Oktober 2017 16:33

Ilustrasi Ilustrasi
Ayo berbagi!

Maraknya kasus perkelahian masal antar pelajar (tawuran) di Indonesia, terkhusus di Jakarta dan sekitarnya membuat KPAI harus bertindak. Pasalnya, kasus tawuran yang terjadi bukan hanya membuang waktu produktif mereka sebagai pelajar, namun menurut kasus terbaru yang terjadi di Cawang, tawuran mengakibatkan korban jiwa.

Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti,  mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas pendidikan terkait kasus-kasus seperti ini. KPAI juga mendorong dinas pendidikan guna terciptanya sekolah ramah anak.

“Yang terpenting karena ini musuh bebuyutan tadi dan diwariskan dendamnya maka kami mendorong adanya rekonsiliasi. Mungkin ini hal yang belum pernah dilakukan atau pernah tapi tidak dihormati, barangkali ya dengan pihak-pihak tertentu, karena terus terjadi kekerasannya. Berarti ini kekerasannya tidak diputus, ketika kekerasan tidak diputus berarti ada persoalan yang sebenarnya tidak tuntas,” ucapnya.

KPAI mendorong dinas pendidikan bersama sekolah-sekolah yag terlibat tersebut, sambung Retno, untuk menuntaskan persoalan masa lalu sehingga hal serupa tidak terjadi dan para generasi baru yang baru memasuki tahun pendidikan yang tidak mengetahui apa-apa tidak terlibat atau dilibatkan terhadap pertikaian atau kekerasan.

“Tidak ada gunanya melakukan ini semua. Tentu pihak sekolah, guru, orang tua, harusnya tidak henti-henti bersinergi  untuk membangun tadi ya, kesadaran seperti itu kepada mereka. Ini hal yang perlu dirumuskan, bagaimana rekonsiliasi tadi tapi bayangan KPAI adalah semua pihak memang duduk bersama membicarakan ini dan harus punya persepsi yang sama bahwa kekerasan, bullying itu tidak baik untuk perkembangan dan tumbuh kembang anak ” ungkapnya. 

Penulis: Frans Yuno.

Editor: Sigit Kurniawan.

Sumber Foto: http://bit.ly/2ylwMUy

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-FrY

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar