Minggu, 23 September 2018 | 22:10 WIB

Daftar | Login

kuping kiri paragames kuping kanan paragames
emajels

/

Polisi Gay di Australia Jadi Target Tes Narkoba Karena Gaya Hidupnya

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
(Courtesy: AustraliaPlus) (Kiri-Kanan) Steven Rapisarda, Chris Sheehy dan Shane Housego diduga menjalani tes narkoba karena adanya homofobia di dalam satuan Kepolisiannya.
(Courtesy: AustraliaPlus) (Kiri-Kanan) Steven Rapisarda, Chris Sheehy dan Shane Housego diduga menjalani tes narkoba karena adanya homofobia di dalam satuan Kepolisiannya.
<p>Dokumen pengadilan mengungkap, Kepolisian New South Wales (NSW) menarget sekelompok petugas polisi homoseksual (gay) dalam sebuah penyelidikan obat-obatan terlarang internal karena mereka rutin mengunjungi bar homoseksual yang populer dan terkenal suka berganti pasangan.</p><p>Tiga petugas polisi aktif yakni Christopher Sheehy, Steven Rapisarda dan Shane Housego, serta mantan petugas Christian McDonald mengupayakan kompensasi dan permohonan maaf dari Kepolisian NSW. Ketiganya menilai mereka menjadi target karena kehidupan seksual mereka.</p><p>Mereka menuduh, perlakuan terhadap diri mereka adalah hasil dari budaya homofobik (anti-homoseksual) yang dipelihara oleh managemen senior di Kantor Polisi Newton.</p><p>Dokumen pengadilan yang diterbitkan oleh Pengadilan Sipil dan Administratif NSW mengungkap, keempat pria itu menjadi target karena kunjungan mereka ke bar homoseksual mengarah ke kekhawatiran bahwa mereka terlibat dalam konsumsi obat-obatan terlarang.</p><p>Pernyataan dari Kepala Kepolisian Newton, Inspektur Simon Hardman, mengungkap bahwa ia pertama kali menaruh curiga terhadap empat polisi itu setelah petugas ke-5, Sersan George Zisopoulous, memiliki hasil positif pada tes ekstasi dan obat-obatan terlarang yang dijalaninya dengan sampel rambut pada bulan Mei 2015.</p><p>Inspektur Hardman mencatat bahwa Sersan Zisopoulous mencukur kepala dan lengannya, dan bahwa petugas McDonald serta Rapisarda masuk kerja di minggu berikutnya dengan potongan rambut yang sangat pendek.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Kecurigaan kini berkembang bahwa ini adalah tindakan yang disengaja untuk mencegah penahanan akibat narkoba,&quot; ujar Inspektur Hardman.</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>Ia menyatakan bahwa 'pertemanan akrab' di antara kelima petugas dan kunjungan mereka ke bar yang terkenal akan peredaran narkoba, seperti Stonewall, Hotel Beresford dan The Ivy menimbulkan 'kecurigaan lebih lanjut'.</p><p>"George, Christian dan Christopher juga terkenal akan kebiasaan mereka yang berganti-ganti pasangan seksual," tulis Inspektur Hardman.</p><blockquote class="comp-rich-text-blockquote comp-embedded-float-full source-blockquote" > <i class="fa fa-quote-left quote-marks" aria-hidden="true"></i> <div class="quote"> <p>&quot;Konsumsi narkoba kiranya menjadi lumrah dalam hubungan seksual yang bebas seperti itu.&quot;</p> </div> <i class="fa fa-quote-right quote-marks" aria-hidden="true"></i> </blockquote><p>Inspektur Hardman menulis dalam pernyataannya bahwa tidak ada bukti langsung yang menunjukkan bahwa petugas Sheehy, McDonald, Rapisarda atau Housego telah mengonsumsi obat-obatan terlarang, tapi ia masih mendesak adanya penyelidikan lebih lanjut terhadap keempatnya.</p><p>"Saya tak bisa membenarkan upaya tes narkoba yang menarget siapapun dalam kelompok itu," sebutnya.</p><p>"Itu artinya, kunjungan rutin mereka ke tempat yang disebut laporan intelijen sebagai tempat perdagangan narkoba-lah yang menjadi kekhawatirannya."</p><p>"Bahkan dengan absennya bukti, saya tetap punya kekhawatiran bahwa kelompok itu terlibat aktif dalam penggunaan obat-obatan terlarang."</p><h3><strong>Bela proses penyelidikan</strong></h3><p>Penyelidikan Standar Profesional selama 6 bulan, yang dijuluki Strike Force Andro, akhirnya membebaskan keempat pria itu.</p><p>Pada hari Rabu (11/10/2017), Kepala Kepolisian NSW, Mick Fuller, yang menjadi Kepala Kepolisian Wilayah Metropolitan Pusat di tahun 2015 -ketika penyelidikan itu terjadi, membela proses tersebut.</p><p>"Sebuah Penyelidikan Standar Profesional dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut dan lantas membebaskan keempat petugas itu," kata Fuller.</p><p>"Saya puas dengan hasil ini mengingat adanya pengawasan penuh dari ombudsman."</p><p><a class="external" href="http://www.abc.net.au/news/2017-10-12/court-documents-four-homosexual-officers-targeted-by-nsw-police/9043792" target="_blank" title="">Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Arestasi | 23 September 2018 - 21:52 WIB

Polres Bojonegoro amankan pemilik sabu di SPBU

Arestasi | 23 September 2018 - 21:27 WIB

Polsek Pangkalan Brandan ringkus pemulung pemerkosa IRT

Kesehatan | 23 September 2018 - 21:15 WIB

Ini manfaat lari maraton untuk kesehatan

Aktual Dalam Negeri | 23 September 2018 - 20:38 WIB

Dishub tetapkan tarif Damri Sukabumi-Soetta

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 20 September 2018 - 16:37 WIB

KPU gelar pleno penetapan capres/cawapres Pilpres 2019

Kamis, 20 September 2018 - 16:00 WIB

KPU Muko-muko tetapkan 281 DCT anggota legislatif

Kamis, 20 September 2018 - 14:56 WIB

1.350 bibit pohon ditanam di lahan kritis

Rabu, 19 September 2018 - 16:23 WIB

Gubernur Babel kunjungi balita positif virus Rubella

Rabu, 19 September 2018 - 11:20 WIB

Pengemudi ojek online serbu Kantor Grab

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com