Jumat, 21 September 2018 | 23:51 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Tawuran makan korban, KPAI minta wujudkan sekolah ramah anak

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis :    |    Editor : Administrator
Ilustrasi
Ilustrasi
<p><a href="http://bit.ly/2yigxG8" rel="nofollow">Maraknya kasus perkelahian masal antar pelajar (tawuran) di Indonesia, terkhusus di Jakarta dan sekitarnya membuat KPAI harus bertindak</a>. Pasalnya, kasus tawuran yang terjadi bukan hanya membuang waktu produktif mereka sebagai pelajar, namun menurut kasus terbaru yang terjadi di Cawang, tawuran mengakibatkan korban jiwa.</p><p>Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti,&nbsp; mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas pendidikan terkait kasus-kasus seperti ini. KPAI juga mendorong dinas pendidikan guna terciptanya sekolah ramah anak.<br></p><p>“Yang terpenting karena ini musuh bebuyutan tadi dan diwariskan dendamnya maka kami mendorong adanya rekonsiliasi. Mungkin ini hal yang belum pernah dilakukan atau pernah tapi tidak dihormati, barangkali&nbsp;ya&nbsp;dengan pihak-pihak tertentu, karena terus terjadi kekerasannya. Berarti ini kekerasannya tidak diputus, ketika kekerasan tidak diputus berarti ada persoalan yang sebenarnya tidak tuntas,” ucapnya.<br></p><p>KPAI mendorong dinas pendidikan bersama sekolah-sekolah yag terlibat tersebut, sambung Retno, untuk menuntaskan persoalan masa lalu sehingga hal serupa tidak terjadi dan para generasi baru yang baru memasuki tahun pendidikan yang tidak mengetahui apa-apa tidak terlibat atau dilibatkan terhadap pertikaian atau kekerasan.<br></p><p>“Tidak ada gunanya melakukan ini semua. Tentu pihak sekolah, guru, orang tua, harusnya tidak henti-henti bersinergi &nbsp;untuk membangun tadi&nbsp;ya,&nbsp;kesadaran seperti itu kepada mereka. Ini hal yang perlu dirumuskan, bagaimana rekonsiliasi tadi tapi bayangan KPAI adalah semua pihak memang duduk bersama membicarakan ini dan harus punya persepsi yang sama bahwa kekerasan,&nbsp;bullying&nbsp;itu tidak baik untuk perkembangan dan tumbuh kembang anak ” ungkapnya.&nbsp;<br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p><br></p><p>Penulis: Frans Yuno.</p><p>Editor: Sigit Kurniawan.</p><p><br></p><p>Sumber Foto:&nbsp;http://bit.ly/2ylwMUy</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 21 September 2018 - 22:07 WIB

Relawan Buruh Sahabat Jokowi dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Kriminalitas | 21 September 2018 - 21:33 WIB

Polisi amankan 12 pelaku curanmor di Bojonegoro

Aktual Dalam Negeri | 21 September 2018 - 21:25 WIB

Tolak kekerasan di Bengkulu, HMI geruduk DPRD Malang

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com