Jumat, 17 Agustus 2018 | 14:34 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

/

Tersangka penganiaya wartawan bertambah

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Angga Kusuma    |    Editor : Administrator
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
Ilustrasi. Foto: Elshinta.com
<p>Tersangka kasus pengeroyokan dan penganiayaan terhadap wartawan Metro TV, Darbe Tyas, bertambah menjadi tujuh orang, kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah, Ajun Komisaris Polisi Djunaidi.</p><p>"Hari ini (Jumat), kami memeriksa tiga oknum Satpol PP sebagai tersangka sehubungan dengan pemukulan terhadap rekan kita," katanya di Markas Polres Banyumas, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (13/10) siang.</p><p>Ia mengatakan tiga tersangka baru yang merupakan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas itu berinisial ES, HC, dan YA.</p><p>Dalam hal ini, kata dia, salah seorang oknum Satpol PP tersebut (ES) merupakan pegawai negeri sipil (PNS) sedangkan dua orang lainnya merupakan tenaga non-PNS.</p><p>Menurut dia, ketiga oknum Satpol PP tersebut bakal dijerat Pasal 170 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 351 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.</p><p>"Mereka berperan ada yang mendorong dan ada yang menyeret. Tetapi berdasarkan keterangan mereka, bahwa mereka tidak tahu bahwa korban adalah rekan kita wartawan," katanya.</p><p>Kendati telah ditetapkan sebagai tersangka, dia mengatakan pihaknya belum menahan ketiga oknum Satpol PP tersebut.</p><p>Menurut dia, pihaknya tetap berpedoman pada Pasal 21 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang berkaitan dengan penahanan.</p><p>"Nanti akan kami gelar apakah ada potensi untuk mengulangi perbuatan, menghilangkan alat bukti, atau melarikan diri. Itu (penahanan) adalah subjektivitas penyidik," jelasnya.</p><p>Djunaidi mengatakan setidaknya ada tiga hal yang menjadi dasar penetapan tersangka tersebut, yakni keterangan dari lebih kurang sembilan orang saksi, keterangan ahli berupa "visum et repertum", dan surat penetapan beberapa barang bukti yang dimintakan ke Pengadilan Negeri Purwokerto.</p><p>Menurut dia, barang bukti tersebut di antaranya video, foto, baju, kamera, dan lain-lain.</p><p>Disinggung mengenai empat tersangka lainnya yang merupakan anggota Polres Banyumas, dia mengatakan hingga saat ini keempat oknum polisi itu masih menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Jawa Tengah di Semarang.</p><p>Empat oknum polisi yang telah ditetapkan sebagai tersangka berinisial Aiptu AS, Bripda GP, Bripda HD, dan Bripda AYA.</p><p>"Nanti setelah selesai diperiksa Propam, akan kami periksa di sini untuk masalah pidananya," jelas Djunaidi.</p><p>Dalam kesempatan terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Banyumas Imam Pamungkas mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan internal terhadap personel Satpol PP yang non-PNS karena pemeriksaan personel yang PNS telah diambil alih oleh Inspektorat atas perintah Bupati Banyumas.</p><p>Setelah adanya penetapan tersangka oleh Polres Banyumas, kata dia, pihaknya akan memberikan sanksi terhadap oknum Satpol PP non-PNS sedangkan sanksi untuk oknum yang PNS diberikan oleh Badan Pertimbangan Penjatuhan Hukuman Disiplin (Baperkumplin) yang diketuai Sekretaris Daerah Banyumas.</p><p>"Sanksi bagi non-PNS mutlak ada pada kami selaku pimpinan di Satpol PP. Hukuman atau sanksi terberat bagi non-PNS adalah pemutusan kontrak kerja di Satpol PP," katanya saat bersilaturahmi ke Gedung Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Banyumas di Purwokerto, Jumat siang.</p><p>Sementara sanksi bagi oknum PNS, kata dia, dapat berupa penundaan kenaikan pangkat dan terberat berupa pemberhentian dengan tidak hormat.</p><p>Ia mengatakan bagi oknum Satpol PP yang terlibat tindak pidana, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke Polres Banyumas dan tidak akan melindungi mereka yang melakukan kesalahan.</p><p>Dalam kesempatan tersebut, Imam menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan yang menjadi korban dalam pembubaran paksa aksi unjuk rasa penolakan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Baturraden di Alun-Alun Purwokerto, Senin (9/10) malam.</p><p>Ia mengharapkan tindak kekerasan yang dialami wartawan Metro TV, Darbe Tyas, menjadi yang pertama dan terakhir sehingga tidak terjadi lagi di Banyumas.(Ant)</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 14:28 WIB

Lapas Banjarmasin rayakan HUT Kemerdekaan RI ke-73 dengan berbagai lomba

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 14:14 WIB

Plh Bupati Kudus sebagai Irup pada upacara detik-detik Proklamasi HUT RI ke-73

Musibah | 17 Agustus 2018 - 13:49 WIB

Menteri BUMN: Seluruh penumpang KMP Bandeng selamat

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 13:38 WIB

588 narapidana LP Kerobokan terima remisi Kemerdekaan RI

Aktual Dalam Negeri | 17 Agustus 2018 - 13:21 WIB

37 napi Rutan Tanjung Gusta Klas IA Medan bebas

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
loading...

Kamis, 09 Agustus 2018 - 16:46 WIB

Polisi ungkap kasus pembunuhan SPG di Blora

Kamis, 09 Agustus 2018 - 13:41 WIB

PAN gelar rakernas putuskan arah koalisi Pilpres

Rabu, 08 Agustus 2018 - 09:41 WIB

Posisi tidur terbaik menurut ahli kesehatan

Minggu, 05 Agustus 2018 - 16:37 WIB

Dishub Yogyakarta: Jumlah becak kayuh makin berkurang

Kamis, 02 Agustus 2018 - 07:33 WIB

Pelatih Persebaya Alfredo Vera mengundurkan diri

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com