Selasa, 12 Desember 2017

Tanggul Kali Asem jebol, sumur warga alami kekeringan

Jumat, 13 Oktober 2017 20:46

Tanggul Sungai Kali Asem yang jebol. Foto: Effendi Murdiono/Radio Elshinta Tanggul Sungai Kali Asem yang jebol. Foto: Effendi Murdiono/Radio Elshinta
Ayo berbagi!

Droping air bersih di Kelurahan Rogotrunan, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur karena sumur warga mengalami kekeringan setelah tanggul sungai Kali Asem jebol diterjang banjir pada Sabtu (7/10) lalu sekitar pukul 19:15 WIB.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik (PKL) BPBD Kabupaten Lumajang, Wawan Hadi kepada Kontributor Elshinta, Effendi Murdiono, Jumat (13/10) mengatakan, adanya bantuan air minum dan masak itu setelah BPBD melakukan evaluasi pasca bendungan jebol yang berdampak sumur warga di sekitar sungai bagian timur badan sungai di RT 08, RW 02 sebanyak 30 kepala keluarga.

Adanya bantuan air bersih pada hari ini merupakan droping yang kedua dan setiap pukul 16:00 WIB, warga terdampak mendapatkan bantuan. Pihaknya mengirim bantuan pada sore hari karena kendaraan tangki air milik BPBD melakukan aktivitas serupa ke wilayah lain di Lumajang.

Keringnya sumur warga di sekitar Sungai Kali Asem yang tanggulnya jebol, air sumur terjadi peresapan sehingga warga tidak bisa lagi mengambil air di sumurnya, selain itu air yang biasanya mengantong di sekitar tanggul kondisi langsung mengalir ke sungai besar Bondoyudo yang mengarah ke muara laut selatan Lumajang.

Terkait bantuan tersebut, Wawan Hadi menyampaikan terus dilakukan sampai sumur-sumur warga disekitar itu kembali normal, atau normalnya lagi setelah tanggul sungai dibangun lagi.

Langkah-langkah penangan permanen BPBD telah melakukan koordinasi dengan pihak pengairan Provinsi Jawa Timur dan tingkat II, PU Mayang dalam mencari solusi penanganan permanen, sedangkan saat ini yang dilakukan penanganan darurat membuat tanggul lagi dengan sak-sak yang diisi tanah, penangan lanjutan sak-sak itu dimasukan dalam bronjong kawat supaya aktivitas dari tanggul yang digunakan pengairan sawah kembali normal. Sedangkan pembangunan permanen tanggul jebol itu masih dalam pengkajian dari pihak terkait, baik dari provinsi atau kabupaten.

Kronologi jebolnya tanggul Sungai Kali Asem Sabtu (7/10) lalu karena tingginya curah hujan yang mencapai 118 mili liter dari daerah Kecamatan Senduro dan dampak kerusakan sekitar 100 meter, dari titik kerusakan tanggul juga terjadi pengikisan dengan kerusakan parah.

Penulis: Angga Kusuma.

Editor: Sigit Kurniawan.

Ikuti Twitter @ElshintaDotCom untuk mendapatkan seluruh Informasi terbaru dari Elshinta.
REDAKSI-ank

Mari Berbagi berita ini!

Info dari Anda

Komentar